TagTag pledge: Help us build secure and private social network

tagtag.com/idor_suhermanto

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Benih Papa Mertua

 

Ini berawal saat ibunya sakit dan harus masuk rumah sakit dan Paul harus terbang ke luar kota untuk urusan bisnis yang amat penting. Paul tadinya tak setuju saat Emma meminta papanya, Jack, agar menginap di rumah mereka untuk sementara untuk menemaninya pergi ke rumah sakit, mengatakan padanya bagaimana hal itu akan mengganggu pikirannya karena dia adalah titik penting dalam negosiasi kali ini.

 

Dan pikiran yang sangat mengganggunya itu adalah karena dia curiga sudah sejak dulu papanya ada 'perasaan lain' pada Emma istrinya. Emma merasa sangat marah pada Paul, karena sangat egois dan dengan perasaan cemburunya itu. Bukan hanya kali ini Paul meragukan kesetiaannya terhadap perkawinan mereka dan kali ini dia merasa telah berada dalam puncaknya.. Dan dia tahu dia akan membuat Paul membayar sikapnya yang menjengkelkan itu.

 

Ketika itu terjadi, Jack tiba pada hari sebelum Paul terbang ke luar kota untuk bertemu kliennya. Dia tidak membiarkan kedatangan Jack mengganggu jadwalnya, meskipun dia akan membiarkan papanya bersama Emma tanpa dia dapat mengawasinya selama beberapa hari kedepan. Ini adalah segala yang Emma harapkan dan lebih, ketika dia menyambut Jack dengan secangkir teh yang menyenangkan..

 

Dia bisa katakan dari perhatian Jack yang ditunjukkannya pada kunjungan itu. Mata Jack berbinar saat dia tahu Paul akan pergi besok pagi-pagi benar, dan dia mendapatkan Emma sendirian dalam beberapa hari bersamanya. Emma sangat menarik, yang sungguhpun dia tahu sudah tidak punya kesempatan terhadap Emma, dia masih berpegang pada harapannya, dan berbuat yang terbaik untuk mengesankannya, dan menggodanya.

 

Emma tersanjung oleh perhatiannya, dan menjawab dengan mengundang bahwa mereka berdua dapat mulai untuk membiarkan harapan dan pemikiran yang telah dia kubur sebelumnya untuk mulai kembali ke garis depan itu.

 

Sudah terlambat untuk jam kunjungan rumah sakit sore itu, sehingga mereka akan kembali lagi esok paginya sekitar jam sebelas. Emma menuangkan beberapa gelas wine untuk mereka berdua sekembalinya dari rumah sakit petang itu.

 

"Aku harus pergi dan mandi.. Aku kira aku tidak punya waktu pagi nanti".

"Oh bisakah Papa membiarkan showernya tetap hidup? Aku juga mau mandi jika Papa tidak keberatan."

 

Emma mau tak mau nanti akan menyentuh dirinya di dalam shower, bayangan tangan Jack pada tubuhnya terlalu menggoda dan rasa marah terhadap suaminya sangat sukar untuk dienyahkan dari pikirannya.

 

Dia belum terlalu sering mengenakan jubah mandi sutera itu sebelumnya, tetapi memutuskan untuk memakainya malam ini. Hasrat hatinya mendorongnya untuk melakukannya untuk Papa mertuanya, Paul bisa protes padanya jika dia ingin. Terlihat pas di pinggangnya dan dengan tali terikat, membuat dadanya tertekan sempurna. Itu nampak terlalu 'intim' saat dia menunjukkan kamar mandi di lantai atas. Emma meninggalkannya, dan kemudian kembali semenit kemudian.

 

"Aku menemukan salah satu jubah mandi Paul untuk Papa" dia berkata tanpa berpikir saat dia membukakan pintu untuknya. Di dalam cahaya yang remang-remang Emma dapat melihat pantatnya yang atletis.

 

Mereka duduk bersama di atas sofa, melihat TV. Dan setelah dua gelas wine lagi, Emma tahu dia akan mendorong 'keinginan' manapun yang Jack ingin lakukan. Dia sedikit lebih tinggi dari Paul, maka jubahnya hanya sampai setengah paha berototnya. Mau tak mau Emma meliriknya sekilas dan ingin melihat lebih jauh lagi. Dengan cara yang sama, Jack sulit percaya akan keberuntungannya untuk duduk disamping Emma yang berpakaian sangat menggoda dan benaknya mulai membayangkan lebih jauh lagi. Jack akan dikejutkan nantinya jika dia kemudian mengetahui hal sederhana apa yang akan membuat hasratnya semakin mengakar..

 

Besok adalah hari ulang tahun Emma, dan Paul lupa seperti biasanya, alasannya bahwa tidak ada waktu untuk lakukan apapun ketika dia sedang pergi, dan dia telah berjanji pada Emma kalau dia akan berusaha untuk mengajaknya untuk sebuah dinner yang manis ketika pulang. Kenyataannya bahwa Jack tidak hanya tidak melupakan, tetapi membawakannya sebuah hadiah yang menyenangkan seperti itu, menjadikan hatinya lebih hangat lagi. Dia seperti seorang anak perempuan kecil yang sedang membuka kotak, dan menarik sebuah kalung emas.

 

"Oh Papa.. Papa seharusnya tidak perlu.. Ini indah sekali"

"Tentu saja aku harus.. Tapi aku takut itu tidak bisa membuat kamu lebih cantik cintaku.. Sini biarku kupasangkan untukmu"

"Ohh Papa!"

 

Emma merasa ada semacam perasaan cinta untuknya saat dia berada di belakangnya. Dia harus lebih dulu mengendurkan jubah untuk membiarkan dia memasang kaitan di belakang, dan ketika dia berbalik ke arahnya, Jack tidak bisa menghindari tetapi matanya mengarah pada belahan dada Emma yang menyenangkan.

 

"Oh.. Apa rantainya kepanjangan?" ia berharap, menatap kalung yang melingkar di atas dada lezatnya.

"Tidak Pa.. Ini menyenangkan" dia tersenyum, menangkap dia memandang ke sana lebih banyak dari yang seharusnya diperlukan.

"Oh terima kasih banyak.."

 

Emma menciumnya dengan agak antusias dibanding yang perlu dilakukannya dan putus tiba-tiba dengan sebuah gairah dipermalukan. Kemudian Jack menangkap momen itu, menarik punggungnya seolah-olah meredakan kebingungannya dan menciumnya dengan perasaan jauh lebih dibandingkan perasaan seorang mertua.

 

"Selamat ulang tahun sayang" katanya, saat senyuman mereka berubah jadi lebih serius.

"Oh terimakasih Papa"

 

Emma menciumnya kembali, menyadari ini adalah titik yang tak bisa kembali lagi, dan kali ini membiarkan lidahnya 'bermalas-malasan' terhadapnya. Dia baru saja mempunyai waktu untuk merapatkan jubahnya kembali saat Paul meneleponnya untuk mengucapkan selamat malam dan sedikit investigasi. Paul ingin bicara pada papanya dan memintanya agar menyimpan cintanya untuk ibunya yang sudah meninggal. Mata Emma tertuju pada Jack saat dia menenteramkan hati putranya di telepon, mengetahui dia akan membiarkan pria ini melakukan apapun..

 

"Aku sangat suka ini Pa.." Emma tersenyum ketika telepon dari Paul berakhir. Dia menggunakan alasan memperhatikan kalungnya untuk membuka jubahnya lagi, kali ini sedikit lebih lebar.

"Apa kamu pikir ini cocok untukku?"

"Mm oh ya.." dia tersenyum, matanya menelusuri bagian atas gundukan lezatnya, dan untuk pertama kalinya membiarkan gairahnya tumbuh.

 

Emma secara terbuka mempresentasikan payudaranya untuk kekasihnya, membiarkan dia menatapnya ketika dia membusungkan dadanya jauh lebih lama dibandingkan hanya sekedar untuk memandangi kalung itu. Dia mengangkat tangannya dan memegang mainan kalung itu, mengelus diantara dadanya, menatap tajam ke dalam matanya.

 

"Kamu terlihat luar biasa dengan memakainya" dia tersenyum.

 

Nafas Emma yang memburu adalah nyata ketika tangan kekasihnya telah menyentuhnya di sana, dan pandangannya yang memikat saat kekasihnya menyelami matanya memberi dia tiap-tiap dorongan. Mereka berdua tahu apa yang akan terjadi kemudian, sudah terlalu jauh untuk menghentikannya sekarang. Dia akan bercinta dengan Papa mertuanya. Mereka berdua juga menyadari, bahwa tidak perlu terburu-buru kali ini, mereka harus lebih dulu membiarkan berjalan dengan sendirinya, dan walaupun kemudian itu akan menjadi resikonya nanti.

 

Emma bisa melihatnya sekarang kalau 'pertunjukannya' yang nakal telah memberi efek pada gairah kekasihnya. Gundukan yang terlihat nyata di dalam jubahnya menjadikan jantungnya berdebar kencang, dan kekasihnya menjadi bangga ketika melihatnya menatap itu, seperti halnya dia yang memandangi payudaranya.

 

"Kamu sudah cukup merayuku.. Kamu nakal!" Emma tersenyum pada kata-kata terakhirnya, memberi dia pelukan yang lain. Pelukan itu berubah menjadi sebuah ciuman, dan kali ini mereka berdua membiarkan perasaan mereka menunjukkannya, lidah mereka saling melilit dan memukul-mukul satu sama lain. Emma merasa tali jubahnya mengendur, dan Jack segera merasakan hal yang sama.

 

"Oh Jack.. Kita tidak boleh" dia menjauh dari kekasihnya sebentar, tidak mampu untuk hentikan dirinya dari pemandangan jubahnya yang terbuka cukup lebar untuk melihat ujung penisnya yang tak terukur membesar diantara pahanya yang kuat.

 

"Ohh Emma.. Aku tahu.. Tapi kita harus" dia menarik nafas panjang, memandang pada perutnya untuk melihat kewanitaannya yang sempurna, telah merekah dan mengeluarkan cairannya. Detak jantung Emma bahkan jadi lebih cepat saat dia lihat tonjolannya menghentak lebih tinggi ke udara saat kekasihnya memandang bagian paling intimnya.

 

"Oh Jack sayang.." desahnya pelan saat kekasihnya memeluknya, jubahnya tersingkap dan dia terpana akan tonjolannya yang sangat besar di bagian bawahnya. Itu sepertinya memuat dua prem ranum yang membengkak dengan benihnya yang berlimpah. Dia tidak bisa hentikan dirinya sekarang.. Dia membayangkan dirinya berenang di dalamnya.

 

"Emma cintaku.. Betapa lamanya aku menginginkanmu.." katanya saat ia menggapai paha Emma.

"Oh Jack.. Seandainya aku tahu.. Setiap kali Paul bercinta denganku aku membayangkan itu adalah kamu yang di dalamku.. Papa termanis.. Apakah aku terlalu jahat untuk katakan hal seperti itu?"

"Tidak kekasihku.." jawabnya, mencium lehernya dan turun pada dadanya, dan membuka jubahnya lebih lebar lagi untuk agar tangannya dapat memegang payudaranya. Mereka berdua ingin memanfaatkan momen itu..

"Apakah kamu ingin aku di sana sekarang?"

"Oh Jack.. Ya.. Papa" erangnya kemudian mengangkat jubahnya dan tangannya meraih penisnya.

"Aku sangat menginginkannya"

"Oh Emma.. Kekasihku, apakah ini yang kamu ingin?" dia mengerang, memegang jarinya di sekitar batang berdenyutnya yang sangat besar.

"Oh ya Papa.. Penismu.. Aku ingin penis Papa di dalamku"

"Sayangku yang manis.. Apa kamu menginginkannya di sini?" kekasihnya melenguh, menjalankan jemarinya yang pintar sepanjang celah itu, menggodanya, membuat matanya memejam dengan nikmat. Emma hampir merintih ketika dia menatap mata kekasihnya.

"Mm penis Papa di dalam vaginaku"

"Ahh anak manisku tercinta" Emma menjilat jarinya dan menggosoknya secara lembut di atas ujung kejantanannya yang terbakar, membuat kekasihnya merasa ngeri dengan kegembiraan.

"Kamu ingin jadi nakal kan Pa.. Kamu ingin orgasme di dalamku" Emma menggoda, meninggalkan pembesaran tonjolan yang bagus, dan mengalihkan perhatiannya kepada buah zakarnya yang membengkak.

 

Sekarang adalah giliran kekasihnya untuk menutup matanya dengan gairah yang mengagumkan.

 

"Kamu ingin meletakkan spermamu di dalam istri putramu.. Kamu ingin melakukan itu di dalam vagina gadis kecilmu"

 

Dia hampir menembakkannya bahkan waktu Emma menggodanya, tetapi entah bagaimana menahan ombak klimaksnya, dan mengembalikannya pada Emma, keduanya sekarang saling memegang pinggang satu sama lainnya.

 

"Dan kamu ingin benih Papa di dalam kandunganmu kan.. Dalam kandunganmu yang dahaga.. Membuat seorang bayi kecil di dalam kandungan suburmu" dia tidak bisa semakin dekat kepada tanda untuknya.. Emma telah memimpikan kekasihnya memberinya seorang anak, Emma gemetar dan menggigit bibirnya saat jari tangan kekasihnya diselipkan di dalam saluran basahnya.

 

"Papa.. Oh ya.. Ya.. Tolong.. Aku sangat menginginkannya.."

 

Paul belum pernah punya keinginan membicarakan tentang hal itu.. Emma tidak benar-benar mengetahui apakah dia ingin seorang anak, sekalipun begitu pemikiran itu menjadi sebuah gairah yang luar biasa. Bibirnya menemukannya lagi, dan tenggelam dalam gairahnya, lidah mereka melilit lagi dengan bebas tanpa kendali yang sedemikian manis.

 

Emma membiarkan jubahnya terbuka seluruhnya sekarang, menekankan payudaranya secara lembut melawan dada berototnya, perasaan geli membuat cairannya lebih berlimpah. Jantungnya terisi dengan kenikmatan dan antisipasi, pada pikiran bahwa dia menginginkan dirinya.. Bahwa seluruh gairah Emma akan terpenuhi dengan segera.

 

"Oh gadis manisku yang jahat" lenguhnya saat bibir Emma menggodanya.

"Aku akan pergi sebentar" dia tersenyum dengan mengundang saat dia menoleh ke belakang dari pintu.

"Jangan pergi" Emma melangkah ke lantai atas, jubahnya berkibar di sekitarnya lagi saat dia memandangnya.

 

Emma tidak perlu merasa cemas, suaminya sedang berada jauh di sana dengan segala egoisme kesibukannya, dan Emma mengenal bagaimana kebiasaanya. Jantung Emma dilanda kegembiraan lebih ketika dia melepaskan jubahnya dan berjalan menuju dia.. Pada Papa mertuanya.. Telanjang dan siap untuk menyerahkan dirinya seluruhnya kepada kekasihnya.

 

Ketika dia mendengar langkah kaki Emma pada tangga, dia lalu keluar dari jubahnya dan sekarang berlutut di atas permadani di depan perapian, menghadapinya ketika dia masuk, ereksinya semakin besar dalam posisi demikian. Emma berlutut di depannya, tangannya memegang obyek hasratnya, yang berdenyut sekilas, lembut dan demikian panas dalam sentuhannya. Matanya terpejam dalam kenikmatan murni saat Emma berlutut dan mencium ujung merah delima itu, matanya terbuka meresponnya, dan mengirim beberapa tetesan cairan lezat kepada lidah penggemarnya. Kekasihnya mengelus payudaranya dan menggoda puting susunya yang gemuk itu.

 

"Aku sudah siap Pa.. Malam ini seutuhnya milikmu"

"Emma sayang, kamu indah sekali.." kekasihnya memujinya dan dia tersenyum dengan bangga.

"Oh Papa.. Kumohon. Aku sangat menginginkannya.. Aku ingin benihmu di dalamku"

"Sepanjang malam cintaku.." kekasihnya tersenyum, rebah bertumpu pada sikunya lalu menyelipkan tangannya diantara paha Emma.

"Kita berbagi tiap momen"

 

Emma rebahan pada punggungnya, melebarkan lututnya membiarkan jari kekasihnya berada di dalam rendaman vulvanya.

 

"Ohh mm Papa sayang.." Emma melenguh saat jari kekasihnya merangsang tunas kesenangannya tanpa ampun.

"Mm betapa aku sangat memuja perempuan kecilku.." Kekasihnya menggodanya ketika wajahnya menggeliat di puncak kesenangan.

"Ohh Papa.. Rasakan bagaimana basahnya aku untukmu"

"Apa anakku yang manis sudah basah untuk penis Papa? Mm penis Papa di dalam vagina panas gadis kecilnya.. Penis besar Papa di dalam vagina gadisnya yang panas, vagina basah.." kata-katanya diiringi dengan tindakan saat dia bergerak di antara pahanya, tongkatnya berdenyut dengan bernafsu saat dia mempersiapkan lututnya.

"Setubuhi aku Pa.. Masukkan penismu ke dalamku"

"Sayang.. Emma yang nakal.. Buka vaginamu untuk penis Papa" tangan mereka memandu, kejantanannya membelah masuk kewanitaannya.

"Papa.. Yang besar.. Itu penuh untukku kan?"

"Ya putriku manis.. Sperma yang penuh untuk kandunganmu.. Apa kamu akan membuat Papa melakukan itu di dalam tubuhmu?"

"Ahh ya Papa.. Aku akan membuatmu menembakkannya semua ke dalam tubuhku.. Ahh ahh ahh"

 

Emma mulai menggerakkan pinggangnya.. Takkan menghentikan dirinya saat dia membayangkan itu. Mata mereka saling bertemu dalam sebuah kesenangan yang sempurna, mereka bergerak dengan satu tujuan, yang ditetapkan oleh kata-katanya.

 

"Papa akan menembakkan semuanya ke dalam kandunganmu yang subur.. Sperma Papa akan membuat bayi di dalam kandunganmu Emma sayang" tangan kekasihnya mengayun pantatnya sekarang saat dia mulai menusuk lebih dalam, matanya menatap kekasihnya ketika dia menarik pantatnya yang berotot, mendorong lebih lanjut ke dalam tubuhnya.. Memberinya hadiah yang sangat berharga.

 

Penis besarnya menekan dalam dan panjang, buah zakarnya yang berat menampar pantatnya saat dia mendorong ke dalam kandungannya. Dia tidak bisa menolong, hanya melihatnya, setiap gerakan mereka yang mendatangkan nikmat.. Membayangkan waktunya akan segera datang.. Memancar dari kekasihnya.. Berenang di dalam dirinya.. Membuatnya mengandung anaknya. Dia menggelinjang saat kekasihnya menyusu pada puting susunya yang diremas keras, tangan besarnya meremas payudaranya bersama-sama saat dia mengocoknya berulang-ulang.

 

"Ohh Papa.. Penis besarmu membuatku orgasme.. Oohh" dia berteriak, menaikkan lututnya setinggi yang dia bisa untuk memaksanya lebih dalam ke bagian terdalam vaginanya. Kekasihnya menghentak lebih cepat, meremas pantatnya untuk membuat sebuah lingkaran yang ketat pada vaginanya.. Momen yang sempurna mendekat dengan cepat saat dia menatap mata kekasihnya.

