Stop Facebook exploiting you: support secure and private social network project

tagtag.com/17tahun

Kedua tangannya malu- malu menutupi
selangkangannya.&quo t; Huuuu ... mas Ari jorok ahhh
...", sahutnya malu-malu. Aku makin gemas dan bernafsu melihat tingkahnya."
Ayo aahh dik ... mas sudah kepengen ngerasain nih .... mas buka ya celana
dik Dina ...", kataku nakal. Dan dengan cepat aku berjongkok didepannya,
kedua tanganku meraih pinggulnya yang seksi dan kudekatkan ke arahku. Pada
mulanya Dina agak memberontak dan menolak tanganku namun begitu aku
memandang wajahnya dan tersenyum padanya akhirnya ia hanya pasrah dan
mandah saat jemari kedua tanganku mulai gerilya mencari ritsluiting celana
ketatnya yg berwarna putih itu. Mukaku persis didepan selangkangannya
sehingga aku dapat melihat gundukan bukit kemaluannya dari balik celana
ketatnya. Aku semakin tak sabar, dan begitu aku menemukan tali
ritsluitingnya segera kutarik kebawah sampai terbuka, kebetulan ia tak
memakai sabuk sehingga dengan mudah aku meloloskan dan memplorotkan
celananya sampai ke bawah. Sementara pandanganku tak pernah lepas dari
selangkangannya, dan kini terpampanglah didepanku CD nya yg berwarna putih
bersih itu tampak sedikit menonjol ditengahnya namun aku tak melihat dari
CD nya yg cukup tipis itu warna kehitaman sama sekali, berarti alat kelamin
Dina masih belum ditumbuhi rambut sama sekali. Waahh .... aku memandang
keatas dan Dina menatapku sambil tetap tersenyum. Wajahnya tampak memerah
menahan malu." Mas Ari buka yaa .. celana dalamnya ...", tanyaku pura2.
Dina hanya menganggukan kepalanya perlahan. Dengan gemetar jemari kedua
tanganku kembali merayap keatas menelusuri dari kedua betisnya yang kecil
terus keatas sampai kedua belah pahanya yang putih mulus tanpa cacat
sedikitpun, halus sekali kulit pahanya dan begitu seksi dan padat, aku
mengusap perlahan dan mulai meremas." Oooh ... masss... ". Dina merintih
kecil, kemudian jemari kedua tanganku merayap ke belakang ... kebelahan
bokongnya yang bulat. Aku meremas gemas disitu. Aahh... begitu halus,
kenyal dan padat...ternyata Dina pandai sekali merawat diri. Ketika jemari
tanganku menyentuh tali karet celana dalamnya yg bagian atas .... sreeet
...secepat kilat kutarik kebawah CD nya itu dengan gemas dan sreengg bau
alat kelaminnya langsung menyergap hidungku mmmmm ... harum.... kini
terpampanglah sudah daerah 'forbidden' itu ... alamak indahnya bentuk alat
kelaminnya itu. Menggembung membentuk seperti sebuah gundukan bukit kecil
mulai dari bawah pusarnya sampai kebawah diantara kedua belah pangkal
pahanya yang seksi, sementara dibagian tengah gundukan bukit kemaluannya
terbelah membentuk sebuah bibir tebal yang mengarah kebawah dan masih
tertutup rapat menutupi celah liang vaginanya. Dan disekitar situ aku tak
melihat sehelai rambut kemaluan pun. Begitu bersih dan putih alat kelamin
milik Dina itu. Aku hanya bisa melongo menyaksikan keindahan bukit
kemaluannya dan tanpa terasa kedua tanganku sampai gemetar menyaksikan
pemandangan yang baru pertama kalinya ini." Oohh .. Dina ...indahnya ...".
Hanya kalimat itu yg sanggup kuucapkan saat itu.. selanjutnya aku masih
melongo menikmati keindahan sorga dunia milik kekasihku Dina. Bau yang
keluar dari alat kelamin miliknya membuat hidungku jadi kembang kempis
menikmati aroma aneh namun terasa menyenangkan buatku. Sesaat aku tiba2
mendengar suara sreek. ... sreeek ...diatasku ketika aku mendongak ternyata
kekasihku itu sedang membuka baju kaosnya, belum habis rasa kagetku setelah
melemparkan kaosnya sekenanya kedua tangannya lalu menekuk kebelakang
punggungnya hendak membuka BH nya dan tesss... BH itupun terlepas jatuh
dimukaku. Puk ... langsung aku jatuh terduduk dan hanya bisa melongo
menyaksikan pemandangan indah yg lain. Selanjutnya Dina melepas juga celana
dan CD nya yg masih tersangkut di mata kakinya, lalu sambil tetap berdiri
didepanku mulutnya tersenyum manis kepadaku, walaupun wajahnya sedikit
memerah karena malu ia berusaha untuk tetap tersenyum. Alamak ... buah
dadanya itu ternyata memang berbentuk bulat seperti buah apel, besarnya
kira-kira sebesar dua kali bola tenes, warnanya putih bersih hanya
puting-puting kecilnya saja yg tampak berwarna merah muda kecoklatan. Aaaah
.... cantiknya kekasih kecilku ini apalagi kalo sedang telanjang bulat
seperti ini, aku tak menyangka tubuhnya yang sedang mekar ini sudah
memiliki keindahan yg sangat sempurna. " Dina kamu cantik sekali sayang
....", bisikku lirih. Batang penisku semakin cenat-cenut ngaceng tak
karuan. Lalu Dina mengulurkan kedua tangannya kepadaku mengajakku berdiri
lagi. Kini rasanya kami seperti Adam dan Hawa saja. Bertelanjang bulat satu
sama lain seperti kaum nudis saja." Mass .... Dina sudah siap ....Dina
sayang sama mas ....Dina akan serahkan semuanya seperti yang mas inginkan
...", bisiknya mesra. Aku merangkul tubuhnya yang telanjang merasa terharu.
