Stop Facebook exploiting you: support secure and private social network project

tagtag.com/ken-tooth

Ketika itu, umurku masih 14 tahun, namaku Sandra. Ortu ku sering bepergian keluar negeri untuk bisnis.

Pengalaman sex ku yg pertama dengan tukang kebunku (Baca pengalamanku di :'Aku & Tukang Kebunku') membawa dampak yg menjadikan aku haus sex dan selalu ingin mencoba kontol yg lain.

Pada suatu pagi, dihari libur, seperti biasa aku tinggal seorang diri bersama kacungku yang umurnya 1 tahun lebih muda dariku. sedang pembantuku dan tukang kebunku sedang ke Puncak, untuk merawat villa kami.

Kacungku, No, anaknya agak gendut, tingginya kurang lebih sama dengan tinggi tubuhku sendiri, kulitnya kehitam-2xan krn sering terpanggang panas matahari. No anaknya agak pendiam, itu yg membuatku sering menggodanya.

Hari itu aku sedang terangsang berat, krn tidak ada pak Mat, tukang kebunku, yg biasanya memenuhi kebutuhan sex ku. Jadi kucurahkan perhatianku kpd si No, kacungku itu. Ternyata dia anaknya polos sekali, belum kenal apa itu sex dan entot-mengentot. Hari itu, aku merencanakan untuk menggoda nya lagi. Aku pura-2x akan mandi di kamar mandi belakang, kamar mandi tamu yg agak jauh dr kamarku. Aku hanya menggunakan handuk kulilitkan ke tubuhku seadanya, nampak jelas sekali
bongkahan buah dadaku yg ukurannya 32B itu, putih mulus tanpa cacat sedikitpun, rambutku yg sebahu lebih itu hanya mampu menutupi sebagian dari keindahan buah dadaku, putingnya yg kemerah-merahan itu mencuat dan mendongak keatas,
pantatku yg memang agak nungging itu bulat dan indah, pada saat lewat di depannya yang sedang membersihkan meja makan, persis didepan matanya, pura-2x handuk ku terlepas dan jatuh kelantai, kontan tubuhku yg tidak terbungkus apapun itu terlihat jelas olehnya, aku melihat reaksinya yang tersipu malu dan melengoskan pandangannya. Ku teruskan kekamar mandi sambil ketawa tertahan melihat tingkahnya.

Tidak lama di dalam kamar mandi, aku berseru memanggil si No untuk mengambilkan sabun, 'No, tolong ambilin sabun yaaa...' 'iya non, sebentar...' kudengar suaranya berlari-lari. Diketoknya pintu kamar mandi yg tidak kukunci dari dalam, kataku 'masuk aja, No'.
Dibukanya sedikit pintu itu dan dijulurkannya tangannya sambil menggenggam sabun. Ku tarik tangannya kedalam kamar mandi sambil berkata 'tolong kau sabuni aku juga, aku tak bisa menyabuni bagian belakangku'. Setelah didalam, No melihat tubuhku yg telanjang sekali lagi, tapi sekali ini dia tidak melengoskan pandangannya lagi, malah dia memperhatikan tubuhku yg mungil dan ranum itu dengan muka yg memerah.

'Heh. koq malah ngeliat gitu sih' ujarku sambil pura-pura menutupi buah dadaku yg udah lebih besar dari dulu, krn susuku sering diremas dan di rangsang oleh pak Mat, tukang kebunku. 'sini, buka bajumu agar nggak basah kena air' kulucuti pakaiannya tanpa menunggu jawabannya.
Setelah kubuka celana dalamnya, kulihat kontolnya masih kecil, belum tegang sama sekali. Penasaran banget aku, masa ngeliat tubuhku gini, dia belum ngaceng sih, pikirku. Biar, nanti kuhisap dan kubuat kau ketagihan hisapan mulutku, pikirku mesum.
Ku pasang shower dan aku mulai mandi di depan mata kacungku sendiri yg juga telanjang bulat. 'ayo, sabunin aku, jangan bengong aja gitu dong' ujarku. Dia mulai mengusap punggungku dengan tangan gemetar, wah asik nih, dia bisa diajari juga, supaya aku tak tergantung ama si pak Mat aja, pikirku.

'sini, depannya juga. masa punggung aja' bentakku. 'baik nonhh....' jawabnya dengan gugup. Dia mulai mengusap-usap dadaku, susuku yg 34B itu. aku tambah terangsang dengan usapan tangannya. Aku menikmati usapannya sambil merem melek. Tidak puas, aku juga mulai menyabuninya, kataku 'ayo, kamu juga harus disabunin, biar bersih dan harum' dia diam aja sambil bengong.
Tanganku berhenti di kontolnya dan mengocoknya lebih lama. Nah, mulai kelihatan kepalanya, pikirku. 'aduh non, geli non' katanya takut-2x. 'Udah, diam aja. dikasih yg enak koq malah bawel sih. Nanti kalo udah ngerasain malah cari gue loe' jawabku.