 

"Emma sayang.. Papa juga keluar.."

"Mm shh" Emma memperlambat gerakan kekasihnya, menenangkannya ketika waktunya datang..

"Aku ingin menahanmu saat kamu keluar.. Saat kamu memompa benihmu ke dalam tubuhku"

"Oh sayang.. Ya gadis manisku.. Tahan aku saat kukeluarkan spermaku ke dalam kandunganmu"

 

Dia merasa itu membesar di dalam cengkramannya, urat gemuk penisnya siap untuk berejakulasi, dan kemudian menghentak dengan liar, dan dengan masing-masing semburan yang dia rasa pancarannya yang kuat menghantam dinding kewanitaannya, membasahi hamparan ladangnya yang haus kekeringan. Bibir mereka bertemu dalam lilitan sempurna, tangisan Emma membanjiri kekasihnya kala kekasihnya menyembur dengan deras ke dalamnya. Punggung Emma melengkung, mencengkeram penisnya sangat erat saat ombak kesenangan menggulungnya. Dia ingin menahannya di sana untuk selamanya..

 

"Ohh Ohh aahh.. Papa melakukannya.. Isi aku.. Aahh" jantung mereka berdegup sangat keras ketika mereka berbaring bersama, terengah-engah, sampai mereka bisa berbicara.

"Oh Tuhan, Emma.. Aku sangat menginginkanmu.."

 

Dan untuk beberapa hari ke depan, tak ada sepatah katapun yang sanggup melukiskan momen itu..

 

 

E N D

Desah Kenikmatan Mba Nita

Desah Kenikmatan Mba Nita "Ne' apa kabar, ada acara ga sore ini" Itulah salam pembukaan telepon Mba Nita sore itu. Mba Nita adalah gambaran seorang istri kesepian seutuhnya. Suaminya yang.... apa yah, aku baru sadar kalau Mba Nita belum pernah cerita tentang suaminya. "Ngga ada Mba" kataku "Ya udah kita main ke puncak gimana?" "Ok2 aja" kataku "Tapi ponakanmu itu ga usah diajak" Aku tertawa saja. "Gini loh Ne' ya susah ceritanya pokoknya gw cuma ajak you aja loh ya" Aku tertawa saja. "Gini gini... I punya kenalan, yah gitu deh, pokoknya kita aja sama dia" "Yah udah terserah Mba aja lah" "You dandan yang sexy yah" Katanya di lanjutkan dengan gelak tawa renyah nya yang khas Aku sudah siap, menunggu di ruang tamu. Mba Nita katanya mau jemput. Benar saja satu jam kemudian sebuah SUV berhenti di depan pagar rumahku. Aku melihat Mba Nita duduk di sebelah kiri. Seorang anak muda khas anak fitnes pegang kemudi. Kekar berotot begitu besar, hitam mungkin Ambon. Entahlah. Duduk di belakang seorang yang tidak kalah gagahnya dengan si supir. Mereka di kenalkan oleh Mba Nita sebagai Agus dan Ferdi. Kedua dua nya instruktur fitnes katanya. Dalam perjalanan ke puncak kami berempat terus bercanda canda. Agus yang duduk di belakang sudah mulai berani melatahiku, setelah sadar kalau aku latah. Pinggangku sering menjadi sasaran nya sekedar ingin mendengar latahku yang kadang jorok. Mba Nita bilang mereka baru saja kenalan di sebuah tempat kebugaran. "Ren" "Ya?" "Ferdi itu gede loh" "Iyah keliatan nya sih begitu" kataku lalu tertawa "Bengkok dan berotot, banyak urat uratnya" Lanjut Mba Nita yang disambut tawa kami Selama perjalanan yang hampir 2 jam itu terus saja kami bercanda canda saru. Suasana sudah benar benar cair. Beberapa kali tangan ferdi mampir ke paha dan dadaku. Entah itu sekedar menggoda atau memang sengaja memancing birahiku. Aku hanya menikmati saja permainan ini. "Ren mereka on drugs loh" "Wah? kerja keras dong kita" Kataku sambil tertawa. Aku mengerti maksudnya on drugs adalah obat obat kuat model viagra atau sejenisnya. Mba Nita memang sering mencekoki berondong berondongnya dengan obat obatan aneh aneh yang aku sendiri tidak pernah tau apa merk dan dimana belinya. Memang untuk urusan ini Mba Nita senang mengajakku. Dia tahu diantara teman teman kami hanya staminaku yang benar benar bisa menandinginya. Kami sampai di vila kira kira pukul 5 sore. Tanpa menunggu terlalu lama kulihat Agus sudah tanpa malu malu mencumbu Mba Nita habis habisan. Desah kenikmatan Mba Nita terus keluar dari mulutnya tanpa henti. Agus begitu agresif dalam memperlakukan Mba Nita. Pelakuannya cenderung kasar. Mungkin orang tertentu bisa berprasangka ia sedang menyakiti Mba Nita, karena perlakuan nya yang demikian rupa serta ditambah desah Mba Nita yang tidak karuan. Sudah 10 menit tubuh telanjang mereka bertempur dalam peluh sementara aku dan Ferdi terus saja menonton sambil kami minum beberapa botol corona. Sampai akhirnya Ferdi juga ikut mengerayangi tubuhku seakan terbawa suasana. Aku merespon nya. Aku sadar antara Ferdi dan Agus seolah terjadi sebuah pertandingan. Pertandingan mana diantara mereka yang lebih hebat dalam memperlakukan wanita. Mereka saling lirik dan lalu mencoba melakukan lebih dari apa yang di lihat dilakukan oleh teman nya. Aku dan Mba Nita seakan menjadi objek permainan mereka. Mereka seakan berlomba siapa yang paling hebat. Peluh membasahi kami semua. Aku dan Mba Nita benar benar kewalahan. Hampir 1 jam mereka seperti itu seolah olah ini adalah sebuah pertandingan. Entah sudah berapa kali aku mencapai orgasme ku. Begitu juga dengan Mba Nita. Entah obat apa yang di cekoki Mba Nita kepada mereka. Mereka berdua seperti kesetanan. Seperti tidak ada letihnya. Seperti punya tenaga begitu banyak. Aku sendiri heran ada laki laki bisa sekuat ini. Sampai akhirnya Mba Nita menyerah. "Udah Gus, udah aku istirahat dulu, sana kamu sama Karen aja" Agus menghampiriku. Sebenarnya ia merasa iba kepadaku yang begitu keras diperlakukan oleh ferdi. Selama beberapa saat ia hanya duduk menonton teman nya memompa tubuhku dengan keras tanpa ampun. Waktu dia melihatku aku hanya tersenyum saja, sementara Ferdi terus menggenjot tanpa ampun di bawah sana. Entah Viagra model apa ini aku ga tahu. Yang jelas Ferdi sudah satu setengah jam di bawah sana dengan ritme yang tinggi dan tanpa ampun. "Tante Agus ikut boleh ya?" Katanya sambil meremas payudaraku dengan perlahan. Aku tersenyum saja sambil mengangguk kecil. Beberapa kali Agus mencoba memasukkan penisnya kemulutku, namun terus saja meleset keluar karena goyangan Ferdi yang begitu keras. Aku sendiri kasihan melihatnya. "Tante biasa anal ga?" Tanya Agus takut takut. Aku hanya mengangguk lemah. Ferdi masih terus menggenjot di bawah sana. Akhirnya mereka melakukan itu terhadapku setelah Agus melumuri nya dengan lubricant. Tubuhku benar benar lemas di buatnya. Dua penis raksasa itu seolah mengoyak kedua lubangku tanpa ampun.

Daun-daun Muda
Hai, kenalkan nama saya Andra (nggak nama sebenarnya). Umur 24 tahun dan sekarang lagi kuliah di sebuah PTS di Kediri. Aku termasuk cowok yang populer di kampus (sekeren namaku). Tapi aku punya kelemahan, saat ini aku udah nggak perjaka lagi (emang sekarang udah nggak jamannya keperjakaan diutamakan). Nah, hilangnya perjakaku ini yang pengin aku ceritakan. Aku punya banyak cewek. Diantaranya banyak cewek itu yang paling aku sukai adalah Rere. Tapi dalam kisah ini bukan Rere tokoh utamanya. sebab hilangnya perjakaku nggak ada sangkut pautnya sama Rere. Malah waktu itu aku aku lagi marahan sama doski. Waktu itu aku nganggap Rere nggak bener-bener sayang sama aku. Aku lagi jutek banget sama dia. Habisnya udah lima bulan pacaran, masak Rere hanya ngasih sun pipi doang. Ceritanya pas aku ngapel ke tempat kostnya, aku ngajakin dia ML. Habis aku pengin banget sih. (keseringan mantengin VCD parto kali yee..). Tapi si Rere menolak mentah-mentah. Malahan aku diceramahin, busyet dah! Makanya malam minggu itu aku nggak ngapel (ceritanya ngambek). Aku cuman duduk-duduk sambil gitaran di teras kamar kostku. Semua teman kostku pada ngapel atau entah nglayap kemana. Rumah induk yang kebetulan bersebelahan dengan rumah kost agak sepi. Sebab sejak tadi sore ibu kost dan bapak pergi ke kondangan. Putri tertua mereka, Murni sudah dijemput pacarnya sejam yang lalu. Sedang Maidy, adiknya Murni entah nglayap kemana. Yang ada tinggal Maya, si bungsu dan Ersa, sepupunya yang kebetulan lagi berkunjung ke rumah oomnya. Terdengar irama lagu India dari dalam rumah induk, pasti mereka lagi asyik menonton Gala Bollywood. Nggak tahu, entah karena suaraku merdu atau mungkin karena suaraku fals plus berisik, Maya datang menghampiriku. "Lagi nggak ngapel nih, Mas Andra?" sapanya ramah (perlu diketahui kalau Maya memang orangnya ramah banget) "Ngapel sama siapa, May?" jawabku sambil terus memainkan Sialannya Cokelat. "Ah.. Mas Andra ini pura-pura lupa sama pacarnya." Gadis itu duduk di sampingku (ketika dia duduk sebagian paha mulusnya terlihat sebab Maya cuman pakai kulot sebatas lutut). Aku cuman tersenyum kecut. "Udah putus aku sama dia." jawabku kemudian. Nggak tahu deh, tapi aku menangkap ada yang aneh dari gelagat Maya. Gadis 14 tahun itu nampaknya senang mendengar aku putus. Tapi dia berusaha menutup-nutupinya. "Yah, kacian deh.. habis putus sama pacar ya?" godanya. "Kayaknya bete banget lagunya." Aku menghentikan petikan gitarku. "Yah, gimana ya.. kayaknya aku lebih suka sama Maya deh ketimbang sama dia." Nah lo! Kentara benar perubahan wajahnya. Gadis berkulit langsep agak gelap itu merah mukanya. aku segera berpikir, apa bener ya gosip yang beredar di tempat kost ini kalo si Maya ada mau sama aku. "May, kok diam aja? Malu yah.." Maya melirik ke arahku dengan manja. Tiba-tiba saja batinku ngrasani, gadis yang duduk di sampingku ini manis juga yah. Masih duduk di kelas dua smp tapi kok perawakannya udah kayak anak sma aja. Tinggi langsing semampai, bodinya bibit-bibit peragawati, payudaranya.. waduh kok besar juga ya. Tiba-tiba saja jantungku berdebar memandangi tubuh Maya yang cuman pakai kaos ketat tanpa lengan itu. Belahan dadanya sedikit tampak diantara kancing-kancing manisnya. Ih, ereksiku naik waktu melirik pahanya yang makin kelihatan. Kulit paha itu ditumbuhi bulu-bulu halus tapi cukup lebat seukuran cewek. "Mas, daripada nganggur gimana kalo Mas Andra bantu aku ngerjain peer bahasa inggris?" "Yah Maya, malam minggu kok ngerjain peer? Mendingan pacaran sama Mas Andra, iya nggak?" pancingku. "Ah, Mas Andra ini bisa aja godain Maya.." Maya mencubit pahaku sekilas. Siir.. Wuih, kok rasanya begini. Gimana nih, aku kok kayak-kayak nafsu sama ini bocah. Waduh, penisku kok bangun yah? "Mau nggak Mas, tolongin Maya?" "Ada upahnya nggak?" "Iiih, dimintai tolong kok minta upah sih.." Cubitan kecil Maya kembali memburu di pahaku. Siir.. kok malah tambah merinding begini ya? "Kalau diupah sun sih Mas Andra mau loh." pancingku sekali lagi. "Aah.. Mas Andra nakal deh.." Sekali lagi Maya mencubit pahaku. Kali ini aku menahan tangan Maya biar tetap di pahaku. Busyet, gadis itu nggak nolak loh. Dia cuman diam sambil menahan malu. "Ya udah, Maya ambil bukunya trus ngerjain peernya di kamar Mas Andra aja. Nanti tak bantu ngerjain peer, tak kasih bonus pelajaran pacaran mau?" Gadis itu cuman senyum saja kemudian masuk rumah induk. Asyik.. pasti deh dia mau. Benar saja, nggak sampai dua menit aku sudah bisa menggiringnya ke kamar kostku. Kami terpaksa duduk di ranjang yang cuman satu-satunya di kamar itu. Pintu sudah aku tutup, tapi nggak aku kunci. Aku sengaja nggak segera membantunya ngerjain peer, aku ajak aja dia ngobrol. "Sudah bilang sama Ersa kalo kamu kemari?" "Iya sudah, aku bilang ke tempat Mas Andra." "Trus si Ersa gimana? Nggak marah?" "Ya enggak, ngapain marah." "Sendirian dong dia?" "Mas Andra kok nanyain Ersa mulu sih? Sukanya sama Ersa ya?" ujar Maya merajuk. "Yee.. Maya marah. Cemburu ya?" Maya merengut, tapi sebentar sudah tidak lagi. Dibuka-bukanya buku yang dia bawa dari rumah induk. "Maya udah punya pacar belum?"tanyaku memancing. "Belum tuh." "Pacaran juga belum pernah?" "Katanya Mas Andra mau ngajarin Maya pacaran." balas Maya. "Maya bener mau?" Gayung bersambut nih, pikirku. "Pacaran itu dasarnya harus ada suka." lanjutku ketika kulihar Maya tertunduk malu. "Maya suka sama Mas Andra?" Maya memandangku penuh arti. Matanya seakan ingin bersorak mengiyakan pertanyaanku. tapi aku butuh jawaban yang bisa didengar. Aku duduk merapat pada Maya. "Maya suka sama Mas Andra?" ulangku. "Iya." gumamnya lirih. Bener!! Dia suka sama aku. Kalau gitu aku boleh.. "Mas Andra mau ngesun Maya, Maya nurut aja yah.." bisikku ke telinga Maya Tanganku mengusap rambutnya dan wajah kami makin dekat. Maya menutup matanya lalu membasahi bibirnya (aku bener-bener bersorak sorai). Kemudian bibirku menyentuh bibirnya yang seksi itu, lembut banget. Kulumat bibir bawahnya perlahan tapi penuh dengan hasrat, nafasnya mulai berat. Lumatanku semakin cepat sambil sekali-sekali kugigit bibirnya. Mmm..muah.. kuhisap bibir ranum itu. "Engh.. emmh.." Maya mulai melenguh. Nafasnya mulai tak beraturan. Matanya terpejam rapat seakan diantara hitam terbayang lidah-lidah kami yang saling bertarung, dan saling menggigit. Tanganku tanpa harus diperintah sudah menyusup masuk ke balik kaos ketatnya. Kuperas-peras payudara Maya penuh perasaan. ereksiku semakin menyala ketika gundukan hangat itu terasa kenyal di ujung jari-jariku. Bibirku merayap menyapu leher jenjang Maya. Aku cumbui leher wangi itu. Kupagut sambil kusedot perlahan sambil kutahan beberapa saat. Gigitan kecilku merajang-rajang birahi Maya. "Engh.. Mass.. jangan.. aku uuh.." Ketika kulepaskan maka nampaklah bekasnya memerah menghias di leher Maya. "May.. kaosnya dilepas ya sayang.." Gadis itu hanya menggangguk. Matanya masih terpejam rapat tapi bibirnya menyunggingkan senyum. Nafasnya memburu. Sambil menahan birahi, kubuka keempat kancing kaos Maya satu persatu dengan tangan kananku. Sedang tangan kiriku masih terus meremas payudara Maya bergantian dari balik kaos. Tak tega rasanya membiarkan Maya kehilangan kenikmatannya. Jemari Maya menggelitik di dada dan perutku, membuka paksa hem lusuh yang aku kenakan. Aku menggeliat-geliat menahan amukan asmara yang Maya ciptakan. Kaos pink Maya terjatuh di ranjang. Mataku melebar memandangi dua gundukan manis tertutup kain pink tipis. Kupeluk tubuh Maya dan kembali kuciumi leher jenjang gadis manis itu, aroma wangi dan keringatnya berbaur membuatku semakin bergairah untuk membuat hiasan-hiasan merah di lehernya.Perlahan-lahan kutarik pengait BH-nya, hingga sekali tarik saja BH itupun telah gugur ke ranjang. Dua gundukan daging itupun menghangat di ulu hatiku. Kubaringkan perlahan-lahan tubuh semampai itu di ranjang. Wow.. payudara Maya (yang kira-kira ukuran 34) membengkak. Ujungnya yang merah kecoklatan menggairahkan banget. Beberapa kali aku menelan ludah memandangi payudara Maya. Ketika merasakan tak ada yang kuperbuat, Maya memicingkan mata. "May.. adekmu udah gede banget May.." "Udah waktunya dipetik ya mass.." "Ehem, biar aku yang metik ya May.." Aku berada di atas Maya. Tanganku segera bekerja menciptakan kenikmatan demi kenikmatan di dada Maya. Putar.. putar.. kuusap memutar pentel bengkak itu. "Auh..Mass.. Aku nggak tahan Mass.. kayak kebelet pipis mas.." rintih Maya. Tak aku hiraukan rintihan itu. Aku segera menyomot payudara Maya dengan mulutku. "Mmm.. suup.. mm.." kukenyot-kenyot lalu aku sedot putingnya. "Mass.. sakiit.." rintih Maya sambil memegangi vaginanya. Sekali lagi tak aku hiraukan rintihan itu. Bagiku menggilir payudara Maya sangat menyenangkan. Justru rintihan-rintihan itu menambah rasa nikmat yang tercipta. Tapi lama kelamaan aku tak tega juga membuat Maya menahan kencing. Jadi aku lorot saja celananya. Dan ternyata CD pink yang dikenakan Maya telah basah. "Maya kencing di celana ya Mass?" "Bukan sayang, ini bukan kencing. Cuman lendir vaginamu yang cantik ini." Maya tertawa mengikik ketika telapak tanganku kugosok-gogokkan di permukaan vaginanya yang telah basah. Karena geli selakangnya membuka lebar. Vaginanya ditumbuhi bulu lebat yang terawat. Lubang kawin itu mengkilap oleh lendir-lendir kenikmatan Maya. Merah merona, vagina yang masih perawan. Tak tahan aku melihat ayunya lubang kawin itu. Segera aku keluarkan penisku dari sangkarnya. Kemudian aku jejalkan ke pangkal selakangan yang membuka itu. "Tahan ya sayang..engh.." "Aduh.. sakiit mass.." "Egh.. rileks aja.." "Mas.. aah!!" Maya menjambak rambutku dengan liar. Slup.. batang penisku yang perkasa menembus goa perawan Maya yang masih sempit. Untung saja vagina itu berair jadi nggak terlalu sulit memasukkannya. Perlahan-lahan, dua centi lima centi masih sempit sekali. "Aduuh Mass.. sakiit.." rintih Maya. Aku hentakkan batang penisku sekuat tenaga. "Jruub.." Langsung amblas seketika sampai ujungnya menyentuh dinding rahim Maya. Batang penisku berdenyut-denyut sedikit sakit bagai digencet dua tembok tebal. Ujungnya tersentuh sesuatu cairan yang hangat. Aku tarik kembali penisku. Lalu masukkan lagi, keluar lagi begitu berkali-kali. Rasa sakitnya berangsur-angsur hilang. Aku tuntun penisku bergoyang-goyang. "Sakit sayang.." kataku. "Enakk..eungh.." Maya menyukainya. Ia pun ikut menggoyang-goyangkan pantatnya. Makin lama makin keras sampai-sampai ranjang itu berdecit-decit. Sampai-sampai tubuh Maya berayun-ayun. Sampai-sampai kedua gunung kembar Maya melonjak-lonjak. Segera aku tangkap kedua gunung itu dengan tanganku. "Enggh.. ahh.." desis Maya ketika tanganku mulai meremas-remasnya. "Mass aku mau pipis.." "Pipis aja May.. nggak papa kok." "Aaach..!!" "Hegh..engh.." "Suur.. crot.. crot.. " Lendir kawin Maya keluar, spermaku juga ikut-ikutan muncrat. Kami telah sama-sama mencapai orgasme. "Ah.." lega. Kutarik kembali penisku nan perkasa. Darah perawan Maya menempel di ujungnya berbaur dengan maniku dan cairan kawinnya. Kupeluk dan kuciumi gadis yang baru memberiku kepuasan itu. Mayapun terlelap kecapaian. Kreek.. Pintu kamarku dibuka. Aku segera menengok ke arah pintu dengan blingsatan. Ersa terpaku di depan pintu memandangi tubuh Maya yang tergeletak bugil di ranjang kemudian ganti memandangi penisku yang sudah mulai melemas. Tapi aku juga ikut terpaku kala melihat Ersa yang sudah bugil abis. Aku tidak tahu tahu kalau sejak Maya masuk tadi Ersa mengintip di depan kamar. "Ersa? Ng.. anu.." antara takut dan nafsu aku pandangi Ersa. Gadis ini lebih tua dua tahun diatas Maya. Pantas saja kalau dia lebih matang dari maya. Walau wajahnya tak bisa menandingi keayuan Maya, tapi tubuhnya tak kalah menarik dibanding Maya, apalagi dalam keadaan full naked kayak gitu. "Aku nggak akan bilang ke oom dan tante asal.." "Asal apaan?" Mata Ersa sayu memandang ke arah Maya dan penisku bergantian. Lalu dia membelai-belai payudara dan vaginanya sendiri. Tangan kirinya bermain-main di belahan vaginanya yang telah basah. Ersa sengaja memancing birahiku. Melihat adegan itu, gairahku bangkit kembali, penisku ereksi lagi. Tapi aku masih ingin Ersa membarakan gairahku lebih jauh. Ersa duduk di atas meja belajarku. Posisi kakinya mekangkang sehingga vaginanya membuka merekah merah. Tangannya masih terus meremas-remas susunya sendiri. Mengangkatnya tinggi seakan menawarkan segumpal daging itu kepadaku. "Mas Andra.. sini.. ay.." Aku tak peduli dia mengikik bagai perek. Aku berdiri di depan gadis itu. "Ayo.. Mas mainin aku lebih hot lagi.." pintanya penuh hasrat. Aku gantiin Ersa meremas-remas payudaranya yang ukuran 36 itu. Puting diujungnya sudah bengkak dan keras, tanda Ersa sudah nafsu banget. "Eahh.. mmhh.." rintihannya sexy sekali membuatku semakin memperkencang remasanku. "Eahh.. mas.. sakit.. enak.." Ersa memainkan jarinya di penisku. Mempermainkan buah jakarku membuatku melenguh keasyikan. "Ers.. tanganmu nakal banget.." Gadis itu cuman tertawa mengikik tapi terus mempermainkan senjataku itu. Karena gemas aku caplok susu-susu Ersa bergantian. Kukenyot sambil aku tiup-tiup. "Auh.." Ersa menekan batang penisku. "Ers.. sakit sayang" keluhku diantara payudara Ersa. "Habis dingin kan mas.." balasnya. Setelah puas aku pandangi wajah Ersa. "Ersa, mau jurus baru Mas Andra?" Gadis itu mengangguk penuh semangat. "Kalau gitu Ersa tiduran di lantai gih!" Ersa menurut saja ketika aku baringkan di lantai. Ketika aku hendak berbalik, Ersa mencekal lenganku. Gadis yang sudah gugur rasa malunya itu segera merengkuhku untuk melumat bibirnya. Serangan lidahnya menggila di ronga mulutku sehingga aku harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengimbanginya. Tanganku dituntunnya mengusap-usap lubang kelaminnya. Tentu saja aku langsung tanggap. Jari-jariku bermain diantara belantara hitam nan lebat diatas bukit berkawah itu. "Mmm.. enghh.." Kami saling melenguh merasakan sejuta nikmat yang tercipta. Aku ikut-ikutan merebah di lantai. Aku arahkan Ersa untuk mengambil posisi 69, tapi kali ini aku yang berada di bawah. Setelah siap, tanpa harus diperintah Ersa segera membenamkan penisku ke dalam mulutnya (aku jadi berpikiran kalau bocah ini sudah berpengalaman). Ersa bersemangat sekali melumat penisku yang sejak tadi berdenyut-denyut nikmat. Demikian juga aku, begitu nikmatnya menjilati lendir-lendir di setiap jengkal vagina Ersa, sedang jariku bermain-main di kedua payudaranya. Srup srup, demikian bunyinya ketika kusedot lendir itu dari lubang vagina Ersa. Ukuran vagina Ersa sedikit lebih besar dibanding milik Maya, bulu-bulunya juga lebih lebat milik Ersa. Dan klitorisnya.. mm.. mungil merah kenyal dan mengasyikkan. Jadi jangan ngiri kalo aku bener-bener melumatnya dengan lahap. "Ngngehh..uuhh.." lenguh Ersa sambil terus melumat senjataku. Sedang lendir kawinnya keluar terus. "Erss.. isep sayang, isepp.." kataku ketika aku merasa mau keluar. Ersa menghisap kuat-kuat penisku dan croott.. cairan putih kental sudah penuh di lubang mulut Ersa. Ersa berhenti melumat penisku, kemudian dia terlentang dilantai (tidak lagi menunggangiku). Aku heran dan memandangnya. "Aha.." ternyata dia menikmati rasa spermaku yang juga belepotan di wajahnya, dasar bocah gemblung. Beberapa saat kemudian dia kembali menyerang penisku. Mendapat serangan seperti itu, aku malah ganti menyerangnya. Aku tumbruk dia, kulumat bibirnya dengan buas. Tapi tak lama Ersa berbisik, "Mas.. aku udah nggak tahan.." Sambil berbisik Ersa memegangi penisku dengan maksud menusukannya ke dalam vaginanya. Aku minta Ersa menungging, dan aku siap menusukkan penisku yang perkasa. penisku itu makin tegang ketika menyentuh bibir vagina. Kutusuk masuk senjataku melewati liang sempit itu. "Sakit Mas.." Sulitnya masuk liang kawin Ersa, untung saja dindingnya sudah basah sejak tadi jadi aku tak terlalu ngoyo. "Nggeh.. dikit lagi Ers.." "Eeehh.. waa!!" "Jlub.." 15 centi batang penisku amblas sudah dikenyot liang kawin Ersa. Aku diamkan sebentar lalu aku kocok-kocok seirama desah nafas. "Eeehh.. terus mass.. uhh.." Gadis itu menggeliat-geliat nikmat. Darah merembes di selakangnya. Entah sadar atau tidak tangan Ersa meremas-remas payudaranya sendiri. Lima belas menit penisku bermain petak umpet di vagina Ersa. Rupaya gadis itu enggan melepaskan penisku. Berulang-ulang kali spermaku muncrat di liang rahimnya. Merulang-ulang kali Ersa menjerit menandakan bahwa ia berada dipucuk-pucuk kepuasan tertinggi. Hingga akhirnya Ersa kelelahan dan memilih tidur terlentang di samping Maya. Capek sekali rasanya menggarap dua daun muda ini. Aku tak tahu apa mereka menyesal dengan kejadian malam ini. Yang pasti aku tak menyesal perjakaku hilang di vagina-vagina mereka. Habisnya puas banget. Setidaknya aku bisa mengobati kekecewaanku kepada Rere. Malam makin sepi. Sebelum yang lain pada pulang, aku segera memindahkan tubuh Maya ke kamarnya lengkap dengan pakaiannya. Begitu juga dengan Ersa. Dan malam ini aku sibuk bergaya berpura-pura tak tahu-menahu dengan kejadian barusan. Lagipula tak ada bukti, bekas cipokan di leher Maya sudah memudar. He.. he.. he.. mereka akan mengira ini hanya mimpi.