Badanku seperti kesetrum saat kulitku menyentuh kulit halusnya yang hangat
dan mulus apalagi ketika kedua payudaranya yang bulat menekan lembut dadaku
yang bidang. Aaaah ....aku merintih nikmat. Jemari tanganku tergetar saat
mengusap punggungnya yg telanjang... begitu halus dan mulus ...aku tak
sanggup menahan gejolak nafsuku. Setan2 burik dibelakangku seakan
menggelitik batang penisku agar aku segera mengentotnya." Aahhh ... Dina
kita lakukan di kamar yuk .... mas sudah kepingin begituan sayang ...",
bisikku tanpa malu2 lagi. Dina tersenyum dalam pelukanku." Terserah mas aja
... mau melakukannya dimana ....", sahutnya mesra. Tooiinng ... batang
penisku langsung manggut-manggut seolah sangat setuju. Dengan penuh nafsu
aku segera meraih tubuhnya dan kugendong ke dalam kamar. Saat itu aku
sempat melirik jam didinding ruangan.. sudah setengah tiga sore ... waah
harus cepat nih ... bisa kemaleman nanti.Kurebahkan tubuh Dina yang
telanjang bulat itu diatas kasur busa didalam kamar tengah, tempat tidur
itu tak terlalu besar, untuk 2 orang pun harus berdempetan. Suasana dalam
kamar kelihatan gelap karena memang aku sengaja menutup semua gorden agar
tak kentara dari luar, walaupun gorden yg berada dalam kamar ini sama
sekali tidak menghadap ke jalan umum namun menghadap ke kebun di belakang,
jadi sebenarnya sangat aman. Aku segera membuka gorden agar sinar matahari
sore dapat masuk, dan benar saja begitu kusibakkan sinar matahari dari arah
barat langsung menerangi seluruh isi kamar. Kulihat tubuh Dina yang
telanjang bulat kelihatan mengkilap karena pantulan sinar matahari namun
tak sampai menyilaukan mata. Jantungku berdegup kencang saat kunaiki
ranjang dimana tubuh Dina yg telanjang berada, ia memandangku tetap dengan
senyumnya yg manis. Aku merayap keatas tubuhnya yang bugil dan menindihnya,
aku tak sabar ingin segera memasuki tubuhnya." Buka pahamu sayang .... hhhh
... mas ingin menyetubuhimu sekarang ....", bisikku bernafsu. Aku merasakan
kehangatan saat kulitku bersentuhan dengan kulitnya yg halus mulus. Buah
dadanya kelihatan sangat kencang dan bundar dengan puting- putingnya yg
kemerahan ... sangat menawan hatiku, namun kutahan sementara keinginanku
untuk menjamah buah terlarangnya itu. " Mass ..." , ia hanya melenguh pasrah
saat aku setengah menindih tubuhnya dan batang penisku yang ngaceng itu
mulai menusuk celah bukit kemaluannya, mencari liang vaginanya. Kurasakan
bukit kemaluannya terasa lunak dan hangat.... aaahh... tanganku tergetar
saat kubimbing alat vitalku mengelus bukit kemaluannya yg empuk lalu
menelusup diantara kedua bibir kemaluannya." Sayang ... mas masukkan yaah
... kalo sakit bilang sayang .. kamu khan masih perawan ...." " Pelan-pelan
mas ....", bisiknya pasrah.Lalu dengan jemari tangan kananku kuarahkan
kepala penisku yang sudah tak sabar ingin segera masuk dan merobek selaput
daranya itu. Dina memeluk pinggangku mesra, sementara kulihat ia memejamkan
kedua matanya seolah menungguku yang akan segera memasuki tubuhnya. Aku
mencari liang vaginanya diantara belahan bukit kemaluannya yang lunak, aku
tak dapat melihat celah vaginanya karena posisi tubuhku yg memang tak
memungkinkan untuk itu namun aku berusaha untuk mencari sendiri ... aku
coba untuk menelusup celah bibir kemaluannya bagian atas namun setelah
kutekan ternyata jalan buntu..." Agak ke bawah mas ... aahh kurang ke bawah
lagi mas ...mmm ... yah tekan disitu mas ....aaawwww pelan- pelan mas ...
sakiiit ...", Dina memekik kecil dan menggeliat kesakitan, namun segera
kupegang pinggulnya agar jangan bergerak. Akhirnya aku berhasil menemukan
celah vaginanya itu setelah kekasihku itu menuntunku, akupun mulai menekan
ke bawah ... hhhgggkkgghh ... kepala penisku kupaksa untuk menelusup ke
dalam liang vaginanya yg sempit .... terasa hangat dan sedikit basah.