Setelah kusiram bersih tubuhku dan tubuhnya, aku jongkok didepannya sambil kugenggam kontolnya yg belum terlalu ngaceng itu, masih agak lembek. Sambil melihat wajahnya, kumasukkan kontolnya kedalam mulutku dan kekemot pelan-2x. Kulihat matanya melotot sambil memperhatikan kontolnya masuk kemulutku, dia menelan ludah.
Pelan-2x kujilati seluruh kontolnya, mulai dari pelirnya sampai keujung kepala kontolnya, dari situ kumasukkan seluruh kontolnya ke mulutku, nggak terlalu besar, meski sudah ngaceng berat. tapi cukup keras juga kontolnya. pikirku, lumayanlah kontol anak kecil, dari pada nggak ada.

Setelah beberapa lama menghisap kontolnya, dia mulai bergetar, wah, tandanya dia mau keluar nih, pikirku. Semakin kuperkuat hisapan ku, kontolnya kukeluar masukkan di mulutku. secara tanpa disadarinya, pantatnya maju mundur seperti orang ngentot, tapi dimulutku. 'aduh non, aduh non... enak sekali noooonnhh...' teriaknya, 'croott...crooottt...crooooottth...' banyak sekali pejuhnya keluar didalam mulutku, langsung kusedot habis dan kutelan dengan kenikmatan luar biasa, kulihat wajahnya merah padam pada saat pejuhnya keluar, wajahnya mendongak keatas dan oleng kekiri kekanan. 'enak nggak, No? kau suka kontolmu kuhisap kan?' tanyaku nakal. 'he eh, non. enak sekalih' katanya masih sambil tergetar, aku maklum karena ini pasti pejuh pertamanya, orgasme pertama seperti aku dulu merasakan pada saat aku orgasme disetubuhi tukang kebunku, pak Mat.

Masih ngaceng keras nih, bisa dilanjutkan pikirku. Aku duduk dipinggiran bath tub sambil mengangkangkan kedua pahaku yang putih dan mulus sekali itu. kubimbing kontolnya dengan tanganku kearah memekku. setelah tepat sasaran, kusuruh dia mendorong pantatnya maju mundur. 'blluuushhh....' masuk seluruh kontolnya yg masih keras itu ke memekku. 'hehhh....mmmhhh...enak sekali No. terusin No, entot aku, No. entot anak juraganmu ini Nooo..., aduh... enak sekaalii kontolmuuuhh...' aku yg udah terangsang berat itu tak bisa berpikir apa-2x lagi kecuali KONTOL yg enak.

Aku tak berpikir lagi bahwa kuserahkan tubuhku yg mungil dan mulus ini kepada kacungku yg gendut, anak pribumi yg hitam ini.
Kubiarkan kontolnya masuk keluar di memekku yg sempit ini, sambil menikmatinya. Tangannya meremas susuku yg sudah keras krn nafsu, kulipat kakiku menjepit pantatnya agar dorongan nya semakin dalam masuk kememekku, tanganku memegangi tangannya agar remasannya kesusu ku tambah keras.
Kuhentak-hentakkan pantatnya agar goyangannya semakin hot. 'Mmmmhhhh...mmmhhh....aaahhhh....aaahhh...ssshhhh. .., terussshh Nooo...terusshh.... aku mau keluar nihhh...'teriakku. 'aku juga mau keluar lagi noooonnn....' sahutnya. 'keluarin ...didalamkuuu..No.oo... jangan cabut kontolmu yaaahh....eeemmmhhh, aaaaakkkhh... uaaakkkhhh...akuu.. keluuaarrrrrrrrrr.....' aku mencapai orgasme, pertahananku ambrol, tubuhku berguncang kerass sekali, aku berteriak-2x seperti orang kesurupan, kepalaku mendongak keatas, kekiri, kekanan, tak terkontrol, enak sekali, nikmat sekaliiih. 'crooottt...crrrooott...crooottth....hhhaaadduuuhh nonnnn, aku juga keluarrrr, aduuuhh banyak sekali pejuhku noooonn...mmmmeeeehhhh...hhhhhhhmmmmm....'si No juga berteriak sambil memuncratkan pejuhnya kedalam memekku, aku dapat merasakan semburan pejuhnya didalamku, pejuh seorang anak perjaka, baru umur 13thn. 'Aku mau lagi nonnnhh, enak sekali memek enon, lagi yahh? aku masih pengen lagi nih, kontolku masih pengen lagi, pengen ngerasain memek non, abis enak bin nikmat siiihhh, lagi yaaahh?' pintanya.