BU LIMAH

Ceritanya terjadi saat aku masih kuliah di sebuah universitas di dekat kalimalang-Jakarta Timur. Aku menyewa kamar semi permanen yang setengahnya tembok dan setengahnya lagi kayu milik seorang Ibu bernama Halimah yang biasa di panggil Bu Limah. Kamarku terletak agak di belakang rumah bersebelahan dengan kamar mandi. Bagian Belakang rumah Bu Limah di batasi tembok tinggi yang di biarkan tanpa atap, di dalamnya di pergunakan Bu Limah untuk memelihara tanaman dan bunga-bungaan, disana juga tumbuh pohon belimbing yang rindang tempat ngadem dengan menggelar tikar. Kamarku berada persis di depannya. Di rumah itu hanya ada 2 kamar kost yang kusewa bersama seorang cowok mahasiswa juga tapi sudah skripsi jadi jarang dirumah. Bu Limah, Ibu kostku ini adalah seorang janda beranak tiga, semua anaknya sudah kawin dan tidak tinggal serumah lagi dengan Bu Limah. Ibu kost ku ini sebenarnya udah cukup tua umurnya kira-kira 50 tahunan, namun menurutku, untuk wanita seusianya, tubuh Bu Limah masih terhitung bagus, meski agak gemuk namun tetap montok dengan bongkahan pantatnya yang bahenol dan buah dadanya yang besar. Rambutnya yang hitam panjang selalu di jepitnya di belakang kepalanya. Pembawaannya tenang dan ramah. Kalau sedang dirumah Bu Limah paling sering memakai daster sehingga bentuk tubuhnya menggodaku untuk selalu mencuri-curi pandang. Buah dadanya yang besar itu juga sering ku lihat terkadang tanpa di tutupi BH sehingga tampak menggantung bergoyang-goyang saat badannya menunduk membersihkan tanamannya. Suatu hari ketika itu aku masuk siang jadi agak santai. Setelah membeli koran aku kembali ke kamar untuk membacanya, pintu kamar kubiarkan saja terbuka. Beberapa saat kemudian kulihat ibu kost berjalan ke arah kamar mandi sambil membawa handuk, rupanya mau mandi. Dia berhenti sejenak di depan kamarku untuk menyapaku. ''Kok belum berangkat? '' Sapanya . ''Iya Bu, hari ini masuk siang''. Jawabku. ''Wah enak dong bisa santai..,'' Kata Bu Limah lagi sambil tersenyum dan meneruskan langkahnya menuju kamar mandi. Dari kamar mandi ku dengar Bu Limah bersenandung kecil di timpali bunyi air. Saat itu pikiranku jadi ngeres dengan membayangkan Bu Limah telanjang membuat kemaluanku mengeras dan timbul keinginanku untuk mengintipnya. Segera kututup pintu kamarku dan dengan berhati-hati ku cari celah sambungan papan antara kamarku dengan kamar mandi. dan ternyata ada sedikit lubang tipis yang karena cet nya sudah hancur, tempatnya tepat agak dibawah dekat bak mandi. Dengan hati berdegub keras, aku intip Bu Limah, tampak dia telanjang bulat, badannya masih montok untuk ukuran wanita seusia Bu Limah. Teteknya sudah agak turun tapi besar dan menantang, sedangkan kemaluannya ditutupi bulu cukup lebat. Dia menyabuni teteknya agak lama, dia permainkan putingnya dengan memilin-milinnya, sedang tangan yang satu lagi menyabuni memeknya, jari telunjuknya dimasukan berulang-ulang sedangkan matanya tampak terpejam-pejam mungkin sedang menikmati, gerakannya itu kulihat seperti layaknya orang bersenggama. Bu Limah lalu menghentikan kegiatannya lalu berjongkok persis menghadapku untuk mencuci BH dan celana dalamnya sehingga memeknya dengan jelas ku lihat membuat gairahku menyala-nyala. Ku keluarkan penisku yang sudah tegang berdiri, kumainkan dengan tanganku tak kuperdulikan lagi kemungkinan seandainya Bu Limah mengetahui apa yang aku lakukan. Semakin lama nafsu seks ku semakin tak terkendali kepalaku sudah tidak bisa berfikir jernih lagi, yang ada di kepalaku bagaimana caranya bisa menikmati tubuh Bu Limah. Bu Limah pun akhirnya selesai mandi, setelah mengelap tubuhnya dengan handuk, dililitkannya handuk itu menutupi tubuhnya, sedangkan pakaiannya di masukannya ke dalam ember yang ada di dalam kamar mandi. Aku pun segera bersiap-siap dengan rencanaku. pun keluar dari kamar mandi. Ketika Bu Limah melewati kamarku cepat ku buka pintu kamarku dan tanpa berkata-kata lagi kupeluk tubuh Bu Limah dari belakang sambil menarik handuk yang di pakai Bu Limah hingga ahirnya Bu Limah telanjang, tanganku ku remaskan ke buah dadanya. ''Aw, aduh.., apa-apaan nih..,'' Pekik Bu Limah terkejut. ''Aduh Dal, jangan Dal ah...,'' Bu Limah mencoba menghindar. Aku tetap tak perduli, tangan kanan ku malah ku arahkan ke memeknya, ku kobel-kobel dan kucolokan jariku masuk ke dalamnya sambil ku ciumi tengkuk dan leher belakang Bu Limah. Tubuh Bu Limah mencoba berontak agar lepas tapi aku tak memberikan kesempatan dengan semakin mempereret pelukanku. ''Aduh.., dal ingat dal, ah.., Ibu sudah tua Dal. Lepasin Ibu Dal.'' Kata Bu Limah memohon. ''Hhh.., Ibu masih seksi koq, buktinya saya nafsu sama Ibu. Udah deh mendingan ibu nikmatin aja lagian kan ibu sudah lama nggak beginian.'' Kataku memaksa. ''Tapi Ibu malu Dal, nanti kalau ada orang yang tahu gimana...?'' Hiba Bu Limah. ''Ya makanya, mending ibu nikmatin saja, kalau begitu kan orang nggak bakalan ada yang tahu.'' Tangkisku. Akhirnya Bu Limah pun terdiam, tubuhnya tidak berusaha memberontak lagi aku semakin leluasa menjelajahi semua bagian tubuh Bu Limah, kadang kuelus-elus terkadang kuremas-remas seperti pada pantatnya yang besar dan montok itu. Menyadari sudah tidak ada penolakan dari Bu Limah, aku semakin mengintensifkan gerakanku ke bagian-bagian tubuh Bu Limah yang dapat membuat gairah Bu Limah semakin tinggi agar tidak kehilangan momen. ''Ahh.., ssshh..., aahh..., geli Dal, ahh..,'' Bu Limah mendesah-desah pelan pertanda nafsu seksnya sudah bangkit. Ku putar tubuhku menghadap Bu Limah, sambil tetap ku peluk, ku ciumi bibirnya, dan lidahku kumasukan ke dalam mulutnya. Bu Limah ternyata mulai mengimbangiku, di balasnya ciuman ku dengan ketat aku dan Bu Limah bergantian saling menghisap bibir dan lidah. Sambil begitu ku tuntun tangan Bu Limah ke kemaluanku dan ku selipkan tangannya ke dalam celana pendek training yang ku pakai. Tanpa ku minta Bu Limah menarik ke bawah celanaku hingga ******ku bebas mengacung. Digenggamnya kontoku, dengan jempolnya kepala penisku dielus-elusnya kemudian dikocoknya. Pelerku pun tak luput di jamahnya dengan meremasnya pelan, sesekali jarinya terasa menelusuri belahan pantatku melewati anus, sensasi seks yang ku rasakan benar-benar lain. Leher Bu Limah ganti ku ciumi lalu turun ke bagian dadanya. Buah dada Bu Limah yang besar itu kuciumi, kuremas-remas, kusedot-sedot dan ku jilati sepuasnya sedangkan pada putingnya selain ku pelintir-pelintir aku hisapi seperti bayi yang sedang menetek pada ibunya, yang ternyata membuat Bu Limah kian hot. Tangannya mengerumasi rambutku dan terkadang menekan kepalaku ke payudaranya. Desahanannya semakin sering terdengar. ''Aduh.., ahh.., sshh.., terus dal, aahh..,'' Dengan posisi tubuh Bu Limah yang tetap berdiri, aku merendahkan badanku, kuarahkan mulutku ke selangkangannya, Bu Limah ternyata tau apa yang akan kulakukan, di renggangkannya kedua kakinya hingga sedikit mengangkang yang membuat ku lebih leluasa menciumi memeknya. Ku sibak bulu jembut di permukaan memeknya lalu ku dekatkan bibirku ke permukaan memeknya. Lidahku ku julurkan mengulas-ulas bibir memek Bu Limah, itilnya ku terkadang kujepit dengan bibirku sebelum kuhisap-hisap. Tak ketinggalan jariku ku colokan masuk ke dalam memek Bu Limah sambil ku pitar-putar. Apa yang ku lakukan itu membuat Bu Limah menggelinjang-gelinjang dengan mulut tak berhenti berdesah-desah kenikmatan. ''Ahh.., aww.., yahhh.., sshh.., terus Dal, iyaahh..'' Begitu bernafsunya aku dan Bu Limah bercinta, hingga aku dan Bu Limah sudah tidak perduli lagi kalau waktu itu kami bergelut di udara terbuka di belakang rumah Bu Limah. Tapi akhirnya kekhawatiranku muncul juga. Ku hentikan sejenak aktifitasku. ''Bu, sebentar yah, saya mau ngunci pintu dulu, takut ada yang datang.'' Kataku sambil berdiri. ''Oh iya, untung kamu ingat, tapi cepet yah Dal, Ibu sudah nggak tahan nih,'' Jawab Bu Limah nakal. Aku hanya tersenyum, sambil berlalu kuremas dulu tetek Bu Limah. Sebenarnya jarak ke pintu hanya beberapa meter saja, berhubung aku dan Bu Limah sedang diliputi kenikmatan seks hingga tak mau kehilangan waktu meski sekejap. Setelah mengunci pintu aku kembali, ******ku terayun-ayun waktu berjalan karena celanaku sudah terlepas meskipun aku masih memakai kaos. ''Kalau pintu depan dikunci nggak Bu?'' Tanyaku ketika sudah dekat Bu Limah. ''Dikunci, dari pagi Ibu belum membukanya.'' Jawab Bu Limah sambil merengkuh tubuhku ke pelukannya. ''Dal kita pindah ke kamar yuk!'' Pinta Bu Limah. ''Disini aja deh bu, cari suasana lain, pasti Ibu belum pernah kan ngewe di sama bapak dulu di tempat terbuka seperti ini.'' ''Ah, kamu ini ada-ada saja.'' Elak Bu Limah sambil membuka kaosku. Aku dan Bu Limah kembali berpagutan di atas kursi yang ku tari dari depan kamarku, tubuh Bu Limah ku pangku di atas pahaku, Bu Limah semakin aktif menciumi ku, pentilku pun di hisap dan di jilatinya sedangkan tanganku menggerayangi memeknya yang semakin basah. Bu Limah kemudian berdiri lalu berjongkok di hadapanku, di hadapkannya mukanya ke arah ******ku lalu lindahnya menjulur mengulas-ulas kepala ******ku beberapa saat kemudian di masukannya ******ku ke dalam mulutnya, di hisap-hisapnya dengan menggerakan kepalanya maju mundur, kemudian pelirku di hisapnya juga. Gerakan lidah Bu Limah benar-benar membuatku di penuhi kenikmatan. ''Ahh, enak Bu..,'' Erangku penuh nafsu. Tanganku mempermainkan buah dadanya yang menggantung bergoyang-goyang, sesekali ku remas rambutnya dan ku tekan kepalanya agar semakin dalam mulutnya melahap ******ku. Bu Limah lalu menghentikan hisapannya pada ******ku. ''Dal, ayo ******mu masukin, memek Ibu sudah kepengen banget di ewe.'' Pintanya sambil membaringkan tubuhnya di atas tikar dengan kedua kakinya dilebarkan memperlihatkan memeknya yang mumplu. Tanpa berkata lagi aku menyusul Bu Limah dan ku kangkangi tubuhnya dari atas. Bu Limah meraih ******ku lalu di arahkannya ke lubang memeknya. Setelah pas lalu ku tekan perlahan-lahan hingga ******ku masuk seluruhnya ke dalam memek Bu Limah lalu ku tarik dan ku masukan lagi dengan gerakan semakin cepat. Mulut Bu Limah terus berdesis-desis menahan nikmat. Tubuh Bu Limah terhentak-hentak karena dorongan tubuhku, buah dadanya yang bergerak-gerak indah kuremas-remas penuh nafsu, sambil terus bergerak aku dan Bu Limah berpelukan erat, mulutku dan mulutnya saling hisap. Bu Limah lalu memintaku berganti posisi di atas, aku berbaring dan Bu Limah duduk di atas selangkanganku setelah ******ku di masukannya ke dalam memeknya. Bu Limah menggoyang-goyangkan pantatnya, terasa seperti memeknya memilin-milin ******ku. Dari bawah tetek Bu Limah ternyata tampak lebih indah menggantung bergoyang-goyang. Aku dan Bu Limah kembali ke posisi semula. Gerakan aku dan Bu Limah semakin liar. Tusukan ******ku semakin cepat yang diimbangi dengan gerakan pantat Bu Limah yang kadang bergoyang ke kiri dan ke kanan kadang ke atas dan ke bawah menambah semakin panasnya permainan seks yang aku dan Bu Limah lakukan. Hingga akhirnya ku rasakan cairan spermaku segera keluar. ''Bu saya mau ke luar..,'' Erangku. ''Ibu juga mau keluar, Dal..,'' Desah Bu Limah. Aku dan Bu Limah saling berpelukan dengan ketatnya, bibirku dan bibir Bu Limah saling hisap dengan erat dan spermaku pun menyemprot di dalam memek Bu Limah. Beberapa saat aku dan Bu Limah saling diam menikmati sisa-saisa kenikmatan. Sambil berbaring di atas tikar di bawah pohon rambutan yang rindang dengan tubuh sama-sama telanjang aku dan Bu Limah melepas lelah sambil ngobrol dan bercanda. Tanganku mempermainkan tetek Bu Limah entah mengapa aku suka sekali dengan tetek Bu Limah itu. Aku dan Bu Limah lalu membersihkan badan di kamar mandi, saling gosok dan sambil remas hingga gairah ku dan gairah Bu Limah kembali bangkit, aku dan Bu limah kembali bersetubuh di kamar mandi sampai puas. Wanita seusia Bu Limah memang sangat berpengalaman dalam memuaskan pasangannya, mereka tidak egois dalam menyalurkan gairah seksnya, bahkan yang kurasakan Bu Milah cenderung memanjakanku agar mendapatkan kenikmatan yang setinggi-tingginya. Maka karena itulah akupun merasa di tuntut untuk bisa mengimbanginya. Gairahku terhadap Bu Milah entah kenapa selalu menyala., maunya setiap hari aku bisa menggaulinya, dan ternyata Bu Milah pun demikian. Hal ini kudengar sendiri ketika aku mengajaknya untuk bersetubuh padahal ketika itu teman kostu sedang ada di kamarnya. Saat Bu Milah sedang mencuci piring ku dekap dia dari belakang, tapi dengan halus Bu Limah menolaknya. ''Jangan sekarang Dal, nanti temanmu tahu.'' Kata Bu Limah. ''Tapi Bu, saya sudah nggak tahan..,'' Sanggahku. ''Ibu juga sama, malahan ibu pengennya tiap hari begituan sama kamu.'' Akhirnya aku mengalah dan kembali ke kamarku dengan kepala penuh hasrat yang tak terlampiaskan. Sudah 4 hari ini gairahku tak tersalurkan, aku dan Bu Milah hanya bisa saling bertukar kode tanpa bisa berbuat lebih, hingga ketika itu sore, mendadak temanku pulang ke kampungnya setelah dapat telepon bapaknya sakit. Setelah temanku pergi ku kunci pintu lalu segera aku mencari Bu Limah. Di dalam rumah tampak Bu Limah baru keluar dari kamarnya. Bu Limah ketika itu memakai baju kurung berkerudung sepertinya Bu Limah mau pergi. ''Mau ke mana Bu?'' Tanyaku mendekatinya. ''Ibu mau ngaji dulu Dal..,'' Jawab Bu Limah. ''..Bu, ayo dong, sudah lama nih..,'' Rujukku. ''Nanti aja yah Dal, Ibu cuma sebentar koq ngajinya.'' ''Ayo lah Bu sebentar aja..,'' Paksaku sambil ku peluk Bu Limah. Tanganku segera saja menjalar ke balik baju Bu limah yang gombrong. Buah dada Bu Limah yang besar yang selama beberapa hari ini ku rindukan, jadi mainanku. ''..Dasar kamu, nggak sabaran banget.., tapi sebentar aja yah!'' Rengek Bu Limah akhirnya pasrah. Ternyata Bu Limah juga sudah panas, ciuman bibirku segera di balasnya dengan bergelora. Meskipun waktu itu Bu Limah memakai kerudung tak menghalangi aku dan Bu Limah untuk saling berbagi kenikmatan malahan aku merasa ada nuansa yang lain yang kian membuat gairah bercintaku menjadi-jadi dan permintaan Bu Limah melepas kerudungnyapun kularang. ''Dal, kerudungnya Ibu lepas dulu yah!'' Pinta Bu limah. ''Jangan Bu, biarin saja, saya semakin bernafsu melihat pakai kerudung..''