Kukecup bibir Dina sekilas lalu aku berkonsentrasi kembali untuk segera
dapat membenamkan batang penisku sepanjang 14 centi itu seluruhnya ke dalam
liang vaginanya. Dina mulai merintih dan memekik-mekik kecil ketika kepala
penisku yang besar mulai berhasil menerobos liang kemaluannya yg
sangat-sangat sempit sekali. " Tahan sayang ... mas masukkan lagi ...
hhhgggggghhh ....ahhhh sempit sekali sayang aahhhh ...", erangku mulai
merasakan kenikmatan dan sssrrrtt kurasakan kepala penisku berhasil masuk
dan terjepit ketat sekali dalam liang vaginanya." Aaawwww .... masss
sakiiiiit ...", teriak Dina memelas, tubuhnya menggeliat kesakitan. Aku
berusaha menentramkannya sambil kukecup mesra bibir mungil yg basah merekah
dan kulumat dengan perlahan. Mmmm ....cuuppp ...cuupppp. Lalu ..."
Hhhhgghhh ... tahan sayang ... baru kepalanya yg masuk sayang .... mas
tekan lagi yaah ...", bisikku diantara rasa pedih dan nikmat karena jepitan
liang vaginanya itu begitu ketat seolah- olah kepala penisku diremas oleh
sebuah daging yang sangat kuat cengkeramannya walaupun terasa hangat dan
lunak. Waaah ... ini harus diminyaki dulu nih pikirku ... kalo aku langsung
memperawaninya bisa- bisa batang penisku ikut-ikutan lecet. Akhirnya sambil
menahan keinginan sex-ku yg sudah menggelora kucabut kembali alat vitalku
yg baru masuk kepalanya saja itu dengan perlahan. Mmmm ...nikmatnya saat
penisku menggesek celah vaginanya." Aaaah .... sayang ... mas masukin nanti
saja deh .... hhhh ... liang vaginamu masih sangat sempit dan kering sayang
.... "" Kemaluanku sakit mas ... ", erang Dina lirih." Yahh ... mas tau
sayang kamu khan masih perawan .... kita bercumbu dulu sayang ... mas
kepingin melihat dik Dina orgasme ... ", bisikku bernafsu. Segera
kurebahkan badanku diatas tubuhnya dan memeluknya dengan kasih sayang,
Aaaaahhh... aku menggelinjang nikmat merasakan kehangatan dan kehalusan
kulitnya, apalagi saat dadaku menekan kedua buah payudaranya yg montok
rasanya begitu kenyal dan hangat, puting-puting susunya terasa sedikit
keras dan lancip mmm ....mmm... kemudian kurasakan pula perut kami
bersentuhan lembut dan yg paling merangsang adalah saat batang penisku yg
kucabut tadi kini menekan nikmat bukit kemaluannya yg empuk ... ingin
rasanya aku mencoba untuk memasuki liang vaginanya lagi dan mengeluarkan
air maniku sebanyak- banyaknya didalam situ ... tapi aahh ... aku tak ingin
hanya diriku saja yg merasakan kenikmatan ... aku ingin mencumbu kekasihku
ini dulu .... mengulum bibirnya ... meremas dan mengenyot-enyot kedua buah
payudaranya ... dan terakhir akan kucumbu seluruh tubuhnya dari atas sampai
ke kaki, kukecup dan kucumbu alat kelaminnya, kujilati bibir vagina dan
clitorisnya sampai Dina kekasih kecilku ini merasakan kenikmatan sex
sesungguhnya dan orgasme sepuasnya. " Dina ... hhh .... bagaimana
perasaanmu sayang ...", bisikku mesra. Ia memandangku dari jarak yg kurang
dari 10 centi dan tertawa renyah ...." Mmmm ... Dina bahagia sekali bersama
mas seperti ini .... rasanya enak ya mas berpelukan sambil telanjang kaya
gini ...", ujarnya polos." Iyaa sayang ... anggaplah mas suamimu saat ini
sayang ....", bisikku nakal." Iih ... mas Ari .... mmm .... mmm ..mas
cumbui isterimu dong ....beri istrimu kenik ... mmbhh". Belum sempat ia
selesai ngomong, aku sudah melumat bibirnya yg nakal itu, Dina membalas
ciumanku dan melumat bibirku dengan mesra. Kujulurkan lidahku kedalam
mulutnya dan Dina langsung mengulumnya hangat, begitu sebaliknya. Semua
terasa indah. Kurayapkan jemari tangan kiriku kebawah menelusuri sambil
mengusap tubuhnya mulai pundak terus ke bawah ... sampai ke pinggulnya yg
hangat padat dan kuremas gemas, ketika tanganku bergerak kebelakang ke
bulatan bokongnya yg bulat merangsang bersamaan dengan itu aku mulai
menggoyangkan seluruh badanku menggesek tubuh Dina yg bugil terutama pada
bagian selangkangan dimana batang penisku yg sedang ngaceng-ngacengnya
menekan gundukan bukit kecil milik Dina yg empuk, kugerakkan pinggulku
secara memutar sambil kugesek- gesekkan batang penisku di permukaan bibir
kemaluannya yang empuk sambil sesekali kutekan- tekan nikmat. Dina
ikut-ikutan menggelinjang kegelian namun ia sama sekali tak menolak
walaupun beberapa kali kepala penisku yg ngaceng salah sasaran memasuki
belahan bibir kemaluan atau labia mayoranya seolah akan menembus liang
vaginanya lagi. Ia hanya merintih kesakitan dan memekik kecil kalo aku
salah menekan." Aawwww .... mas saakiiit ....", erangnya membuatku makin
terangsang saja." aaahhhh .... Dina ... kemaluanmu empuk sekali sayang ...