Aku tak pernah membayangkan aku disetubuhi oleh kacungku sendiri, mengingat ini membuat ku terangsang kembali. kontolnya juga masih keras bukan main, wah gila, gini caranya, gue bisa di entot sepanjag hari nih. Si No ini ternyata kuat juga mainnya, kontolnya dari tadi nggak pernah mengendur. Gila!!!
Akhirnya kuturuti juga keinginannya untuk ngentot gue.

Sampai aku kelelahan dia tetap goyang terus. Akhirnya aku pasrah aja, seakan akan aku diperkosa olehnya.

Aku hanya bisa mengangkang di lantai kamar mandi, pahaku dibuka lebar-2x, kedua kakiku dipegangi tangannya sambil kadang meremas-2x susuku yg gempal itu. Dia diatas ku sambil tetap menyodok-2xkan kontolnya yg tetap keras itu ke memekku. Rupanya aku telah membangunkan ular yg sedang tidur, sekarang aku diperkosanya habis-habisan.

'udah No..., udah... aku udah capek nihhh....' pintaku.Tapi aku tetap diperkosanya sampai teler.

Bosan posisi itu, dia minta ganti posisi lain, sampai rasanya aku tak kuat lagi melayani nafsunya yg seperti kerbau yg sedang nafsu itu.

Setiap kali dia keluar, orgasme, dia masukkan lagi kontolnya kememekku, kadang dimasukkannya kontolnya kemulutku, aku yg udah lemas itu dipaksanya membuka mulut, dan kontolnya dimasukkan ke mulutku dengan kasar, kadang dengan sengaja pejuhnya ditumpahkan ke wajahku, diatas susuku, diatas memekku, perutku, rambutku. Setiap kali dia keluar, pejuhnya banyak sekali, jadi tubuhku, wajahku, dahiku, mulutku, bibirku, mataku, pipiku berlumuran dengan pejuhnya yg kental itu. banyak sekali dan sangatt kental.

Kurang lebih 11 - 12 kali si No menggenjot memekku, menyetubuhi tubuhku, memasukkan kontolnya ke mulutku, memperkosaku, sampai akhirnya dia terkulai lemas disamping tubuhku yang penuh dengan pejuhnya.
Aku yg lebih lemas lagi hanya bisa diam terbaring dilantai kamar mandi yg hampir penuh dng pejuhnya. mataku meram, mulutku masih terbuka sambil pejuhnya yg mengalir keluar dari mulutku.
Pahaku masih terbuka lebar, lubang memekku rasanya terbuka lebih lebar dari biasanya.

Sejak kejadian itu, si No selalu memintaku melayaninya setiap hari. Terkadang kalo hari Sabtu atau Minggu, dia malah menyetubuhiku lebih dari 3-4 kali sehari. Untungnya aku tak pernah hamil, meskipun kebanyakan bila tubuhku sedang 'di pakai' oleh para pembantuku, mereka hampir selalu mengeluarkan pejuhnya didalam.
bayangin betapa buasnya dia, pada saat aku sedang tidak 'mood', dia tetap memaksaku, dia bahkan pernah dan sering memperkosaku dikamarku sendiri. Tampaknya dia sudah lupa daratan, dia sudah lupa bahwa aku adalah anak majikannya.
Tapi apa boleh buat, aku juga menikmatinya sih.

Dia menikmati sekali tubuhku yg tambah bahenol ini. Diusiaku yg baru 14thn ini, aku termasuk kategori cewek yg tubuhnya paling montok disekolahku. Meskipun tinggiku hanya 147cm, dan tubuhku nggak kurus dan nggak gemuk, susuku termasuk yg membusung indah dng putingnya yg mencuat keatas adalah yg termontok diantara teman-2x sekolahku. Wajahku yg putih cantik ini seperti anak orang Jepang, dengan mata yg agak sedikit sipit, maklum aku kan keturunan chinese. Pinggulku udah membentuk sexy sekali, pantatku bulat indah, pinggangku kecil sekali. Jadi tubuhku bila memakai seragam sekolah tetap kelihatan sangat sexy, seperti cewek yg sudah matang. Mungkin karena aku sudah biasa sering ditiduri dan dientot oleh para pembantu rumah tangga ku.
Aku memperhatikan, bahkan guru olah ragaku di SMP juga ngaceng saat melihat tubuhku bila hanya memakai kaus olah raga dan celana pendek yg agak kelihatan buah pantatku. Terkadang aku malah sengaja tidak menggunakan BH, hanya dengan kaus singlet dan kaus olah raga saja. Pasti guru dan teman-2x cowok ku dapat melihat bongkahan susuku dan putingku yg mencuat tembus, yg bila aku keringetan, akan semakin jelas terlihat.

Aku sangat menikmati apabila ada cowok, siapa aja, tergiur melihat tubuhku yg masih muda ini. aku suka melihat cowok ngaceng karena membayangkan tubuhku ini, pasti mereka membayangkan yg tidak-2x, yg jorok-2x.

 

TAMAT


Home Site Map my.TagTag

Terms of Use
TagTag.com