. Larangku. ''Ah kamu ini ada-ada saja.'' Sambil terus berciuman Bu Limah melepas Bhnya, lalu bajunya ku angkat ke atas dan ku sorongkan wajahku menjamah buah dadanya. Ku ciumi dan ku jilati sepuas-puasnya. Bu Limah merengek-rengek kecil sambil tangannya mengerumasi rambutku. ''..Ah.., ngghh.., yah.., sshh.., ahh..,'' Suara Bu Limah pelan. Tangan Bu Limah menarik celanaku hingga ******ku yang sudah keras itu mengacung bebas, lalu di permainkannya ******ku dengan meremas-remasnya. Kain bawahan yang di pakai Bu Limah ku angkat dan ku gelungkan di pinggangnya, lalu pantatnya ku remas-remas setelah kutarik celana dalamnya. ''Dal.., ayo Dal cepet masukin..,'' Pinta Bu Limah. ''Iya Bu, disini aja ya Bu! Jawabku sambil membimbing tubuh Bu Limah ke kursi panjang yang ada di ruang tamu. ''Tapi nanti kalau ada orang gimana Dal?'' Tanya Bu Limah khawatir. ''Tenang aja Bu, kan kita nggak telanjang'' Aku meyakinkan Bu Limah. ''Dal, Ibu di atas yah..!'' Bu limah meminta posisi di atas. Aku mengiyakan kemauan Bu Limah, ku dudukan tubuhku di atas kursi panjang dengan posisi agak berbaring, selanjutnya Bu limah menempatkan tubuhnya di atasku, dengan kedua kaki melipat sejajar pahaku, lalu Bu limah menurunkan tubuhnya dan mengarahkan memeknya ke ******ku. ******ku di pegangnya agar pas dengan lubang memeknya. Setelah itu Bu Limah menekan tubuhnya hingga ******ku masuk ke dalam memeknya sampai dasar lalu diputar-putarnya pantatnya, lalu diangkatnya memeknya dan di tekan lagi sambil di putar-putar dengan gerakan semakin cepat . Buah dada Bu Limah yang besar bergoyang keras mengikuti gerakan tubuh Bu Limah yang semakin liar itu segera ku sosor dengan mulutku, ku ciumi dan ku hisapi hingga meninggalkan tanda merah, sementara tanganku meremas-remas bongkahan pantatnya. Biarpun Bu Limah tidak melepas pakaian dan kerudungnya persetubuhan aku dan Bu Limah tetap dahsyat malah semakin membuatku bernafsu. Ku imbangi gerakan Bu Limah dengan menghentakan pantatku ke atas apabila Bu Limah Menekan ke bawah sehingga aku merasakan ******ku seperti menghujam ke dalam memek Bu Limah, membuatnya semakin terhempas-hempas kenikmatan. ''Ahhh.., ssshh.., mmhh.., Yaahh..,'' Mulut Bu Limah tak berhenti merintih. ''Ayo Dal, terus tusuk yang dalam memek Ibu.., iyyahh..,'' Katanya di sela-sela rintihannya. Setelah beberapa saat aku dan Bu Milah saling menggenjot dengan posisi Bu Milah tetap di atas, kurasakan spermaku mau keluar. ''Bu saya mau keluar.., Bu..,'' Erangku. ''Ibu juga dal, mau kaluar.., aahh..,'' Balas Bu Limah. Gerakan tubuh ku dan tubuh Bu Limah sudah tidak beraturan lagi, aku dan Bu Limah semakin liar menjelang klimaks. Tubuhku dan tubuh Bu Limah saling peluk erat, bibir ku dan bibir Bu Limah bertautan erat saling hisap , hingga akhirnya tubuhku dan tubuh Bu Limah sama-sama mengejang, spermaku pun tumpah di dalam memek Bu Limah. Aku dan Bu limah bersama-sama menikmati puncak permainan seks yang bergelora walaupun tidak begitu lama. Aku dan Bu Limah sama-sama terdiam dengan masih berpelukan menikmati sisa-sisa gairah. Setelah keadaan dirasa normal Bu Limah mengangkat tubuhnya lalu berdiri, baru tampak olehku kalau pakaian dan kerudung yang dipakai Bu Limah begitu acak-acakan akibat pergumalan tadi. ''Udah ya Dal, Ibu mau berangkat.'' Kata Bu Limah sambil beranjak menuju kamar mandi. Aku lalu mengikutinya. Aku dan Bu Limah sama-sama masuk kamar mandi untuk membersihkan cairan sisa pergumulan. Sambil saling bercanda aku dan Bu Limah saling Basuh. ''Gara-gara ini nih Ibu jadi terlambat..,'' Kata Bu Limah sambil meremas pelan ******ku yang mulai layu. Aku hanya nyengir mendengar gurauan Bu Limah. Setelah dirasa bersih aku dan Bu Limah keluar dari kamar mandi, aku masuk ke dalam kamarku sedang Bu Limah berjalan ke dalam rumah. Ku ganti kaos dan celanaku lalu aku duduk di depan kamarku, ngeroko sambil baca koran. Dari dalam terlihat Bu Limah berjalan ke arahku dia sekarang sudah rapi kembali. ''Dal, Ibu berangkat ngaji dulu yah.., kalau mau istirahat jangan lupa pintu depan kunci dulu.'' Kata Bu Limah. ''Iya Bu''. Jawabku sambil berdiri dan berjalan mengikuti Bu Limah, iseng dari belakang ku remas pantat Bu Milah yang bergoyang-goyang. Bu Limah hanya mendelik manja. ''Dal, ah nakal kamu, belum puas yah..?'' ''Nggak tahu nih Bu, kalau ngelihat Ibu bawaannya jadi nafsu.'' Setelah menutup pintu aku kembali ke kamar untuk tidur. Malamnya aku dan Bu Limah nonton TV berdua di rumahnya, kami hanya mengobrol dan bercanda saja, tak enak juga untuk mengajak Bu Limah bersetubuh lagi kasihan sepertinya dia cape. Ketika aku mau kembali ke kamar telepon Bu Limah berdering yang ternyata dari cucunya Bu Limah yang mengatakan bahwa besok siang mau berkunjung. Wah alamat gairahku bisa tak tersalurkan lagi nih, kataku dalam hati. Jam setengah tujuh pagi aku bangun dan langsung mandi. Saat berjalan ke kamar mandi kulihat Bu Milah sedang berada di dapur dengan hanya memakai daster tipis membuat gairahku naik. Ketika mandi pikiranku tertuju terus ke Bu milah, dan acara mandi pagi pun ku percepat. Pikirku kalau sekarang nggak bisa menikmati tubuh Bu Limah bisa gigit jari, soalnya kalau cucu Bu Limah datang bisa berhari-hari mereka tinggal. Aku segera mengganti kaos, sedangkan celana pendek tetap ku pakai biar praktis. Aku lalu mengendap-ngendap mendekati Bu Limah yang sedang berdiri di depan meja dapur dengan posisi membelakangiku. Setelah dekat dengan Bu Milah kepalaku langsung ku susupkan ke bawah pantat Bu Milah setelah terlebih dahulu bagian bawah dasternya aku angkat dan langsung ku ciumi belahan pantat Bu Milah yang ternyata tidak memakai celana dalam. ''Aw!.., apaan nih..!'' Teriak Bu Limah terkaget-kaget setelah tiba-tiba merasa ada sesuatu yang mendesak-desak pantatnya, tapi setelah tahu aku yang melakukannya Bu Limah pun tenang kembali. ''Iiih, kamu ini ngapain sih, ngagetin Ibu aja, untung Ibu nggak Jantungan''. Rutuknya. Sambil membiarkan saja apa yang aku lakukan terhadapnya. Aku terus saja menciumi sekeliling pantat Bu Milah yang masih berwangi sabun, rupanya Bu milah juga baru habis mandi. Dari balik dasternya, tanganku ku julurkan ke ke atas untuk meraih teteknya yang menggantung yang juga tidak memakai BH, setelah terpegang lalu ku remas-remas, sedangkan Bu Milah sejauh ini masih cuek saja dengan terus memilih-milih sayuran. ''Dal, Ibu sih sudah menebak kalau pagi ini kamu pasti minta jatah sama Ibu.'' Kata Bu Milah. ''Memangnya kenapa Bu.'' Tanyaku dari dalam dasternya. ''Iya, kamu semalam denger kan kalau cucu Ibu mau datang. Kasihan deh kamu Dal bakal nganggur beberapa hari, hi.., hi.., hi..,'' Jawab Bu Milah sambil tertawa mengikik membayangkan penderitaanku nanti. ''Nasib-nasib.., '' Sesalku. Bu Limah kembali tertawa mendengar ratapanku itu. Sambil terus menciumi pantat Bu Limah, kuminta dia agar sedikit melebarkan kedua kakinya, dan setelah kedua kakinya lebar mengangkang ku geser tubuhku semakin kedalam lalu ku balikan badan dengan wajahku menghadap keatas persis di bawah memeknya. Memek Bu Limah yang berbulu tebal itu lalu ku ciumi dan ku jilati, dan lubang memeknya ku masuki dengan jari tanganku sambil ku putar-putar di dalamnya. Bu Milah pun mengimbangi dengan menggoyang-goyangkan dan menekan-nekankan pantatnya, sepertinya gairah Bu Milah pun mulai naik. ''Dal berhenti dulu sebentar'' Pintanya. Dan setelah aku menghentikan kegiatanku, dengan masih tetap berdiri di tariknya kursi makan di sebelahku lalu diangkatnya satu kakinya dan di letakan di atas kursi, dengan posisi seperti itu memungkinkan aku semakin bebas menjelajahi memeknya. Memek Bu Limah kembali ku jelajahi , dan tak lama berselang kurasakan Bu Limah mengejang dengan kepala kini munumpu di atas meja satu tangannya menekan kepalaku tersuruk kian dalam ke memeknya., lalu gerakan Bi Limah pun melemah kemudian terhenti, hanya dengus nafasnya saja terdengar masih cepat. Seiring dengan melemahnya gerakan Bu Limah, aku pun menghentikan permainan ku pada memek Bu Limah. Tanganku kini berpindah meremasi buah dada Bu Limah yang menggantung bergoyang-goyang karena kepala Bu Milah masih tergeletak di atas meja dan tubuhnya menjadi doyong ke depan. Mulutku ikut menyerbu, buah dada Bu Milah dengan rakus ku ciumi, ku hisapi dan kuremas-remas. Setelah merasa pulih, Bu Milah lalu bangkit, dan akupun kemudian duduk di atas kursi. Bu Milah lalu memelukku dari arah depan hingga kedua teteknya yang empuk menghimpitku karena saat itu aku masih duduk di kursi. Bu Limah menciumi kepalaku lalu ciumannya turun ke wajah. Aku dan Limah saling berpagutan dan bertukar lidah. Bu Limah Lalu jongkok, di tariknya celana pendekku hingga ******ko yang sudah keras itu mengacung. Dipermainkannya ******ku dengan mengocoknya lalu dimasukannya ke dalam mulutnya sambil di hisap-hisapnya. Aku dan Bu Limah menuju ke menu utama permainan, dengan menyingsingkan dasternya, Bu Milah lalu tengkurap diatas meja satu kakinya tetap menginjak lantai sedang yang satunya di angkat melintang di atas meja, menampilkan pemandangan erotis pada memeknya. Terlihat memeknya sedikit mendongak. Segera kuarahkan ******ku ke belahan memek Bu Limah, kemudian ku dorong hingga amblas dan ku tarik lagi dengan lebih cepat. Tubuh Bu Milah terhempas-hempas terdorong oleh hentakanku, untung saja meja makan yang di jadikan tumpuan tubuh Bu Limah kuat, itupun sesekali beradu juga dengan dinding hingga menimbulkan suara berdegup. Aku dan Bu Limah lalu berganti posisi dengan berbaring di lantai dapur. Bu Limah memiringkan tubuhnya, aku yang sudah berjongkok di depannya segera mengangkat dan menahannya dengan pandak satu kaki Bu Limah hingga terpentang, lalu kuarahkan ******ku ke memek Bu Limah yang tampak merekah itu dan ku tusukan hingga dasar memek Bu Limah. Ketika kurasakan saat-saat puncak sudah dekat, ku setubuhi Bu Limah dengan meniindihnya dari atas, mulutku menciumi buah dada Bu Limah. Kedua kaki Bu Limah melingkar di pinggangku, hingga aku akhirnya aku klimaks, spermaku tumpah di dalam memek Bu Limah. Aku dan Bu Limah berpelukan erat dengan bibir saling berpagutan, aku dan Bu Limah mengahiri pergulatan puas. Setelah itu aku dan Bu Limah segera bangkit karena khawatir kalau-kalau cucu Bu Limah datang, dan benar saja tak lama setelah aku tidur-tiduran di kamarku terdengar cucu-cucu Bu Limah datang. Ternyata cucu Bu Limah tinggal lama karena sekolahnya sedang libur panjang, tinggal aku yang sengsara menahan gairah sama Bu Limah yang tidak dapat tersalurkan. Akhirnya aku tak tahan lagi, suatu sore, ketika Bu Limah hendak mandi dan cucunya sedang main di depan, ku hentikan langkah Bu Limah di depan kamarku dengan berpura-pura ngobrol aku utarakan hasratku pada Bu Milah. ''Bu, saya sudah nggak tahan lagi nih..,'' Rengekku pada Bu Limah. ''Sabar dong Dal, kamu kan tahu sendiri ada cucuku, Ibu juga sama, sudah kepengen, tapi ya gimana.'' Jawab Bu Limah. ''Tuh Ibu juga sama, sudah kepengen kan ayolah Bu, sebentar saja.'' Desakku. ''Iya sih, tapi nggak ada kesempatannya, cucu Ibu itu lho, maunya sama Ibu terus..'' ''Bu, gimana kalau nanti malam, setelah cucu Ibu tidur Ibu pura-pura saja sakit perut, atau setelah semua tidur Ibu nanti ke sini.'' ''Terus kalau pas kita lagi begitu ada yang ke kamar mandi gimana?'' Kata Bu Limah Khawatir. ''Kitakan begituannya tidak di kamar mandi.'' ''Habis dimana?, di kamarmu?'' Tanya Bu Limah lagi. ''Ya nggak lah itu sih resikonya sama, disitu aja tuh, tempatnya kan gelap, orang nggak akan melihat kita, lagian kalau ada orang rumah yang keluar kita bisa segera tahu.'' Kataku sambil menunjuk tempat dekat pohon belimbing di depan gudang yang gelap kalau malam. ''Ya udah deh kalau gitu, nanti malam ibu coba kesini, sudah ya nanti ada melihat.'' Jawab Bu Milah setuju. Saat Bu Limah berlalu, aku sempatkan meremas bongkahan pantatnya setelah melihat keadaan di dalam rumah Bu Limah sepi. Bu Limah hanya merintih pelan sambil terus berjalan ke kamar mandi. Untuk semakin mematangkan rencana, dari sehabis isya aku berpura-pura tidur dan lampu kamarku pun ku matikan. Menjelang tengah malam sekitar jam sebelas ku dengar pintu belakang rumah Bu Limah di buka, segera ki intip dari celah jendela, dan seperti yang ku harapkan terlihat memang Bu Milah yang keluar. Segera aku bangun dan keluar. Tanpa mengeluarkan kata, setelah menutup kembali pintu rumahnya dan melihatku keluar dari kamar, Bu Milah langsung menuju tempat yang telah di rencanakan, aku menyusulnya delangkah hati-hati. Setelah berdekatan, aku dan Bu Limah langsung saling berpelukan sambil berciuman dengan panas. Bibirku dan bibir Bu Limah saling pagut dengan liar dan penuh nafsu untuk melepaskannya yang selama ini sama-sama di tahan. Tanganku dan tangan Bu Limah sama sama sibuk saling menggerayangi. Ku selusupkan tanganku ke balik daster Bu Limah hingga bagian bawah daster Bu Milah ikut terangkat ketika tanganku mulai ku remaskan ke belahan pantatnya lalu berpindah ke depan mengobel memeknya yang ternyata tidak bercelana dalam. Bulu jembutnya yang lebat ku permainkan dulu dengan menarik-nariknya dengan pelan sebelum menjamah memeknya. Memek Bu Limah yang tembam itu lalu kepermainkan, itilnya kucubit-cubit halus, jariku lalu ku masukan ke belahan memek Bu limah dan kuputar- putar di dalamnya. Sedangkan tangan Bu limah segera menyongsong ******ku yang sudah tegang di kocok-kocoknya perlahan batang ******ku seperti sedang mengurut, kemudian berpindah meremas buah zakarku. Karena situasinya tidak begitu begitu kondusif aku dan Bu Limah tidak berlama-lama melakukan cumbuan, segera saja aku dan Bu limah bersetubuh. Dengan mencoba tetap waspada kalau-kalau ada orang rumah yang keluar. Tubuh Bu Limah berdiri menyender di dinding dengan ujung daster bagian bawah di tariknya ke atas, satu kakinya naikan ke atas dan ku tahan dengan tanganku, tubuhku menghimpit tubuh Bu Limah ke dinding dan setelah dirasa posisinya pas mulai ku hujamkan ******ku ke memek Bu Milah. Biarpun dalam keadaan yang tidak begitu leluasa, aku dan Bu Limah saling bergelut dengan liar. Aku dan Bu Limah sama-sama penuh gairah dalam persetubuhan yang kami lakukan. Nafasku dan nafas Bu Limah saling memburu. Dengan tetap menusuk-nusukan ******ku tubuh Bu Limah sedikit ku angkat dengan tangan ku yang sebelumnya meremasa-remas bongkahan pantat Bu Limah. Aku dan Bu Limah terus bergerak untuk saling berbagi kenikmatan dengan mulut yang tanpa mengeluarkan suara angkat dan kutahan. Dengan cara seperti itu ternyata aku merasakan sensasi bersetubuh yang lain, yang tak kalah nikmat nya dengan persetubuhan biasa. Aku dan Bu Milah menjadi lebih panas dan penuh gairah untuk segera menuntaskan permainan penuh nafsu ini. Mukaku ku labuhkan di tengah-tengah payudara Bu Limah setelah Bu Limah membuka kancing daster nya, lalu ku permainkan buah dada Bu Limah dengan mulutku dengan menciumi dan menghisapinya dan pada putingnya mulut ku menyosot seperti sedang menyusu membuat Bu Limah meliuk-liuk penuk nikmat. Dan Akhinya dengan tanpa merubah posisi kami yang tetap berdiri aku dan Bu Limah sampai ke ujung klimaks, tubuhku dan tubuh Bu Limah bergelut kian rapat, pantat Bu Limah menggeol-geol tak beraturan dengan semakin liar dan ku hujamankan ******ku semakin kencang sedangkan bibirku dan bibir Bu Limah terus berpagutan dengan ganasnya saling melumat dan bertukar lidah, hingga pada akhirnya tubuhku dan tubuh Bu Limah sama-sama mengejang menahan kenikmatan yang tiada tara itu, spermaku pun tumpah memenuhi rongga-rongga memek Bu Limah