sssshhhhh ...", aku melenguh keenakan. Setan2 burik dibelakangku semakin
gila berjoget dangdut .... seolah bernyanyi ' hangat terasa ....
terlenaaaaa' ... . Beberapa menit kemudian setelah kami puas bercumbu bibir
aku menggeser tubuhku kebawah sampai mukaku tepat berada diatas kedua
bulatan payudara yg bundar bak buah apel, kini ganti perutku yg menekan
bukit kemaluannya yg empuk itu ... wwooowww ...enakk ...cing. Jemari kedua
tanganku secara bersamaan mulai menggerayangi gunung Fujiyama miliknya itu,
seolah hendak mencakar kedua payudaranya kelima jemari masing2 tanganku
kurenggangkan satu sama lain dan membentuk seperti cakar burung dan aku
mulai menggesekkan ujung2 jemariku mulai dari bawah payudaranya diatas
perut terus menuju gumpalan kedua buah dadanya yang kenyal dan montok. Dina
merintih dan menggelinjang antara geli dan nikmat." Mass .... mmm ..mmm ...
iih geli mas ...", erangnya lirih. Beberapa saat kupermainkan kedua
puting-puting susunya yg kemerahan dengan ujung jemariku ... Dina
menggelinjang lagi ... kupuntir sedikit putingnya dengan lembut." Mmmm mas
... ", Dina semakin mendesah tak karuan. Aku tak tahan, secara bersamaan
akhirnya kuremas- remas gemas kedua buah dadanya dengan sepenuh nafsu."
Aawww ... mas .....nnggggggg", Dina mengerang dan kedua tangannya memegangi
kain sprei dengan kuat. Aku semakin menggila tak puas kuremas lalu mulutku
mulai menjilati kedua buah dadanya secara bergantian. Lidahku
kujulur-julurkan menjilati seluruh permukaan susunya itu sampai basah,
mulai dari payudara yg kiri lalu berpindah ke payudaranya yg kanan,
kugigit-gigit puting- puting susunya secara bergantian sambil kuremas-remas
dengan gemas sampai Dina berteriak- teriak kesakitan. " Maasss ..... sssshhh
.....shhhh ......oohhh .....oouwww ... masssss", erangnya. Lima menit
kemudian lidahku bukan saja menjilati kini mulutku mulai beraksi menghisap
kedua puting-puting susunya sekuat- kuatnya. Aku tak peduli Dina menjerit
dan menggeliat kesana kemari, sesekali kedua jemari tangannya memegang dan
mengerumasi rambut kepalaku yang bergerak liar, sementara kedua tanganku
tetap mencengkeram dan meremasi kedua buah dadanya bergantian sambil
kuhisap-hisap dengan penuh rasa nikmat. Bibir dan lidahku dengan sangat
rakus mengecup, mengulum dan menghisap kedua payudaranya yg kenyal dan
padat. Didalam mulut puting susunya kupilin- pilin dengan lidahku sambil
terus menghisap sampai pipiku terasa kempot, aku menghayal meminum air
susunya. Dina hanya bisa mendesis, mengerang, dan beberapa kali memekik
kuat ketika gigiku menggigiti putingnya dengan gemas, hingga tak heran kalo
di beberapa tempat di kedua bulatan susu-susunya itu nampak berwarna
kemerahan bekas hisapan dan garis- garis kecil bekas gigitanku. Mmm .... mmm
...ini benar2 nikmat ... susu asli cap Nona pikirku dalam hati. Cukup lama
sekali aku menetek susunya, mungkin sekitar 15 menit, sampai setelah cukup
puas bibir dan lidahku kini merayap menurun ke bawah. Kutinggalkan kedua
belah payudaranya yg basah dan penuh dengan lukisan bekas gigitanku dan
juga cupangan berwarna merah bekas hisapanku, sangat kontras sekali dengan
warna kulitnya yg putih. Ketika lidahku bermain diatas pusarnya, Dina mulai
mengerang-erang kecil keenakan, bau tubuhnya yg harum bercampur dengan
keringatnya yg khas menambah nafsu sex- ku semakin memuncak, kukecup dan
kubasahi seluruh perutnya yg kecil sampai basah. Ketika aku bergeser
kebawah lagi dengan cepat lidah dan bibirku yg tak pernah lepas dari kulit
tubuhnya itu telah berada diatas gundukan bukit kemaluannya yg indah
mempesona." Buka pahamu Din ...", teriakku tak sabar, posisi pahanya yg
kurang membuka itu membuatku kurang leluasa untuk mencumbu alat kelaminnya
itu." Oooh .... massss", Dina hanya merintih lirih, kelihatannya dia sudah
lemas kupermainkan sejak tadi, tapi aku tau dia belum orgasme walaupun
sudah sangat terangsang semenjak kuhisap kedua buah susunya. Sekarang ini
aku ingin merasakan kelezatan cairan kewanitaan dari liang vaginanya, sebab
pernah sohibku bilang terus terang kepadaku kalo ia sangat ketagihan untuk
selalu meminum cairan lendir pacarnya ketika mereka sedang melakukan oral
sex, katanya rasanya aneh tapi membuat dirinya bergairah. Aku membetulkan
posisiku diatas selangkangan kekasihku. Dina membuka ke dua belah pahanya
lebar2, ia sudah sangat terangsang sekali. Kini wajahnya yg manis kelihatan
kusut dan rambutnya tampak awut-awutan. Kedua matanya tetap terpejam rapat
namum bibirnya kelihatan basah merekah indah sekali. Kedua tangannya juga
masih tetap memegangi kain sprei, kelihatannya dia tegang sekali." Sayang
... jangan tegang begitu dong sayang ..." , kataku mesra. " Lampiaskan saja
sayang perasaanmu .... jangan takut .... kalo dik Dina merasa nikmat ...
