TagTag pledge: Help us build secure and private social network

tagtag.com/muallaf8

Tamara

Tangis Tamara di Muallaf Center  

PENGAKUAN artis cantik Tamara Bleszynski saat menceritakan kehidupan awalnya sebagai seorang mualaf itu dituturkan dengan bahasa yang lembut dan menyentuh. Wanita cantik blasteran Sunda- Polandia itu pun berlinang air mata. Tak ayal, sejumlah ibu-ibu yang Sabtu (1/5) pagi memenuhi halaman rumah di Jln. Hasanudin No.10 Bandung, turut larut oleh suasana. Bulir-bulir air mata pun begitu deras mengalir di pipi mereka. Pun demikian dengan Dedi Miing Gumelar yang bertindak sebagai moderator dan K.H. Dr. Asep Zaenal Ausop dan Ahmad Yusuf sebagai pembicara, sempat tercekat keharuan. Suasana menjadi demikian hening. Keheningan baru terpecahkan saat Tamara yang saat itu didampingi Rafli suaminya, sambil tersedu, meminta maaf. "Tidak apa-apa, teruskan-teruskan, " ujar Miing dengan wajah agak tertunduk, seperti menyembunyikan wajahnya.  

Sosok Tamara Bleszynski yang dihadirkan untuk mengisi agenda Spiritual Weekend In Bandung di Muallaf Center yang dikemas dalam format talk show itu, cukup memberikan gambaran betapa sulitnya dan membutuhkan perjuangan luar biasa berat bagi seseorang saat dirinya mulai memasuki status sebagai mualaf dan mengenal ajaran Islam. Bahkan dikatakannya, untuk menghafal surat Al-Fatihah saja dirinya membutuhkan waktu dua bulan. "Untuk menyerap ilmu dari berbagai buku bacaan, saya tidak begitu sulit, tapi hanya sekedar menghafal satu surat saja, saya benar- benar membutuhkan pengorbanan. Di sinilah saya semakin yakin kalau Islam sebagai agama yang membutuhkan kebersihan hati, karena dengan hati yang bersih semua dapat diatasi dengan mudah," aku Tamara.  

Menurut K.H. Dr. Asep Zaenal Ausop, sejauh ini pengertian mualaf baru sekedar masuknya seseorang untuk menganut agama Islam. "Padahal sebenarnya tidak demikian, karena mereka yang sudah beragama Islam tetapi belum menjalankan agamanya dengan baik dapat dikatakan sebagai mualaf," ujarnya.  

Karena misi hidup seorang muslim, tutur Asep, setelah menunaikan hak sang khalik (pencipta) dengan melaksanakan ibadah mahdhah (ibadah formal) dilanjutkan dengan menunaikan kewajiban kepada sesama manusia atau yang disebut muamalah. "Seorang muslim yang baik bercita- cita agar hidupnya bermanfaat bagi orang lain sebagai manifestasi rasa syukur atas nikmat ilahi," katanya.  

Oleh karena itu, lanjut Asep, kehadiran Muallaf Center dinilai sangat tepat sebagai bukti penerapan ibadah yang harus dilaksanakan terhadap sesama manusia. "Akan lebih lengkap bila keberadaan Muallaf Center didukung oleh seluruh umat Islam sebagai upaya membantu mereka yang hendak mempelajari Islam secara menyeluruh," tegasnya.  

Sementara itu, sutradara Ahmad Yusuf, yang banyak dikenal dengan sinetron-sinetronnya yang bernafaskan Islam dan ditayangkan setiap menjelang dan akhir Ramadan, menegaskan bahwa dirinya sempat merasa bingung untuk menuangkan gagasan karyanya yang berisi pesan-pesan dakwah. "Karena kondisi agama Islam saat ini benar-benar membuat saya khawatir, setiap golongan memiliki persepsi sendiri-sendiri mengenai Islam, sampai-sampai untuk membuat suatu opini ada perasaan khawatir ditentang oleh golongan tertentu," ujarnya.  

Namun, kekhawatirannya itu tak beralasan karena begitu sinetron yang berisi dakwah ditayangkan di sejumlah stasiun televisi, respons pemirsa dan masyarakat sangat positif. Seperti sinetron "Doaku Harapanku" yang dibintangi Krisdayanti dan Dicky Wahyudi atau "Doa dan Anugrah" yang dibintangi Tamara Bleszynski dan Anjasmara, ternyata dapat diterima oleh pemirsa. Bahkan sejumlah mualaf mengaku sangat terbantu dengan alur cerita sinetron garapan Ahmad Yusuf.  

Sementara itu dai kondang K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung gagasan dibentuknya Muallaf Center tersebut. Bahkan pihaknya sewaktu-waktu berkenaan untuk memberikan siraman rohani. "Karena yang kita lakukan saat ini adalah syiar agama Islam bukan melalui kekerasan dan berteriak-terik. Tapi, yang kita butuhkan adalah perbuatan yang nyata dari kita sendiri, " tegasnya seraya mengharapkan keberadaan Muallaf Center menjadi buih di tengah samudera yang dikemudian hari akan berubah menjadi gelombang.

tamara1.wbmp
muallaf
moslem


Home Site Map my.TagTag

Terms of Use
TagTag.com