 

Angie dan Intan
Perkenalkan dulu namaku Andra .Aku adalah pengirim cerita Senandung Masa Puber.Sekarang aku sudah kelas 1 SMU di kotaku yaitu Klaten. Aku orangnya imut, manis (kata temenku aku mirip bintang film India) dan aku juga seorang model di kota yogyakarta sehingga cewek cewek banyak yang ingin menjadi pacarku. Aku juga gaul jadi banyak teman yang sering datang kerumahku. Aku mempunyai tetengga belakang rumahku yang bernama Intan dan Anggi. Intan orangnya manis,tinggi,dan bongsor mirip anak yang berumur 16 tahun. Dia masih kelas 6 SD sedangkan Anggi adik Intan yang sedang kelas 4 SD. Dia juga bongsor sama dengan Intan tetepi bedanya dia agak pendek dan juga Anggi lebih putih, cantik serta lincah juga. Intan anaknya montok dan yang membikin aku tidak tahan adalah pentilnya yang besar itu berukuran 32B. Dia suka memakai celana pendek dan atasannya hanya memekai kaos tipis dalamnya memakai kaos dalam yang longgar tanpa Bh atau Bh saja sehingga pentilnya yang berwarna coklat muda kelihatan sedikit membayang bila memakai kaos dalam saja. Kalau Anggi orangnya suka memakai rok mini yang minim banget atau sebatas pertengahan paha sehingga paha mulus Anggi kelihatan dan atasannya memakai kaos tipis tanpa memakai pakaian dalam sama sekali sehingga pentilnya yang berukuran 34A kelihatan tercetak jelas. Dia juga senang menggodaku dengan memakai celana ketat sepangkal paha milik Intan tanpa celana dalam dan atasannya memakai tengtop tanpa miniset (dia suka memakai miniset) bila aku bermain kerumahnya kalau tidak ada orang tuanya sehingga semua tubuhnya terbayang jelas dibalik pakaiannya yang serba tipis membuat aku tak tahan.Dan bila dia sudah begitu aku langsung mendekatinya dan memeluk serta meraba raba pentil dan tempiknya yang membukit dibalik celana ketatnya. Kalau Intan suka menggoda aku bila bermain kerumahnya dengan memakai rok Anggi yang mini didalamnya tanpa celana dalam dan atasanya hanya memakai kaos dalem putih/coklat tipis banget hingga pentilnya seperti dia pamerkan kepadaku. Aku menyetubuhinya pertama kali saat aku,Intan,dan Anggi berenag dikolam renang rumah Intan. Ceritanya begini: Saat itu hari Minggu(12 Februari 2003)aku main kerumah Intan dan Anggi yang kelihatannya lagi sepi.Saat aku tanya ke Anggi papa dan mamanya lagi kemana dia mengatakan kalau papa dan mamanya lagi keSemarang dan pulangnya lusa dan dirumah hanya ada mereka berdua dan pembantu perempuan yang berumur 22tahun bernama mbak Asih.Lalu aku mengajaknya berenang dirumahnya yang ada kolam renangnya dibelakang rumahnya. Anggi langsung senang dan mengajak Intan kakaknya. Intan langsung keluar dan saat itu dia hanya memakai kimono tidur dan kelihatanya dia tidak memakai apa apa didalamnya dia mengiyakan ajakan adiknya.Aku langsung masuk kerumahnya yang sedang sepi itu dan mencuri curi pandang kearah tempik dan paha Intan yang kelihatan saat Intan duduk didepan ruang keluarga.Saat itu aku memakai celana pendek yang dari bahan parasut atasanya kaos junkies.Aku meminjam celana Intan agar bajuku tidak basah. �Intan aku pinjam dong celana kamu biar bajuku tidak basah�kataku �Sebentar yah aku ambilin�katanya dan dia meminjamiku celana yang ketat tapi bisa mengembang berwarna kuning �Bentar yah aku ganti baju dulu�katanya dan masuk kekamar Anggi.Aku langsung mengganti bajuku dengan celana Intan didepan Tv karena Anggi dan Intan sedang berganti baju dikamar. Saat itu aku sedang telanjang tanpa memakai apapun dan Anggi keluar tanpa aku sadari karena posisiku didepanya membelakanginya. Intan dari tadi memperhatikanku dari belakang.Tau tau dia sudah memegang kontolku yang sedikit ngaceng karena melihat paha dan tempik Intan. �Eh kok menganggu angguk ini apa sih,ada rambutnya lagi?�tanyanya sambil memegang kontolku �Eh Anggi kamu sudah ganti baju�tanyaku gugup tapi tanpa menepis tangan Anggi yang memegangi kontolku karena Anggi meremas remasnya sehingga kontolku geli geli nikmat rasanya. �Ya sudah dong�katanya sambil tetap meremas kontolku.Dia memakai baju renang yang sangat sexy banget bawahnya celana dalam nilon tipis berwarna pink terusanya seperti tengtop tipis banget dari kaos berwarna kuning sehingga semua bentuk tubuh Anggi kelihatan sekali menambah ketegangan kontolku apalagi ditambah remasan Anggi. �Lepasin dong kan sakit tititku?kataku pura pura tapi didalam hati aku berkata nanti aja kalau kita udah berenang.Dia melepaskan kontolku aku langsung memakai celana Intan.Kontolku membayang jelas dibalik celana nilon tipis Intan mirip ulat yang melintang keatas.Lalu aku ikutan duduk dan memeluk Anggi yang sedang duduk dikursi ruang keluarga itu.Aku memeluknya dari belakang karena Anggi duduknya membelakangiku.Tanganku langsung hinggap dipentil Anggi dan meremasnya pelan pelan. �Ah geli,eh�tapi kok enak yah�katanya sambil memegang tanganku tanpa menariknya. �Enakkan,tadi tititku juga keenakan kayak gini�kataku sambil berusaha memasukan tanganku kedalam pakaian renang Anggi dan menarik tali pakaian renangnya yang berbentuk tengtop itu hingga terlepas sedikit tapi sudah memperlihatkan pentil Anggi yang sebesar tutup teko itu. �Nggi balik sini dong�kataku sambil menariknya agar menghadap ke aku.Dia langsung berbalik dan saat itu juga pentil indah milik gadis kecil terlihat jelas dihadapanku.Pentil cewek kecil dengan puting merah muda menggemaskan �Eh diliatin terus�katanya sambil menarik kembali tali bajunya keatas dan aku hanya senyum saja.Saat itu Intan keluar. Pakaian Intan tak kalah sexynya dengan adiknya.Dia memakai tengtop dengan terusan rok sebatas lutut dari bahan nilon berwarna hitam dan kelihatanya dia tak memakai apa apa didalamnya karena pentilnya jelas tercetak dibalik tengtopnya yang tipis. �Wah kamu cantik banget lho Ta�kataku.Pandangan Intan kebawah bagian kontolku. �Ih lucu apaan tuh yang panjang�katanya menunjuk kontolku Dasar anak anak kataku dalam hati.�Ini namanya titit�kataku sambil ngeluarin kontolku yang sejak tadi ngaceng. �Ta aku nggak pakai ini aja deh,kesempitan�kataku sambil melepas celana Intan memperlihatkan kontolku yang berjembut lebat lalu mengembalikanya.Aku sengaja melepasnya karena aku ingin Anggi dan Intan melihat kontolku dan supaya kontolku bebas bergerak. �Ya udah sini aku kembaliin�katanya sambil meraba kontolku.Seeerrrr tangan halusnya menyentuh kontolku yang mengangguk angguk ngaceng. Lalu kami keluar dan kekolam renang dibelakang rumah dan tak lupa menutup pintu depan rumah Intan agar tak ada tamu yang datang.Aku berenang dengan mereka dengan telanjang bulat tanpa malu malu karena mereka belum mengerti apa apa.Saat aku tidak berenang dan tiduran di pinggir kolam sambil mengelus elus kontolku yang aku biarkan tegang Intan mendekatiku lalu disusul Anggi dibelakangnya. �Eh lucu kayak burung�kata Intan sambil memegang dan meremas kuat kontolku karena gemes.Aku yang diremes jadi sedikit kesakitan �Ukhh sakit Ta jangan diremes tapi diginiin�kataku sambil menaik turunkan kontolku. Lalu Intan memegangnya dan menaik turunkan kontolku. �Begini�katanya �Shhhh?ahhhh Taa mmhhh�kataku sambil memegangi pundaknya. �Kenapa sakit ya tititnya�tanyanya menghentikan kocokanya �Nggak kok terusshhh enak kok�kataku lalu tanganku memegang pentil Intan yang basah tercetak dipakaiannya. �Jangan pegang basah nih�katanya sambil terus mengocokku.Aku tak peduli dan terus meremas pentilnya malah menurunkan tali tengtop yang ada di bahunya hingga pentilnya yang putih mulus dengan puting coklat muda kelihatan menggiurkan. �Shhhh terusss�kata Intan mulai merasa keenakan pentilnya aku remas remas. �Kak ikutan dong Anggi dari belakang lalu duduk menghadapku. �Stop,berhenti dulu aku ajarin yang enak mau nggak?�tanyaku �Apaan sih�kata Intan �Iya,apaan�sahut Anggi Wah kebetulan nih pikirku. �Kita main ibu dan bapak�kataku �Gimana?�tanya keduanya hampir bersamaan �Gini,biar aku buka pakaian renang kalian lalu kita main�kataku sambil berusaha melepas pakaian Intan �Iya deh�jawab Intan. Lalu aku melepas tengtop Intan hingga Intan telanjang dan pakaian atas Anggi lalu cawet nilon Anggi dan membuang semua itu sembarangan. �Nah sekarang Anggi dulu?kataku mendekati Anggi dan menidurkan Anggi dikursi pantai panjang yang didekat kolam renang. �Kamu tiduran ya terus nikmati aja�kataku sambil membelai belai pentil Anggi yang putih mulus dan putingnya yang berwarna merah muda itu.Lalu aku mencium bibir Anggi dan melumat bibirnya.Mulanya dia hanya diam tapi lama lama dia membalasnya dan lidahku masuk kedalam mulutnya.Emhhhh�manisnya ludah milik Anggi.Kami berciuman lama sambil tanganku meremasi pentil serta memelintir putingnya.Intan hanya memperhatikan kami. �Eh seperti yang difilm yang ditonton papa sama mama�katanya.Aku terus saja melanjutkan permainanku dengan Anggi hingga ciumanku turun kedaerah pentil.Disana mulut dan lidahku mengulum dan menciumi pentil Anggi yang kiri dan tanganku yang kiri meremas pentilnya yang kanan. �Shhh akhhh�kak Intan enak kak,Anggi sukaaa�katanya diiringi rintihan keenakan.Lalu ciumanku turun keperut dan kebawah terus hingga sampai didaerah tempiknya yang belum ada bulunya sama sekali.Tempiknya putih banget dengan bukit melintang indah kebawah serta ada sesuatu seperti mengintip sebesar kacang.Aku hirup aroma tempiknya dalam dalam�mhhh haruuuum banget melebihi semua madu.Lalu aku menciumnya dan memainkan bibirku di tempiknya yang basah terus lama lama lidahku sudah menyusuri tempiknya. �Kakhhh Intan gawukku diapain kok enak sihhh�teriaknya Intan hanya menonton karena juga tidak mengerti.Lalu aku memasukkan lidahku kedalam tempik Anggi hingga masuk dan menjilati tempiknya yang sudah basah cairan kenikmatannya sampai kedaerah itilnya. �sluuup sruupp sllluuuupp amhhh�suara lidahku memainkan tempik Anggi �Shhhh miaahhhhh kak Itaaan Nikmat sekali kak,Anggi nggak tahan�katanya sambil tangannya meremas rambutku hingga acak acakan.Kedua tanganku bermain di pentilnya yang terbebas.Hingga tiba tiba Anggi berteriak. �Kak,Anggi mau pipis kak�akhhhhh�serrr�sserrrr�sseerrr..seeerrrr? kali tempiknya mengeluarkan cairan pejuh.Aku langsung menghabiskan cairan itu hingga habis karena rasanya sangat enak,gurih,manis.Dia kelihatan lemes banget dengan nafas memburu. �Kok enak banget,Anggi keenakan sekali�katanya �Sekarang aku ajarin ngulumin tititku ya�kataku �Sekarang kamu gantian diatas terus masukin tititku kemulutmu dan emutin Nggi�kataku sambil membaringkan tubuhku dikursi.Lalu Anggi memegang kontolku dan meremasnya lalu menjilat helmku yang berwarna merah tegang sekali. �Ayo Nggi emut seperti kamu ngemut es�kataku sambil mendorong kepala Anggi kebawah kontolku.Lalu Anggi mengulum kontolku tapi hanya 1/4nya saja karena kontolku besar(panjang 17 cm dan berdiameter 5 cm).Dia mengulumnya dengan kasar maklum baru pertama sampai kena giginya.Rasanya sakit sakit,geli,nikmat,enak bercampur jadi satu.Kontolku kena gigi tapi justru itu yang menambah nikmat bagiku. �Sluurrrppp�slurrpp?nyot..nyoot�bunyi kulumannya pada kontolku. �Shhh�yahhhh terus Anggi,kamu pintar banget�kataku �Intan kamu sini dong deket aku biar kamu enak juga�kataku agar Intan mendekat. Setelah Intan mendekat tanganku langsung menyambar pentilnya dan meremas remasnya �Ehhh�shhhhh tetekku sakit tau�katanya tapi tak berusaha menyingkirkan tanganku.Jadinya kontolku dikulumin cewek kecil dan tanganku meremasi pentil cewek cantik juga,sungguh pas dan nikmat sekali.Hingga aku akan segera akan keluar. �Ssshhhhh mhhhh�croottt�crrooottt�crrooott? kali panjang panjang aku menembakkan air pejuhku kemulut Anggi �kamu pipis kok nggak bilang sih?kata Anggi sambil mengelap pejuh yang meleleh keluar sampai dipipinya �Tapi kok enak yah rasanya�katanya lagi �Nggi kamu tiduran lagi dong biar aku ajaring yang lain�kataku.Lalu aku bangun digantikan Anggi yang ganti tiduran dikursi. �Apa lagi sih�tanya Intan �Enak deh liat aja�kataku brsiap siap naik kekursi lagi lalu aku menyuruh Intan kockin kontolku yang mengecil. �Tan kocokin dong biar ngaceng lagi nih�kataku sambil memegangi kontolku. Lalu Intan memgang dan mengocoknya hingga ngaceng kembali.Setelah ngaceng aku siap siap akan memasukkan kontolku kedalam tempiknya Anggi.Aku menggenggam kontolku dan mengarahkan kelobang tempik Anggi. �Nggi tahan dikit yah aku mau masukin kontolku�kataku sambil memegangi kontolku �Masukin aja aku pingin rasain kaya papa sama mama main ginian�katanya sambil jarinya menyentuh helmku �Intan kamu bantuin aku dong,tarik gawuknya Anggi biar agak lebar Ta�kataku lalu Intan menarik tempik Anggi kekiri dan kekanan dan aku lalu mendorong kontolku. Susah banget masuknya dan baru 3 kali sodokan helmku mulai masuk�bleeeshhh? �Kaaakhhh Intan sakit kak�teriak Anggi �Tahan sedikit Nggi�kataku lalu mendorong kontolku hingga ?masuk kontolku sudah menabrak selaput dara Anggi.Aku berhenti sebentar lalu menaik turunkan kontolku hingga Anggi kembali mendesah desah tanda dia merasa keenakan lagi.Lalu tiba tiba�bleessss�prett kontolku merobek selaput daranya dan masuk semua hingga amblas ketempik Anggi yang sempit.Kontolku seperti diremes remes dengan karet hingga sakit sakit tapi enak. �Aaaaakkkhhhhh kak Intan,gawukku perih�teriak Anggi dan aku terus diatas Anggi.Saat Anggi sudah sedikit tenang aku kembali menggerakkan pantatku naik turun.Pertama Anggi meringis ringis. �Shhhh sakiiit�udah dong gawukku sakit�rintihnya tapi aku tak peduli karena aku sudah gatel banget.Tapi lama lama rintihanya berubah jadi erangan dan desahan kenikmatan. �Shhh�ahhhhh aakkhhhh?yaahhhh kak Intan kok enak ya kak sakit tapi nikmat�katanya tak beraturan �Anggi gawukmu nikmat banget Nggi aku suka banget deh shhhh�aakhhhh�kataku keenakan juga sambil bergerak turun naik diatas tubuh mulus Anggi Gerakanku makin lama makin cepat hingga akhirnya. �Kak Intan Anggi pipis lagi kakhh�shhh..aaahhhhh?ssshhhhhh..aahhh�teriakanya membuatku makincepat menggenjot tempiknya hingga akhirnya �Akhhh sseeerrr�sseerrr.sseeerr�seerr�kali ini lebih banyak pejuh yang keluar dari tempik Anggi lalu aku mencabut kontolku yang belum keluar dan belum puas.Lalu aku menjilati tempik Anggi.Kulihat ditempiknya ada cairan putih dan ada darah yang meleleh tanda dia sudah tidak perawan lagi.Lalu aku menjilatinya sampai semua darah dan pejuh habis bersih dan aku telan semua.Rasanya enak,asin,gurih,amis darah bercampur jadi satu. Kontolku masih kokoh tegang dan basah mengkilap oleh pejuh dan sedikit darah Anggi. �Nggi sekarang kamu istirahat aja deh lihat giliran kak Intan�kataku �Iya deh,Anggi juga lemes kok dan gawukku sedikit sakit�katanya sambil membelai tempiknya yang bentuknya berubah menjadi tebal dan tembem menggelembung karena sudah kumasukin kontol.Bentuknya jadi sedikit keluar bibir tempiknya. �Sakit ya,tapi nikmat kan?