teriak saja sayang biar puass ...." , kataku selanjutnya. Sambil tetap
memejamkan mata ia berkata lirih." I... iya m.. mass ... e.. enaak sih
mass.. ", katanya polos. Aku tersenyum senang, sebentar lagi kau akan
merasakan kenikmatan yg luarbiasa sayang ... bisikku dalam hati, dan
setelah itu aku akan merenggut kegadisanmu dan menyetubuhimu sepuasnya.
Kupandangi beberapa saat keindahan bentuk alat kelaminnya itu, baru pertama
kali ini aku menyaksikan alat kelamin cewek. Ternyata disamping baunya
sangat khas dan merangsang hidungku, keringat yang membasahi disekitar
selangkangannya pun berbau harum dan khas. Dari yg sering aku lihat di VCD
ataupun di majalah bentuk alat kelamin milik Dina ini termasuk masih Fresh,
maksudnya disamping masih belum ditumbuhi sehelai rambutpun namun juga
kulit di bibir vagina dan disekitar alat kelaminnya itu tidak tampak
keriput sedikitpun, masih kelihatan halus dan kencang. Labia mayoranya
kelihatan gemuk dan padat berwarna putih sedikit kecoklatan, sedangkan
celah sempit yg berada diantara kedua labia mayoranya itu tertutup rapat
sehingga aku tidak bisa melihat lubang vaginanya sama sekali. Benar-benar
gadis perawan asli pikirku bangga. Aahhh .. betapa nikmatnya nanti saat
celah kemaluan dan liang vaginanya menjepit batang penisku, akan
kutumpahkan sebanyak- banyaknya nanti air maniku kedalam liangnya sebagai
tanda hilangnya keperjakaanku. Aku juga ingin nantinya Dina bisa merasakan
semprotan air maniku yang hangat dan banyak agar ia dapat pula merasakan
kenikmatan yg sedang kurasakan. Cukup lama aku melamun sambil memandangi
keindahan alat kelaminnya sembari menikmati aroma khas yg keluar dari celah
vaginanya yg rapat, saat tiba2 Dina berbisik lirih menyadarkanku." Mas ...
ngapain sih ... kok ngelamun .... bau yaa mas ..", tanyanya sambil
tersenyum manis. Wajahnya walaupun sedikit kusut berkeringat tapi tetap
manis sekali." Nnnggghh ... abisnya punyamu lucu sih ... bau lagi ",
balasku nakal." Iiiiihh ... jahat ...". Belum habis berkata begitu tangan
Dina bergerak memegang kepalaku dan mengucek-ucek rambut kepalaku. Aku
tertawa geli. Selanjutnya tanpa kuduga kedua tangannya itu menekan kepalaku
ke bawah ... sontak mukaku terutama hidung dan bibirku langsung nyosor
menekan bukit kemaluannya ... mmffmffffphh ... hidungku menyelip diantara
kedua bibir kemaluannya .. empuk dan hangat. Kuhirup sepuas- puasnya bau
alat kelaminnya penuh perasaan, sementara bibirku mengecup bagian bawah
labia mayoranya dengan bernafsu. Kuputar kepalaku sekitar 40 derajat,
sementara jemari kedua tanganku merayap ke balik pahanya dan meremas
bokongnya yg bundar dengan gemas. Aku mulai mencumbui bibir kemaluannya yg
tebal itu secara bergantian seperti kalo aku mencium bibir Dina. Puas
mengecup dan mengulum bibirnya bagian atas aku berpindah untuk mengecup dan
mengulum bibir kemaluannya bagian bawah. Rasanya .... mmmmm. ..... yummi...