�tanyaku �Iya sakit tapi enak kaya gimana gitu�katanya sambil tersenyum. Aku lalu mendekati Intan yang merabai tempiknya karena kegatalan sepertinya �Tan sekarang giliran kamu�kataku sambil menelakupkan telapakku kepentil Intan lalu meremasnya. �Sakit nggak sih nanti�tanyanya takut sakit �Nggak deh,malah enaaak sekali�kataku �Tuh tititku sudah tegang ingin dimasukin kegawukmu itu�kataku sambil meremas tempiknya.Intan lalu menutupkan pahanya agar aku tidak menggodanya lagi. �Iya tapi pelan pelan aja yah�katanya �Iya deh nikmatin aja kamu bakalan ketagihan�kataku lalu aku mendekati Intan dan menyodorkan kontolku kearahnya. �Tan remasin,kocok dan kulumin dong tititku biar lebih ngaceng?kataku sambil memegang tangan Intan. Intan lalu memegang dan meremas kontolku yang sudah ngaceng basah. �Teruushhh�Ta kocokin Taaa,enaaakhhhh�kataku menikmati remasan dan kocokan Intan pada kontolku. �Taaa emutin dong kaya Anggi tadi�kataku sambil menarik kepala Inta kearah kontolku. Intan lalu membuka mulutnya dan menjilati lubang kontolku yang kemerah merahan.Rasanya seperti digesekin kekondom(kalau aku ml sama Siska npacarku yang ada dalam cerita Senandung Masa puber aku kadang memakai kondom biar aman,kadang Siska ngocokin kontolku yang mesih berkondom?Enaaaknya si Siska).Sekarang Intan ngulumin kontolku. Hanya 1/4nya kontolku yang masuk karena panjangnya kontolku.Mhhhh?slluuuuupp�cleeep suaranya bikin aku melayang. �Taaaa nikamatnya,kamu lebih enakan dari Anggi emutan kamu�kataku melirik Anggi yang sedang merabai tempiknya yang membengkak merah dia meringis aja.Tiba tiba ada yang akan keluar dari kontolku. �Shhh akhh teruushhh ttaaaa�kataku lalu�croot croot crot crot pejuhku menyembur dalam mulut Intan. Intan menelan semua pejuhku karena dia tau kalau rasanya enak.Aku lalu bangun dari kursi dan menidurkan kekursi. �Tan sekarang kamu gantian yang rasain�kataku lalu aku mencium tempiknya lalu aku jilat bibir tempiknya(tempiknya putih bersih belum ada bulunya sama sekali dan berbau sedap cairan kewanitaanya).Aku menjilat,mencium,melumat sampai cairan Intan jadi habis semua. �Akhhh shhhh�mhhhhh�shhhh�akhhh�rintihan Intan semakin indah.Setelah beberapa saat akhirnya dia sampai juga. �Aaahhhh�aku pipis enakhhhh sekali�ssuuuurrr�suurrr..ssuuurrrrr�Intan menyemburkan pejuh panjang panjang sampai mengenai mukaku lalu aku menjilatinya sampai bersih serta meratakan pejuhnya dimukaku. �Ukhhh enak sekali aku sampai lemas�katanya sambil berbaring terlentang. �Gimana enakan?,sekarang kamu rasain kaya Anggi tadi yah�kataku sambil memegangi pentilnya yang mengeras dan mencuat tegang puting coklatnya.Lalu aku menaikin tubuh Intan yang telentang siap. �Ta tahan dikit yah kalau perih�kataku sambil memegangi kontolku kerah tempiknya Intan �Nggi bukain dong gawuk kak Intan�kataku pada Anggi lalu Anggi menarik tempik Intan kekanan dan kekiri membukanya.Terlihat bagian dalam tempik perawan Intan basah,merah muda dan berkedut kedut.Aku mendorong kontolku berkali kali tapi susah dan baru yang kelima kalinya aku berhasil,sepertinya tempi Intan malah lebih sempit dari punya Anggi.Sleeep?kepala kontolku baru masuk tapi Intan sudah teriak kesakitan. �Ukhhh�periiihh�sakiiit banget�katanya sambil tangannya mencengkeram pinggangku agar tidak masuk lagi.Setelah Intan agak tenang aku kembali menekan kontolku masuk lagi�sleeep..�Akhhhh�teriak Intan.Setelah ?lebih kontolku seperti menyentuh selaput tipisnya. �Kamu muncul lagi yah,ntar kamu aku robek�kataku dalam hati alu aku dengan tiba tiba menekan kontolku sekuat tenaga. �Slup�Brett akhhhh sakiiit�teriak Intan mencengkeram pinggangku kuat kuat.Aku diam aja sambil menikmati jepitan dinding tempik Intan yang kuat seperti mau menghancurkan kontol tegangku.Setelah nafas Intan agak teratur aku kembali menaik turunkan kontolku mengobok obok tempik perawan Intan. �Akhhh shhhh sakiiit pelan pelan dong periiih nih�teriaknya tapi aku tidak peduli. �Aku kenthu kamu Ta biar tempikmu perih�kataku dalam hati kegemesan �Sleep�sleep�cleep�cleeep�genjotanku naik turun makin lama makin cepat �Akhhh�shhhh?akhhhh sakiit�teriak Intan kesakitan tapi pinggangnya malah bergerak kekanan dan kekiri.Lama lama teriakannya berubah menjadi desahan nikmat. �Shhh..akhhhh�skhhh�akhhh enak bangethh siih kalau gini terus Intan mau dong�katanya sambil menekan pinggulku. �Akhhh taaa gawukmu sempit nikmat banget taaa�kataku sambil menggenjot tempiknya yang lama lama menjadi lancar nggak seret lagi dan basah oleh cairan kenikmatannya. �Sleep�sleepp..cluup�cluup�irama kanthuku membuat Anggi masturbasi dengan memasukkan dua jari mungilnya ketempiknya yang sekarang telah membesar itu �Kak Intan,Anggi gateeel�kata Anggi sambil mengeluar masukkan jarinya secara cepat Aku agak bosan dengan posisi itu lalu mencabut kontolku dari tempik Intan. �Kenapa dicabut sih gatel nih�kata Intan sambil menarik kontolku agar masuk kembali �Bentar Ta kita ganti posisi�kataku lalu menunggingkan Intan �Nah kamu terus gini aja ntar kamu lebih enak lagi�kataku sambil mendorong kontolku ketempiknya.Ternyata kontolku masih saja kesulitan masuknya karena tempiknya memeng sempit sekali.Bleeeeeesss?kontolku masuk pelan pelan. �Akhhhh teruushh masukin dong lagi�katanya.Aku lalu memaju mundurkan pantatku secepatnya biar Intan kesakitan(tujuanku agar aku mendapat variasi �Sleep�sleep.sleep�sleep�cplok�cplok�cplok�suara selakanganku menabrak pantat bulat Intan �Akhhh�shhhh?akhhh terus dong enak nih�katanya.Lama lama aku sudah merasakan akan keluar sesuatu dari kontolku dan Intan sepertinya juga begitu �Akhh aku mau pipis lagi�katanya �Aku juga Ta kita sama sama yuuuk�ajakku lalu aku memeluknya erat erat karena biar semua pejuhku masuk dalam rahim Intan �Crott�croot�croot..suurrr�surr..suurr�kami sama sama memuntahkan pejuh kami.Aku memeluk Intan erat sekali hingga kontolku mengecil dalam tempiknya.Rasanya enaak sekali melebihi Siska dulu pertama aku kenthu. Kami sama sama lelah,karena udah panas udaranya kami segera masuk kerumah Intan. Intan dan Anggi hanya membawa pakaian renangnya dan tidak memakainya karena malas.Kami masuk kedalam dan saat sampai di dapur kami kepergok mbak Asih yang lagi duduk membaca majalah Aneka. �Ehh kalian sedang renang ya�katanya sambil memandangi kontolku yang bebas terlihat olehnya �Iya mbak(aku kalau memanggilnya mbak)kami berenang dikolam tadi�kataku �kok pakaian renang dik Intan dan dik Anggi dilepas�katanya lagi �Kami tadi main ayah dan ibu�kata Intan menyahut �Ooooo kalian main ginian yah�kata Bi Asih sambil mengeluar masukkan jarinya kedalam ibu jari dan telunjuknya yang dikaitkannya. �Iya mbak Ehhh�kami�kataku gugup �Kenapa sih mbak nggak diajak,mbak kan mau ikutan�kata mbak Asih sambil mendekatiku dan merabai kontolku otomatis kontolku ngaceng lagi �Tadi enak nggak dik?�tanya mbak Asih �Enaak banget mbak�kata Anggi �Tapi kok periih banget ya mbak?�kata Intan �Tapi enak kan�kataku membiarkan tangan mbak Asih bermain dikontolku yang sudah ngaceng lagi �mbak kalau mau ikutan dikamar Intan aja tapi berdua aja yah kami kecapaian�kata Intan lalu kami masuk kekamar Intan.Saat itu mbak Asih memakai rok kolor hitam atas lutut atasannya memakai kaos oblong ketat tipis menampakkan Bhnya yang berukuran 36C berwarna pink(aku tau ukurannya setelah aku kenthu dengan bi Asih,bahkan aku menyimpannya untuk kenang kenangan bila aku ingin kenthu dengannya atau bila aku ngocok sendiri). Setelah dikamar Intan aku mengunci kamar hingga didalam kamar hanya ada aku dan mbak Asih sedang Intan dan Anggi nggak ikut karena kecapaian katanya. �uh besarnya kontolmu Ndra mbak jadi ingin rasain�katanya sambil menggerakkannya naik turun. �Shhhh mbak enak mbak kocokanmu�kataku sambil merabai pentil mbak Asih yang masih memakai pakaiannya.Lalu aku mengangkat kaos mbak Asih keatas dan melapasnya hingga terlihatlah Bh pink mbak Asih yang kelihatan sexy. �Mbak Bhnya lepasin ya,Andra pingin lihat susumu ini�kataku sambil meraba susunya yang kencang montok dan menantang.Aku memang sudah lama ingin mengenthu mbak Asih tetapi aku nggak enak mengajak dan baru sekarang �Iya Ndra susuku juga ingin kamu lumatin�katanya tetap remesin kontolku.Bhnya aku epas dan aku taruh diranjangnya Intan.Sekarang Bhnya lepas dan mbak Asih telanjang dada. Pentilnya besar,montok dan putingnya merah mencuat keatas membuat mataku melotot tak puas memandang �Mbak indah banget mbak�kataku lalu meremasnya kegemasan �Mhhh akhhh terus remes Ndra susu mbak As gatel�katanya lalu aku mencium bibirnya dan mbak Asih membalas ciumanku serta melumat bibirku lalu kami bermain lidah(ludah mbak Asih rasanya manis banget nggak kalah sama Intan dan Anggi)sambil tetep remasin susunya.Setelah puas ciuman aku menurunkan ciumanku kelehernya dan menggigiti lehernya sampai memerah lalu turun sampai kepentilnya.Disana aku melumat susunya lalu lama lama aku melumat putingnya yang mencuat indah. �Mhhh yahh Ndra teruus sayang�katanya sambil meremas belakang kepalaku Aku melumat pentil mbak Asih kiri kanan gantian,bila aku lumat kiri tanganku meremas yang kanan tapi bila aku lumat yang kanan tanganku meremas yang kiri. Aku lalu menarik rok kolor mbak Asih kebawah sampai lepas hingga tempik mbak Asih telihat bebas.Ternyata mbak Asih nggak pakai celana dalam pantesan tadi duduknya didapur kakinya ditutupin handuk.Tempik mbak Asih menggunduk tebal dengan jembut lebat menghiasi bukit tempiknya. Aku langsung memandang keindahan hutan mbak Asih tak berkedip.Mbak Asih yang masih muda(boleh dibilang remaja)mirip cewek cina karena putihnya mbak Asih,susunya putih montok dengan puting merah mencuat sedangkan tempiknya tebal membukit dengan bulu jembut yang rimbun idah pasti semua cowok akan langsung onani bila melihatnya telanjang. �Udah Ndra kok dipandang terus�katanya mengaitkan pahanya dan duduk ditepi ranjang.Aku hanya senyum saja lalu mendorong mbak Asih telentang lalu menjilat tempiknya yang sudah sangat basah dan berbau enak.Jilatanku naik turun terus melumat lumat hingga mbak Asih kelojotan keenakan. �Akhh Ndraa kamu nakal sayang,teruuusshhhh�katanya sambil meremas remas bantal.Aku terus saja mengerjai tempiknya sampai mbak Asih mengangkat kepalaku dan berkata �Udah Ndra masukin aja kontol kamu itu aku sudah ingin rasain�katanya sambil mengangkangkan paha mulusnya lalu aku menaiki tubtuhnya dan mengarahkan kontolku ketempik rimbunnya.Ternyata susah banget hingga 4 kali usaha bru masuk.Slleep kepala kontolku baru masuk. �Akshhh pelan pelan yah Ndra�kata mbak Asih lalu aku menekan lagi pantatku masuk hingga 3/4nya kontolku seperti menekan sesuatu selaput. Ternyata mbak Asih masih perawan. �Mbak asih perawan ya?�tanyaku �Iya,mbak baru main ini�katanya �Nggak apa apa mbak aku mengambil perawan mbak?�kataku �Nggak apa apa kok,malah mbak senang bisa ngasih kepada orang yang mbak cintai�ternyata mbak asih suka padaku.Lalu aku menekan lagi pantatku hingga Bless?preet sleput itu telah sobek. �Akh sakit Ndra terusin aja kok mbak nggak apa apa�katanya.Aku lalu mendiamkan kontolku didalam tempik mbak asih menikmati pijatan sexynya �Shhh mbak makasih yah enak sekali,aku kapan kapan mau lagi�kataku meremasi pentilnya yang sudah keras. �Iya sayang�katanya membelai bibirku sambil menitikka air matanya.Ternyata mbak Asih benar benar mencintaiku.Lalu aku menaik turunkan pantatku pelan pelan makin lama makin cepat.Dari seret sampai lancr keluar masuknya �Sleep..sleepp..cleep..cleep?akhhhh?shhh�akhhh..mbaakkk?enak�Andraa aku sayang kamu�teriakan kami sungguh indah.Kami tetap pada posisi itu hingga akhirnya mbak Asih mendorong tubuhku hingga kontolku terlepas dari tempiknya dan menyuruhku dibawah. �Sayang kamu dibawah yah biar aku rasain diatas�katanya lalu dia menduduki kontolku yang basah mengkilat.Sleeeeepp kontolku masuk pelahan lahan. �Aahh��desahannya memulai gerakannya naik turun.Slee�cleep�cleep..seeepp irama kenthu kami yang indah. Kami tak hentinya bergerak,mbak Asih naik turun sedang aku meremas remas pentilnya yang bergerak naik turun seirama gerakan pinggul sexynya hingga akhirnya? �Mbak aku sampai��kataku �Ahhh aku juga sayang kita keluarin sama sama yuuukkkhhhh�teriaknya Sleep..cleep..cleepp�akhhh�shhh..akhhh ..shhh lalu serrrr�serrrr�serrrrr kami sampai hampir bersama sama tapi aku hanya mengeluarkan pejuh sedikit banget karena sudah terkuras tadi.Mbak Asih lalu rebah diatas tubuhku kelelahan dan kontolku masih didalam tempiknya sampai mengecil lagi. �ndra aku cinta kamu Ndra�katanya sambil menitikan air matanya diatas tubuhku �Tapi aku sudah menjadi pacar Siska�kataku sambil menghapus air matanya �Aku nggak peduli asal kamu juga sayang aku,kamu mau kan menyayangiku?�katanya lagi �Iya sayang aku akan mencintai kamu walau kamu yang kedua�kataku memeluknya keharuan �Ohh�Ndra aku sayang kamu dan aku nggak peduli walau kamu milik Siska yang penting aku memiliki kamu�kata cintanya tulus padaku �Aku cinta kamu yang�sambil mencium bibirnya dari bawah tubuhnya aku berkata.Aku sungguh terharu sampai aku ikutan menangis (aku orangnya romantis dan sangat sentimen). Aku menurunkan tubuh indah sayangku yang kedua setelah aku kehabisan nafas keberatan.Lalu kami tertidur kelelahan dan aku memeluknya penuh kasih sayang karena aku diam diam juga menyayanginya. Sejak saat itu aku resmi jadi pacarnya walau dia rela menjadi yang kedua setelah Siskaku.Aku juga sering menemui Intan dan Anggi sampai saat ini bila aku lagi gatel ingin kenthu atau ingin rasain air pejuhnya.Saat dia pulang sekolah sekolah dengan jalan aku membolos sekolah karena aku ingin kenthu dengannya dialam terbuka (aku suka berexperimen dengan sex). Cerianya begini: Saat aku tau kalau jam 11 siang Intan pulang dari SDnya aku langsung menunggunya digardu ronda dekat sekolahnya karena aku tau jalan itu satu satunya jalan bila dia pulang sekolah.saat dia sampai digardu aku langsung memanggilnya dan kebetulan dia jalan sendirian tidak sama temennya. Dia kupanggil langsung saja kearahku karena tau aku yang memanggil. �Ada apa sih,kamu bolos yah�katanya sambil senyum �Iya nih kangen sama kamu yang�kataku �Yuk jalan kesana yuk�kataku mengajaknya kearah persawahan (sekolahan Intan dekat persawahan yang luas) �Yuk deh�katanya menggandeng tanganku mesra. �Intan aku kangen kamu sama permainan kita�kataku memeluk pundaknya dari samping setelah mendapatkan tempat yang agak terlindung dan sepi. �Yang bener aja deh�katanya memegang tanganku yang dipundaknya. �Iya,sampe sampe aku bolos begini�kataku lalu tanganku yang satunya meraba kakinya hingga terus sampai kepahanya. �Kamu nakal deh�katanya membiarka aku menyingkap rok merah seragamnya �Kita main yuk�kataku lalu aku menciumnya dan dia membalas lumatanku pada mulutnya karena dia sudah terbiasa aku lumatin.Tanganku meremas pentilnya setelah aku menidurkannya dirumput yang tempatnya terhalang semak rimbun.Kami ciuman lama banget sampai mulutku basah oleh ludahnya. lalu aku membuka kancing seragam putih SDnya dan melepasnya serta meletakakn disamping kami.Intan memakai kaos dalam putih dan aku segera mengangkatnya keatas hingga terlepas dan dia hanya tersenyum kepadaku tanganya mengelusi kontol tegangku yang sudah tadi dia keluarin dari celana panjangku(aku sengaja nggak pakai celana dalam karena aku sudah ada rencana) hingga tampak miniset putih yang masih menghalangi pentilnya. �Kok kamu pakai miniset sih kmau nggak sexy dong�kataku menggodanya �Aku malu kok teteku udah gede nih�katanya menutupi pentilnya yang terhalang miniset kecil putih.Aku lalu menaikkan minisetnya danmelepasnya dari tubuh kecilnya. �Ta kamu pakai lagi dong kaos dalemu sama seragammu�kataku menyodorkan baju seragamnya �Kok di pakai lagi?�katanya �Pokoknya kamu pakai aja deh�kataku lalu dia memakai semuanya tanpa miniset putihnya.Setelah selesai aku melepaskan celana panjangku,mendekatinya dan memangkunya sehingga dia diatasku.Aku menyingkapkan rok merahnya keatas dan dia hanya diam saja meremasin kontolku yang mengacung keatas.Kusingkap roknya hingga terbuka sampai pangkal pahanya,terlihatlah celana dalam hijau ada bunga bunga kecil miliknya �Ta aku lepasin yah�kataku sambil menarik cawet hijaunya kebawah dan Intan hanya mengangguk.Setelah lepas tangan kananku meraba raba tempiknya yang masih gundul itu naik turun sedang tangan kiriku masuk kedalam kaos dan seragam putihnya meremas susunya yang berukuran 32B itu �Ahhhh kamu�desahnya mulai keenakan sambil mengocok kontol itemku.Kami bermain pegang pegangan hingga kami puas lalu aku menyuruhnya tidur dan aku menindihnya terbalik(posisi 69)lalu aku menjilati,mengulum serta mengerjai tempiknya hingga basah cairan kenikmatan dan dia mengemut kontolku hingga kami sama sama mengeluarkan pejuh.Setelah keluar aku menyruhnya bangun dan berdiri menungging. Aku lalu menyingkap rok merahnya keatas sampai pantat dan tempiknya mengintip serta mendekatkan konotlku siap aku masukkan.Sleeeeeeppp kontolku masuk dengan mudah karena Intan sudah sering aku kenthuin. �Ta enak nggak?�kataku mendiamkan kontolku didalam tempiknya dan memegangi pinggang rampingnya �Ahhhh Ndra kontolmu nakal sekali�katanya sambil nungging dan pegangan pada pohon kelapa.Aku lalu mulai memaju mundurkan pantatku agar kontolku keluar masuk tempik Intan.Gerakanku mulanya lambat tapi lama lama mulai cepat dan lebih cepat. �Shhhh?akkhhhh�mhhhh akhhhh�akhhhh nikmaaat�teriak Intan �Taa enak,nikmat taaa�teriakku tertahan.Clep..clep�sleep�sleep irama monoton kenthu kami tapi indah. Aku mulai bosan dengan posisi nungging lalu aku mencabut kontolku dari tempiknya. �Ta sini aku gendong�kataku lalu menaikkan tubuh Intan dan mengarahkan kontolku lagi kedalam tempiknya.Sleeepp kontolku masuk dengan mantap Aku berdiri telanjang dan Intan diatasku lalu bergoyang naik turun semakin lama semakin cepat sampai rok dan seragamnya kusut.Aku memeluknya dan bibirku berciuman dengannya saling melumat dan menjilat. Hingga akhirnya aku akan sampai �Taa aku pipis Taaa�teriaku lagi �Ndraa aku juga Akhhhh��desahnya tertahan lalu Serrr�serrrr.serrr?croottt�croottt�crroooottt kami sampai hampir bersamaan dan saling memeluk erat erat.Aku menyandarkan tubuhnya dipohon kelapa sampai beberapa saat kontolku juga didalam tempiknya.Air pejuh kami kebanyakan sampai meleleh keluar membasahi rok seragam Intan.Sungguh nikmat kenthu sambil sembunyi ditempat terbuka seperti ini. Aku menurunkan Intan saat nafas kami kembali teratur dan mencabut kontolku dari tempiknya �Uhhhh..ta nikmat ya tadi�kataku membelai rambut Intan yang kusut serta merapikannya �Iya lain kali lagi yah Ndra�katanya.Aku memekai lagi celanaku dan mengambil miniset dan celana dalam hijau Intan serta menyimpannya �Ta buat aku yah cawet dan Bh minimu�kataku sambil mengantongi pakaian dalamnya �Buat apa?�tanyanya lalu tertawa kegelian �Buat kenang kenangan aja�kataku �Terus aku gimana nih�katanya sambil menyingkap roknya keatas memperlihatkan tempiknya yang tidak pakai celana dalam �Nggak usah pakai dulu hingga kamu sampai rumah baru kamu ganti terus tetekmu itu kan agak tertutup,nggak kelihatan kok tetekmu�kataku membela belai pentilnya yang tertutup seregam dan kaos dalam.Kami lalu pulang dan berpisah dijalan karena aku pulang jam 2 siang dan saat itu baru jam setengah satu jadi aku tadi kenthu sama Intan selama 1 ?jam lebih.Aku dijalan sepi menciumi celana dalam Intan dan minisetnya yang berbau tubuh serta keringatnya.Baunya kecut kecut segar tapi aku bener benar suka malah bila aku sedang terangsang dan tidak ada penyaluran aku lalu menjilat serta menyedot aroma wangi pakaian itu sambil mengocok kontolku sampai puas. Aku juga pernah menemui Anggi secara sembunyi ketika Anggi membeli sesuatu diwarung sebelah rumahku.Saat itu Anggi membeli rokok yang disuruh oleh papanya dan aku menemuinya serta menyuruhnya kembali menemuiku setelah dia mengembalikan rokok papanya.Setelah dia mengembalikan rokok papanya dia menemuiku lagi dan langsung aku ajak dia pergi kesawah deket rumahku yang tempatnya sepi. �Kenapa ajak aku kemari sih?�tanyanya sambil tangannya menggandeng tananku �Nggak kok,aku pingin main aja dengan kamu�kataku lalau aku memeluk pundaknya dan telapak tanganku langsung meraba susu kanannya karena posisiku ada dikirinya.Dia malah semakin memelukku erat karena dia memang suka aku remesin susu mininya �Eh,remasin dong teteku...kan lama nggak kamu remesin�katanya centil lalu aku memasukkan tanganku kekaos dan kaos dalamnya yang longgar lalu mencari susu mini yang aku sukai.Aku meremas remas dengan lembut karena Anggi suka diremesin lembut. Terasa sekali susu Anggi belum keras dan lembut karena belum ada rangsangan. �Enak terusin yah�katanya lalu kami berjalan beriringan kegubuk yang agak tersembunyi.Setelah sampai aku segera mendudukan Anggi di tikar lusuh yang ada digubuk itu lalu aku membuka kancing kaosnya karena kaos Anggi memakai kancing didadanya. �Nggi main lagi yuk,tititku gatel nih Nggi�kataku sambil menidurkannya dan menindih tubuh kecil Anggi setelah membuka kancing kaos Anggi �Iya yuk aku juga sudah lama nggak main lagi sama kamu�katanya lalu tangan Anggi meraba kontolku yang mulai ngaceng sejak sampai digubuk tadi.Lalu aku melumat bibir Anggi dan dia membalasnya tak kalah ganas karena sudah sering aku lumatun bibir merahnya.Tanganku langsung meremas susunya yang mulai mengeras dan pentilnya mencuat tegang.Saat kami sedang ciuman aku menaikkan kaosnya sampai terlepas lalu kaos dalamnya sekalian hingga Anggi telanjang dada terlihat susunya mengeras dengan pentil coklat muda tegak mengacung menantang.Aku lalu melepaskan lumatanku pada bibir mungil Anggi dan mulai melumati pentil kirinya yang tegang mengacung sambil tangan kiriku meremas susu kanannya yang bebas. �Aaahhh....ssshhhhh enaaak teruuss ya...�katanya sambil merabai kontolku yang ngaceng.Setelah agak lama aku mengerjai susunya secara bergantian lalu tanganku mulai melorotkan celana selutut ketat hitam Anggi hingga Anggi telanjang bulat karena Anggi tidak memakai celana dalam(biasanya Anggi memakai celana ketat itu sebagai ganti celana dalam).Tanganku segera menggosok gosok tempiknya yang mulai membasah pertanda Anggi sudah terangsang.Tempik Anggi sekarang kelihatan tebal dan dikanan kiri bibir tempiknya ada daging yang menyelaput tapi daging itu justru membuat enak jika disetubuhi.2 Jari tanganku aku masukkan kedalam lubang tempiknya lalu mengeluar masukkannya secara cepat seperti menyetubuhinya. �Aahhh...shhhhh sakiiit jangan pakai jari dong�katanya sambil tangannya memegangi lenganku kesakitan.Aku tak peduli hingga tempiknya berdarah menganai jariku.Setelah sadar tempik Anggi berdarah aku menghentikan jariku dan melihat Anggi menangis sambil tiduran. Aku segera saja naik ketubuh Anggi dan mengarahkan kontolku yang tegak mengacung acung kearah tempiknya yang merah merekah segar sekali kelihatannya.Sleeeepp..kontolku masuk perlahan lahan �Ukhhh pelan pelan aja yah�katanya lalu aku mulai menggerakan pantatku maju mundur memompa tempiknya. Terasa nikmat,licin,geli bercampur jadi satu menjadi sensasi setubuh anak anak yang membuat kami ketagihan.Kami bertahan pada posisi itu sampai kami sama sama melepaskan pejuh kami. �Akhhh...Anggi samapi nih..serr...serr..serrrr...seerr�teiakan Anggi nyaring dan kurasa ada aliran hangat melumuri kontolku.Lalu aku merasa kontolku semakin mengeras dan ingin memuncratkan air surga. �Nggiiiii....emut kontolku aku mau pipis sayang�kataku lalu mencabut kontolku dari tempiknya.Crroootttt....crrootttt....croottt lalu Anggi melumat ?kontolku hingga pejuhku habis keluar. �mhhh enak sekali pejuhmu�katanya sambil mengocok ngocok kontolku mencari sisa air pejuhku. �Udah dong Nggi�kataku lalu memasukkan lagi kontolku ketempiknya dan memangku Anggi ditikar gubuk duduk berpangkuan karena kontolku belum juga melemas. �Belum lemes ya�katanya lalu mengambil kaosnya menutupi daerah kemaluan kami yang masih menyatu. �Kenapa ditutup,kan nggak ada orang�kataku memakaikan kaosku ketubuhnya. �Biar nggak saru�katanya kegenitan.Kami tetap menyatukan kelamin kami hingga Anggi tertidur dalam pelukanku tapi kontolku nggak mau lemes juga akhirnya aku diam menikmati remesan remesan lembut tempik Anggi pada kontolku. Kami juga sering main bersama,berdua atau bertiga.Kadang dirumah Intan kadang dirumahku kadang dirumah Siska pacar kesatuku. Aku dan Siska juga sering main seks diluar ruangan karena kami juga menyukai petualangan yang seru.Kami main di sekolahan juga pernah. Dulu Siska dan aku bolos jam pelajaran berdua lalu kami sembunyi dikamar mandi yang letaknya memang agak tersembunyi dan tertutup.Pada saat dikamar mandi aku memeluk Siska dari belakang dan memasukkan tanganku kebaju seragamnya lalu meremas remas susunya dari luar kaos dalamnya dan diluar Bh mini Siska setelah puas aku membuka 3 kancing atas baju seragam Siska lalu aku mengangkat kaos Siska dan membuka kancing Bhnya lalu talinya aku tarik kekanan dan kekiri melewati bahu dan tangannya kemudian melepasnya singkatnya susu Siska tertutup tetapi hanya seragam dan kaos dalamnya.Lalu tanyanku menurunkan semua celanaku hingga celana dalamku sekalian menampakkan kontolku yang tegang mengangguk angguk minta dimasukin.Kemudian aku menurunkan celana dalam merah Siska tanpa melepas rok Siska. Kemudian aku mendekati Siska dari belakang dan mengarahkan kontolku dari belakang(kami sudah sama sama nafsu).Sleeeepp...blesss aku langsung memasukkan kontolku terburu buru karena sempit waktu membuat kesakitan Siska. �Aduuh pelan pelan dong Ndra,Siska sakit nih�katanya agak merintih �Sorry Sayang aku terlalu nafsu nih�kataku lalu tanganku menyambar susunya yang menggelantung indah dibalik seragam dan kaos dalamnya. Lalu aku mulai memaju mundurkan pantatku sambil tanganku berpegangan pada susunya dan meremasnya. �Shhhh...ahhhh...shhhh...Ndraaaa aku sayang kamuuuu�kata Siska setengah merintih kenikmatan �Siskaaaa aku juga,tempikmu sempiitt...nikmat Kaaaa�teriaku mengiringi kenikmatanku pada kemaluan kami.Sleeep...bleess...cplok..cplok...cplok irama persetubuhan kami sungguh indah hingga aku ketagihan.Kami melakukan posisi nungging itu lama sekali hingga kami sama sama sampai hampir bersamaan. �Shhh...ahhh Ndra Siska sampai nih�katanya sambil kepalanya mendongak kebelakang. �Iya Siska sayang aku juga sampai nih,didalam yah yaaaang�kataku lalu menghunjamkan kontolku dalam dalam ditempik Siska. Seerr...serr..serr...croot...croot...croot kami keluar hampir bersamaan lalu aku mencabut kontolku dari tempik Siska. Kontolku terlihat basah dari air mani kami dan air kenikmatan Siska. �Ugh...Ndra enaak banget ya�katanya sambil membenahi bajunya tetapi Siska tidak memakai kembali Bh dan celana dalamnya tetapi dia menyuruhku menyimpanya lalu aku menyimpanya disaku celanaku. �Iya yang aku sampai ketagihan,omong omong kamu kok nggak pakai kembali celana dalammu dan Bhmu yang�kataku sambil memakai celanaku kembali. �Nggak ah panas nih yang lagi pula aku malas lepas seragamku�katanya Lalu kami duduk beristirahat ditepian sisi kamar mandi sambil menunggu jam pelajaran selesai sambil saling membelai kemaluan kami menikmati sisa kenikmatan yang tadi kami lalui.Setelah bel pelajaran kami masuk kekelas berdua kembali mengikuti pelajaran seperti biasa.Siska tidak banyak bergerak dari tempat duduknya karena dia tidak pakai celana dalam dan Bh dan aku segera menyimpan pakaian dalam Siska ketasku takut ketahuan. Itulah petualangan seksku dengan cewek cewek kecil nan cantik yang membuatku ketagian.Dan kegiatan kami ini terus berlanjut sampai sekarang.