ada sedikit manis dan asin mmm ... mmm ... bercampur bau vaginanya yg
memabokkan .. pokoknya dari Sabang sampe Merauke dah.... nggak bisa
diungkapkan. Nggak heran karena ulahku Dina sampe memekik-mekik nikmat tak
karuan, tubuhnya menggeliat hebat dan terkadang meregang kencang, beberapa
kali kedua pahanya sampai menjepit kepalaku yg lagi asyik masyuk bercumbu
dengan bibir kemaluannya. Kupegangi kedua belah bokongnya yg sudah
berkeringat agar tidak bergerak terlalu banyak, bagaimanapun juga aku tak
rela melepaskan pagutan bibirku pada labia mayoranya yg merangsang. Salah
sendiri pikirku siapa dulu yg mulai." Mmmm .. massssssss
........aaaauuuuwwww w .....auuuuwwwww ..... aawwww. ...hgggghhhhkkhh
...mass ... aduuuuh ..... e ... naaak ... masss ... aaahhhh aduuuhhhhh
..... ooooouuuhhh ", Dina mengerang-erang dan tak jarang memekik cukup kuat
saking nikmatnya. Kedua tangannya bergerak mengerumasi rambut kepalaku
sampai kacau, sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya yg seksi. Kadang
pantatnya dinaikkannya sambil mengejan nikmat atau kadang digoyangkan
memutar seirama dengan jilatan lidahku pada seluruh permukaan alat
kelaminnya yg montok itu." Masss ....oouhhh ..... yaahh ....yaaahah
....massss .....huhuhu ..huhu....", Dina berteriak makin keras, dan
terkadang seperti orang menangis mungkin saking tak kuatnya menahan
kenikmatan yg kuciptakan pada alat kelaminnya. Tubuhnya menggeliat hebat
dan kulihat sambil mulutku tetap memagut bibir kemaluannya, kepala
kekasihku Dina dipalingkan kekiri dan kekanan dengan cepat, mulutnya
mendesis dan mengerang tak karuan. Aku semakin bersemangat melihat
tingkahnya, sebentar lagi Dina pasti orgasme, kini mulutku semakin buas,
dengan napas setengah memburu kusibakkan bibir kemaluannya yg menawan
dengan jemari tangan kananku ... mmm .. hangat dan empuk, kini kulihat
daging berwarna merah muda yang basah oleh air liurku bercampur dengan
cairan lendir kewanitaannya, agak sebelah bawah dagingnya itu barulah aku
dapat melihat celah liang vaginanya yg amat sangat kecil dan berwarna
kemerahan pula, aku mencoba untuk membuka bibir kemaluan Dina agak lebar
agar aku dapat mengintip ke dalam liang vagina mungilnya bagaimana bentuk
selaput daranya, namun Dina tiba-tiba memekik kecil ternyata aku terlalu
lebar menyibakkan bibir kemaluannya itu sehingga ia mengerang kesakitan."
Aaawwwww .... iiih ... masss .. sakiiit ...", pekiknya kesakitan. Aku jadi
terkejut dan menyesal." Eeeh .... maaf sayang ... sakit yaaa.... ", bisikku
kuwatir. Kuusap dengan lembut penuh kemesraan bibir kemaluannya agar
sakitnya hilang, sebentar kemudian lalu kusibakkan kembali pelan-pelan
bibir nakalnya itu, celah merahnya kembali terlihat, agak keatas dari liang
vaginanya yg sempit itu aku melihat ada tonjolan daging kecil sebesar
kacang hijau yg juga berwarna kemerahan, inilah clitorisnya bagian paling
sensitif dari alat kelamin wanita. Mmmm .... ni dia biang kenikmatan bagi
cewek pikirku, lalu secepat kilat dengan rakus lidahku kujulurkan sekuatnya
keluar dan mulai menyentil-nyentil daging clitorisnya. Benar saja karena
tiba-tiba Dina memekik sangat keras sambil menyentak- nyentakkan kedua
kakinya ke bawah. Dina mengejan hebat, aku sampai kaget dibuatnya karena
pinggulnya bergerak liar dan kaku, jilatanku pada clitorisnya jadi luput.
Dengan gemas aku memegang kuat-kuat kedua belah pahanya yg putih mulus lalu
kembali kutempelkan bibir dan hidungku diatas celah kedua bibir
kemaluannya, kujulurkan lidahku keluar sepanjang mungkin lalu kutelusupkan
lidahku menembus jepitan bibir kemaluannya dan kembali menyentil nikmat
clitorisnya dan ....." Hgggghgggh ...... hhghghghgh...
ssssshshhhshhhhsshhs hsh.......". Dina memekik tertahan dan mendesis panjang
tubuhnya kembali mengejan sambil menghentak-hentakkan kedua kakinya yg
kecil, pantatnya diangkat keatas sehingga memberi keuntungan bagiku untuk
lebih dalam memasuki celah labia mayoranya menyentil- nyentil clitorisnya.