Temanku, Kekasihku, Saudaraku?

Perkenalkan namaku Maya aku punya teman bernama Jenny. Kami sudah berteman sejak SMA kalau dihitung2 sekarang sekitar 15 tahun. Dan kami selalu terbuka dalam segala hal. Persahabatan kami boleh dibilang sangat dekat bahkan kami sudah begitu akrab dengan saudara dan orang tua masing2 sudah seperti saudara selayaknya. Begitupun dengan kedua orang tua kami dan saudara2 kami sangat akrab satu sama lain. Setelah kami lulus kami tinggal di kota yang berbeda. Dia melanjutkan kuliah sedangkan aku lebih memilih bekerja secara langsung karena kemampuan ekonomi keluarga yang tidak mendukung. Tapi pekerjaan aku banyak berurusan ke kota tempat tinggal dia sehingga kami kerap ketemu walaupun hanya untuk makan siang dan sekali2 aku menginap di kostnya karena letih menempuh perjalan yang agak jauh dengan sepeda motor ataupun hanya untuk sekedar tidur2 an melapas lelah. Dia sampai memberikan aku kunci cadangan kalau2 dia tidak ada di tempat dan aku mau kesana. Kerap kalau aku gajian aku membeli sesuatu untuk dia sekedar hadiah atau kadang kami makan ketempat yang agak lumayanlah untuk ukuran anak kost. Suatu hari ketika aku ke tempat dia aku lihat dia sedang tiduran, berselimut. �Lho jam segini kok tiduran? Kamu sakit ya??sambil aku raba keningnya agak panas. �Kamu sudah makan belum??Tanya aku lagi �Ga kepingin masih mual2? �Kok mual kamu ngidam toh? He..he?aku candain dia sambil aku raba badannya basah semua. �Baju kamu basah. Ganti dulu gih?sambil aku ambilin baju di almari dia. Ini pertama kali aku liat dia telanjang di depan aku walaupun kami sudah temanan cukup lama. Memang badannya putih mulus beda sama aku yang kulitnya asia banget. (Kata orang kopi lebih mahal dari gula �tapi ga nyombong bule banyak yang suka boo sering muji katanya badanku seksi dengan payudara yang bisa dibilang lumayan lah? Habis itu dia tiduran lagi dan aku selimutin dia. �Aku keluar dulu beli bubur ayam ya? Kamu minta apa lagi??dia Cuma senyum dan menggeleng sambil bilang �Hati-hati !!? aku suapin dia sambil memberikan minum teh hangat. Baru aku makan. �Kamu hari ini jangan pulang ya, tidur disini saja!?pintanya. �Ya liat kamu begini ga mungkinlah aku pulang. Tapi aku pinjam baju kamu biar ini besok bisa dipake kerja lagi? Malam ini tidak seperti biasanya aku tidur disini, aku berbaring di sebelah dia sambil membaca buku dan dia tertidur lebih awal. Biasanya kami ngobrol sampe larut. Tiba-tiba aku liat dia agak gelisah tidurnya dengan keringat mengalir di kening. Tanpa tersadar aku elus2 kepala dia untuk menenangkan. Dan dia terbangun. �Kamu kok tidurnya gelisah banget ada apa??sambil aku ambil tissue dan mengelap keringat dia. Dia hanya memandang aku sebentar kemudian melanjutkan tidurnya. Dan akupun ikut berbaring di sebelahnya. Dan tanganku masing mengelus elus rambutnya. Aku tidak tau ada suatu perasaan aneh yang blm pernah aku rasakan walaupun kami sudah dekat begitu lama. Tiba2 dia terbangun lagi. Dan secara spontan dia meletakkan kepalanya di dada aku. Dengan sedikit bingung aku Tanya lagi �Kamu ada apa kok tidurnya begini?? �Ya pingin aja, biar lebih tenangan kamu ga suka ya? Aku cuman tersenyum sambil tangan aku yang satunya pegang tangan dia dan yang satunya tetap mengelus2 rambut dia. Tanpa sadar aku kecup kening dia. Mungkin terbawa suasana. Dia hanya melihat dan tersenyum. Senyum termanis yang pernah aku lihat. Tiba-tiba dia bilang �Aku sayang banget sama kamu. Kamu gimana?? Deg?aku agak kaget dan aku jawab �Ya sayang lah? Tangannya sedikit bergerak mengelus2 payudara aku, aku jadi agak terangsang karena tidak pakai bra. Tapi aku biarkan saja. Lama-lama nafasku agak cepat dan diapun begitu. Lalu aku turun dan mengecup bibirnya. Tidak aku sangka dia membalas. Kami berpagutan lama sekali saling mempermainkan lidah kami berdua. Dengan secepat kilat aku ubah posisi agar dia di bawah aku bergerak menciumi lehernya dia terus mendesah. Ssshhhhhhhhh��tanganku yang kiri bergrilya menuju payudaranya untuk meremas-remas sedangkan yang kanan tetap mengelus rambutnya. Lalu aku naik, aku gigit2 kecil kupingnya ku kecup dan kupermainkan lidah disana dia semakin menggelora ougghhhhh?sambil tanganku tetap memilin putingnya. Kecupanku pindah lagi ke lehernya dan kemudian satu persatu aku lepas pakainnya dan juga pakaiannku. Aku turun lagi menuju ke payudaranya yang kanan sambil aku cium-cium aku tarik2 putingnya dan tanganku yang kiri memilin putingnya sambil sesekali meremas. Dia mendesah ooouuughhhhhh sayang?.aku suka ini terus�oughhhh aku sayang kamu Mendengar kata-kata itu aku menjadi lebih bernafsu. Aku ciumi payudaranya bergantian, aku kulum, aku tarik2 seperti bayi netek tangan yang satunya tetap meremas dan dia tambah mengigau kepalakupun makin di tekan ke teteknya. Terusin sayang oughhhhh?.ooooughhhhh shhhhhh��. Akhirnya tanganku yang kiri aku turunkan dan menjalar ke bawah bermain2 di permukaan V nya. Dia semakin menggelinjang dan aku semakin bernafsu melihat rona mukanya akupun semakin liar menghisap, menarik, meremas dan kadang mempermainkan lidahku di putingnya sambil tanganku yang dibawah meraba area V nya. Ouugghhhhhh sayang��ooughhhh aku ga tahan dan tiba2 dia mendapatkan orgasmenya yang pertama. Kemudian sasaranku turun. Aku ciumi dari perutrnya kemudian aku permainkan lidah di pusarnya, dia sedikit kegelian sambil tanganku yang satu tetap meremas tetenya. Aku semakin ke bawah dan sampilah di selangkangannya. Aku ciumin pahanya kiri kanan, terus makin ke bawah ke daerah V nya aku permainkan dengan lidah dia semakin menggeliat, memohon, dan pandangan matanya membuat aku semakin bernafsu melihat dia begitu memohon. Oooughhhhh sayang masukin jari kamu plssss aku pingin�� Aku masih mempermainkan lidah di sekeliling V nya dan tanganku yang satu mempermainkan tetenya meremas, menarik putingnya kadang aku pilin2. tangan yang satu tetap bermain di permukaan V nya. Oughhhh sayang?masukin jari kamu dong plsssss!!! Aku suka sekali melihat dia memohon dan akhirnya aku tidak tega. Aku masukin 2 jari sambil aku permainkan lidah aku di klentitnya. Aku tusuk2 permukaannya pakai lidah sedangkan tanganku bermain di area dalam. Keluar masuk seirama dengan lidah aku. Dia mengerang, menjerit pantatnya sesekali mengangkat dan kadang bergoyang dengan liarnya. Kepala aku ditekan dengan ganasnya sampai aku sulit bernafas. Aku gerakkan kepalaku naik turun sambil menusukkan lidah aku di area Vnya dan mengocoknya dengan jari. Oughhhhhh�aaaaggghhhh sayang jarinya jangan dilepasin, kocok aku pls�aku suka ini?akkkhhhhhh Pantanya semakin liar naik turun kadang memutar dan tangannya kadang menjambak kadang menekan kepala. Tiba tiba dia aughhhh sayang�badannya bergetar dan dia orgasme dia menyiram aku dengan cairan kepuasannya. Ini tidak aku hentikan sekarang aku isap kuat2 semua cairannya dan aku tarik2 kelentitnya. Dia meronta, kadang2 kepalanya mengangkat melihat aksi yang aku lakukan dan tanganya tetap menekan2 kepalaku seolah2 tidak mau dilepaskan. �Oughhh sayang ini milik kamu semua?dan jariku tetap di dalam bermain2 dan kadang dia menjepit dengan kuatnya. Aku permainkan lagi lidah aku. Aku tusuk dengan sekuatnya bersamaan dengan jari dia merontah oooughhhhh?. Berikutnya aku meminta dia menungging? �Sayang kamu nungging ya????? Dan dia pun menungging dalam keadaan dia begitu aku isap seluruh daerah Vnya dari belakang dan aku sedot cairan kepuasan yang masih tersisa. Kemudian aku permainkan lidah aku dari belakang. Dia menggelinjang dan berteriak oughhhhh sayang? Kemudian aku masukkan lagi 2 jari dari belakang sambil terus aku ciumi dia jariku dengan kuat menyodoknya dari belakang dia semakin liar pinggulnya, badannya semua bergerak, dan tangaku yang satunya mempermainkan teteknya. Dia mengigau menjepit sayang?kocok yang dalam ouughhh aku suka akupun memenuhi keinginannya sambil lidah tetap bermain2 dari belakang. Tiba2 dia meremas bantal dan dia menempelkan wajahnya di bantal dia berusaha menjerit aaaauuugggggggghhhhhhhh��saaaaaa?.yyyaaaangggg aaaaggghhhhhh cairannya keluar banyak sekali sampai meleleh di tanganku. Akhirnya aku masukkan lagi kepala aku keselangkangannya. Kemudian kami sama2 berbaring kelelahan. Dia tersenyum dan aku cium keningnya. Kamu suka? Aku Tanya dia. �Iya..tks sayang?dan dia mengecup bibir aku Akhirnya kamipun tertidur sambil berpelukan. Besoknya aku bangun pagi2 sekali setelah membersihkan badan aku langsung keluar mencari sarapan untuk kami berdua dan sambil membeli obat penurun panas. Kami sarapan bersama dan sebelum aku berangkat kerja aku cium keningnya tapi ternyata dia lebih ganas dengan mencium bibirku. Trus dia memberikan senyum �Tks untuk yang semalam? Akupun tersenyum sambil menyuruhnya meminum obat. Hubungan kami berlanjut begitu lama dan bersukur tanpa pernah ada masalah. Aku kasi dia kebebasan untuk bergaul dan dia juga begitu kami sangat menghargai dan menikmati hubungan ini dan kami tetap keept agar jangan sampai orang lain tahu. Aku menjadi lebih sering tinggal di kostnya secara tidak langsung pekerjaan aku yang bertambah banyak jadi aku pulang kadang 2 atau tiga hari sekali. Hampir setiap malam kami berekspresi mewujudkan kasih sayang kami. Pernah suatu hari aku ambil cuti 2 hari yang bertepatan dengan libur dia kuliah. Kami pergi ke tempat yang kami sudah idam2kan sejak SMA karena keindahannya. Kami menyawa hotel. Aku berendam di kamar mandi tiba-tiba dia datang. Dia menyabuni seluruh badan aku dan yang paling lama dia menyabuni tetekku. Kadang ditekan, kadang di remas membuat aku tidak tahan. Aku tarik dia ke bathtub, kami berciuman sangat lama kemudian aku raba kebawah, dia mulai mendesah�ssshhhhh oughhhh Aku permainkan permukaan V nya sebelum aku masukkan 2 jari sambil bibir kami tetap berpagutan dan tetek kami beradu membuat sensasi yang berbeda. Kemudian dia menjerit dan dia orgasme. Aku begitu bahagia bila melihat dia puas. Dan kamipun melanjutkan mandi. Malamnya kami bertempur agak sedikit gila dengan inspirasi yang baru. Aku senderkan dia ke tembok, aku mencium dia dengan agak ganas karena permintaan dia mau sedikit liar malam ini. Aku mencium bibirnya, lehernya, kupingnya sambil tete kami tetap beradu dan saling menekan. Kemudian aku angkat satu kakinya aku masukkan jari kesana aku permainkan maju mundur ternyata rasanya lebih menekan dia menjerit, dan menarik kepala aku sambil mencium dengan lebih ganas Terkadang dia melepaskan pagutan kami hanya untuk mendesah aooughhhh�oooughhh? Lalu aku dorong dia ke pinggir tempat tidur sambil kakinya tetap menggelantung Aku buka pahanya lebar-lebar. Aku masukkan 2 jari kanan ke Vnya dan 1 jari telunjuk ke anusnya sambil aku tusuk dengan lidah area V nya Dia kaget dan menjerit, tapi aku diamkan jariku sebentar untuk membuat dia rileks sambil terus kucium V nya akhirnya aku gerakkan kedua jariku pelan2 Dia mulai merontah tidak karuan, mendesah oooughhh sayanggg pantatnya naik turun makin lama kocokanku makin cepat bibirku tidak berhenti melumat V nyadia berteriak, mengerang, menekan kepalaku ssshhhhh ouuggghhhh sayang jangan tinggalin aku�oouughhhh Akhirnya sampai pada suatu titik dia tutup wajahnya dengan bantal dia gigit dan berteriak sambil pantatnya bergoyang naik turun tidak teratur. Dia orgasme..orgasme paling dalam karena mendapakan serangan dari dua arah. Aku cium keningnya. Sambil tersenyum. �Kamu suka??aku Tanya Dia langsung memeluk aku sambil bilang �I LOVE U? �I LOVE U TOO ?.?sambil aku peluk dia Setelah dia lulus kuliah dia mendapat pekerjaan di hotel dan aku kebetulan mendapat tugas belajar 1thn keluar daerah. Jadi kami agak jarang bertemu tapi kami tetap melakukan komunikasi via telp. Kadang kalau sama2 pingin kami melakukan Phone Sex dan herannya kami bisa sama2 puas. Sampai pada suatu saat dia mengatakan bahwa dia mencintai seseorang. Pertama ada rasa takut kehilangan.. sedih�sampai aku tutup telpnya tanpa mengatakan sepatah katapun. Dia telpon berkali2 aku tidak mau menjawab. Fikiranku tidak karuan. Ada rasa marah Lama aku berfikir tentang hal ini. Aku mencintai dia bukan berati bisa memiliki dalam keadaan begini. Dia berhak memiliki masa depan yang lebih baik dan aku harus support itu. Kemudian aku telpon dia dan menjelaskan semuanya. Dia sangat bahagia. Dan aku berjanji kalau pulang nanti mau bertemu mereka berdua. Saat bertemu ada sedikit rasa cemburu tapi aku berusaha untuk tidak menampakkan itu. Kami hanya bercanda sambil menikmati makan malam. 3 thn mereka pacaran akhirnya mereka menikah juga. Aku sangat bahagia bahkan aku turut sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk pernikahan mereka. Dan sebagai hadiah aku memberikan mereka voucer hotel utk bulan madu. 6 bln setelah pernikahan mereka suaminya berangkat ke negaranya dia orang binis jadi kadang 2 bulan disini 3 bln di negaranya. Lama2 dia goyah juga menghadapi situasi begini. Dia sering curhat, sampai masalah sedetilnya. Suatu hari dia menelpon aku saat itu aku libur. Dia bilang mau curhat dan akupun datang ke tempatnya. Dia menceritakan permasalahannya melihat mukanya sangat sedih aku reflek memeluknya dan mencium keningnya. Lama sekali aku memeluknya dan aku merasa sangat rindu memperlakukan dia begini. Hanya ingin memeluknya dan mengecup keningnya. Dia melarang aku pulang malam itu, katanya sudah kangen tidak pernah tidur bareng. Dan akupun memenuhi permintaannya. Malamnya kami nonton TV berdua dan dia duduk di sampingku. Tiba2 dia meletakkan kepalanya di pangkuanku. Aku elus2kepalanya rasanya agak canggung tapi aku rindu. Dan dia membimbing tanganku ke teteknya. Dia bilang �Aku kangen seperti dulu? Tanpa aku sadari aku meremas, aku mencium kupingnya aku lumat kemudian aku kebibirnya lidah akmi beradu dengan ganasnya dan tanganku beralih keperutnya aku elus2 Dia mendesah dan kamipun membuka pakaian aku tatap dia lama aku cium keningnya kemudian matanya bibirnya dan terus sampai dia bilang ouughhhhhhh Aku permainkan tanganku di bawah kemudian akupun turun menuju ke area V nya Aku permainkan disana sangat lama aku pagut, aku hisap aku tusukkan lidahku, dan jariku bermain2 di permukaan. Dia merintih�memohon �puasin aku plsss kayak dulu? Aku naik lagi aku ciumin tetenya, aku remas dengan ganasnya, aku cium, aku tarik, aku sedot dan dia tetap merintih�memohon Aku turn kembali ke Vnya yang sudah basah aku masukkan 2 jari dan dia mendengus oooughhhhhh��kemudian aku masukkan lidah aku bersamaan dengan jari aku permainkan aku kocok, sambil tangan yang satunya meremas tetenya. Aku kocok makin keras ..makin cepat dan dia semakin liar pantatnya naik turun tanganya menekan aku sodok dia semakin keras. Sampai akhirnya dia menjerit panjang. Sayaaaaaangggg akkkkkk ?.u dappp�pat aoughhhh Aku tidak berhenti, aku mau bikin dia benar2 puas. Bibirku tetap di Vnya tanganku tetap mengocok dan telunjuk kiriku ikut masuk ke anusnya, dia kaget ouuughhhhhhh sayanggggggg?.aku diamkan sesaat sambil tetap mencium Vnya Kemudian aku kocok bersamaan anus,v dan lidah aku, aku lihat dia makin menggelepar dia menikmati sekali dan aku suka itu. Matanya memandang sayu terkadang kepalanya diangkat ouughhh terusin�terusin? Kemudian diapun menjerit dan mengeluarkan cairan yang menyemprot mukaku. Lama tidak merasakan ini dan kamipun berpelukan. Saat suaminya datang tidak ada rasa cemburu sedikitpun dihati ini. Aku ikut senang. Terkadang kami jalan bertiga bahkan akhirnya suaminya menjadi salah satu costumer bisnis aku. Hubungan kami makin erat, dan kami tetap mencintai tetapi cinta yang lain. Sampai kemudian dia memutuskan untuk ikut suaminya. Itulah akhir dari cerita aku. Walaupun sudah lama berlalu tetapi aku tetap keept dia di hati as my best friend, as my sister, as my lovely u are the best for me. Aku senang kamu bahagia. Dan semoga aku segera menemukan kebahagiaan aku juga. Love n peace


Home Site Map my.TagTag

Terms of Use
TagTag.com