Begitu singkat karena tak sampai 1 menit tiba-tiba kudengar Dina terisak
menangis dan kurasakan didalam mulutku terasa ada semburan lemah dari dalam
liang vaginanya berupa cairan hangat agak kental banyak sekali. Aku
menyentil clitorisnya beberapa saat sampai kurasakan tubuh Dina mulai
terkulai lemah dan akhirnya pantatnyapun jatuh kembali ke kasur. Dina
melenguh panjang pendek meresapi kenikmatan yg baru ia rasakan, kenikmatan
sorga dunia miliknya, sementara aku masih menyedot sisa-sisa lendir yg
keluar hasil orgasmenya yg terasa asin manis dari celah kemaluannya yg kini
tampak agak memerah. Seluruh selangkangannya itu tampak basah penuh air
liur bercampur lendir yg kental. Mmmm .... mmm ... aku menjilati seluruh
permukaan bukit kemaluannya sampai agak kering ....cairan lendirnya itu
membuatku makin bergairah. Perasaanku benar- benar fresh setelah menghirup
dan menelan cairan lendir vaginanya. Aku tak tahu apa memang cairannya itu
mengandung vitamin atau obat perangsang ... masa bodo yg jelas kini nafsu
sex-ku telah memuncak, aku akan melakukan tugasku sebagai seorang
laki-laki." Sayaang ... puas khan ...", bisikku lembut namun Dina sama
sekali tak menjawab, matanya terpejam rapat namun mulutnya kelihatan
tersenyum bahagia." Giliranku sayang .... mas mau masuk nih .... tahan
sakitnya sayang ...", bisikku lagi tanpa menunggu jawabannya. Aku segera
bangkit dan duduk setengah berlutut diatas tubuhnya yg telanjang
berkeringat. Buah dadanya yg penuh lukisan hasil karyaku kelihatan turun
naik mengatur napas. Sebodo pikirku, dengan agak kasar kutarik kakinya
keatas dan kutumpangkan kedua pahanya pada pangkal pahaku sendiri sehingga
kini selangkangannya menjadi terbuka lebar mempertontonkan alat
kewanitaannya yg merangsang itu. Kutarik bokongnya kearahku sehingga batang
penisku yg sudah sengsara cukup lama hampir 1 jam itu langsung menempel
diatas bukit kemaluan milik Dina yg masih basah. Kuusap-usapkan kepala
penisku pada kedua belah bibir kemaluannya yang lunak ... enaaaak ..., dan
lalu beberapa saat kemudian dengan nakal batang penisku kutepuk-tepukkan
dengan gemas ke alat kelamin Dina. Puk ... puk ... puk ... puk ... puk ...
Dina menggeliat manja dan tertawa kecil, dirinya sudah kembali normal
setelah dengan susah payah ia mendaki puncak kenikmatan." Mass ... iiih ...
gelii .. aaaah ....", jeritnya manja. Giginya yg putih kelihatan cerah,
secerah wajah manisnya yg kembali bersinar lagi." Sayaaang ... penis mas
mau masuk nih ... tahan yaa sakitnya ...", bisikku nakal penuh nafsu."
Iiiihh ... jangan kasar ya mass ... pelan-pelan saja masukinnya ...Dina
takut sakiit ...", sahut Dina polos penuh kepasrahan. Aku jadi terharu
mendengarnya, aku jadi tak tega untuk merenggut kegadisannya ... tapi
sayang batang penisku ini tak bisa diajak kompromi ... aku kasihan pada
milikku yg sudah sengsara sejak seminggu lalu belum juga kulampiaskan. Ah..
sebodo.....Sedikit kusibakkan bibir kemaluan miliknya dengan jemari kiriku,
lalu kuarahkan kepala penisku yg besar ke liang vaginanya yg sempit, teng
... teng ... teng .. batang penisku makin ngaceng melihat liang vaginanya
itu. Aku mulai menekan dan Dina pun meringis ... aku tekan lagi... akhirnya
perlahan-lahan mili demi mili liang vaginanya itu membesar dan mulai
menerima kehadiran kepala penisku. Dina menggigit bibir. Kulepaskan jemari
tanganku dari bibir kemaluannya dan pleg ... bibir kemaluannya langsung
menjepit nikmat kepala penisku." Tahan sayang ...", bisikku bernafsu. Dina
hanya mengangguk pelan, matanya lalu dipejamkan rapat- rapat dan kedua
tangannya kembali memegangi kain sprei. Agak kubungkukkan badanku ke depan
agar pantatku bisa lebih leluasa untuk menekan kebawah. Heekkgggghhhh ...
aku menahan napas sambil memajukan pinggulku dan sssrrrrtt .... crrrkkk
.... akhirnya kepala penisku mulai tenggelam didalam liang vaginanya.
Wooowww ...nikmatnya saat liang vaginanya menjepit kepala rudalku, daging
vaginanya terasa hangat dan agak licin, namun cengkeramannya begitu kuat
seakan-akan kepala penisku seperti diremas-remas saja, kulihat urat-urat
batang kemaluanku makin menonjol keluar saking banyaknya darah yg mengalir
ke situ ... aku kembali menekan .... hhhgghgggghhhh ....dan Dina mulai
menjerit kesakitan, aku tak peduli, mili demi mili batang penisku secara
pasti terus melesak ke dalam liang vaginanya dan tiba- tiba setelah masuk
sekitar 4 centi seperti ada selaput lunak yg menghalangi kepala penisku
untuk terus masuk ... aku terus menekan dan tessss .... aku merasa seperti
ada yg robek, bersamaan dengan itu Dina melengking keras sekali lalu
menangis terisak- isak ...." Aaaaaaaauuuuuuuuuuww wwwww
....huk..huk...huu.. ..huu"Wah selaput daranya robek nih pikirku, sebentar
lagi pasti keluar darah, namun aku tak begitu peduli karena aku terus
menekan .... hgggghhhhgghgh .... batang penisku dengan ngotot terus memaksa
memasuki liang vagina milik Dina yg luar biasa sempit itu. Kulihat bibir
kemaluannya mekar semakin besar, kulihat betapa ketatnya liang kemaluannya
itu menjepit batang penisku yg sudah masuk sekitar 6 centi ... aagghhhh ..
aku menahan rasa nikmat jepitan vaginanya. Kupegang pinggul Dina yg seksi
mungil, dan kutarik kearahku .. srrrtt ...crrrrkrkttt .... batang penisku
masuk makin ke dalam ....ooouuuhhhh nikmatnya setengah mati ...., Dina
terus menangis terisak-isak kesakitan, sementara aku sendiri malah merem
melek keenakkan. Aku harus cepat ... kalo tidak Dina kekasihku terlalu lama
menderita, kupegang pinggul Dina lebih erat lalu aku mengambil napas dan
ancang-ancang ... ini harus segera dibenamkan seluruhnya. Dan
Hhhhhhhhgghghghhgghg hgggkkkk .... aku menghentak keras ke bawah ....
sssrtt..ccrrrrrrrttt tt...crrtt...dengan cepat batang penisku mendesak masuk
liang vagina Dina, wwaaahhhgggghhhh .... aku mengerang nikmat hampir saja
air maniku muncrat saking kuatnya gesekan dan jepitan vagina milik si Dina
ini. Oooouugghhgh .... aku mengatur napas agar air maniku nggak keburu
muncrat ...., kulihat tinggal sedikit kira2 3 centi yg belum masuk ...
kuhentakkan lagi pantatku ke bawah dan ..... cccrrrrrrttt ...sset..
akhirnya batang penisku sepanjang 14 centi secara sempurna telah tenggelam
sampai kandas terjepit diantara bibir kemaluan dan liang vaginanya."
Oooooooooooooooggggg hhhhhhhhhhhhhhhhh ...........", aku berteriak keras
saking nikmatnya, mataku mendelik menahan jepitan ketat vagina Dina yg luar
biasa. Sementara Dina hanya memekik kecil lalu memandangku sayu. Bibirnya
tergetar namun ia mencoba untuk tersenyum kepadaku. Wajahnya yg manis
menatap sayu kepadaku." Mass .... Dina sudah nggak perawan lagi sekarang
...", bisiknya lirih sambil tersenyum. Akupun begitu, aku menatap bangga
kekasihku itu, ia rela mengorbankan keperawanannya demi aku yg baru
dikenalnya kurang dari satu minggu." Dinaa sayang ...... mas sekarang juga
nggak perjaka lagi", balasku mesra. Kami sama-sama tersenyum. Kurebahkan
badanku diatas tubuhnya yg telanjang, aku memeluknya penuh kasih sayang,
payudaranya kembali menekan dadaku. Nikmat. Tubuh kami telah menyatu, dalam
suatu persetubuhan indah. Kurasakan vagina Dina menjepit dan meremas kuat
batang penisku yg sudah amblas semuanya. Kami saling berpandangan mesra,
kuusap mesra wajahnya yg masih menahan sakit menerima tusukan alat vitalku.
Setan-setan burik dibelakangku seolah memproklamirkan kemerdekaannya ...
Go...go?gol ? Ale ..ale ..ale ...angak hooo ...." Mas .... bagaimana
rasanya ....", bisik Dina mulai mesra kembali, walaupun sesekali kadang ia
menggigit bibir menahan sakit." Enaak sayang .... dan nikmaat ...
ooouuuhhhhh .. mas nggak bisa mengungkapkannya dengan kata2 sayang ....
selangit pokoknya ....", bisikku. Ia tersenyum senang dan mencubit pipiku.
Kukecup mesra hidungnya yg mbangir." Mass ... bagaimana kalo Dina sampai
hamil ...", bisiknya sambil tetap tersenyum." Oke ... nanti setelah
bersetubuh kita cari obat di apotik .... obat anti hamil ", bisikku gemas."
Iiihhh .... nakal ...", sahutnya sambil kembali mencubit pipiku. " Biariin
..."" Maaassss ......" , dina agak berteriak." Apaan sih ...", tanyaku
kaget. Lalu sambil agak bersemu merah pipinya ia berkata lirih." Goyaang
dong .....", bisiknya hampir tak terdengar." Iiiih dik Dina kebanyakan
nonton film porno ..... khan itunya masih sakiit ...", jawabku sekenanya."
Pokoknya ... goyang dong mas .... ", sahutnya manja. Aku mencium bibirnya
dengan bernafsu, dan iapun membalas dengan tak kalah bernafsu. Kami saling
berpagutan lama sekali lalu sambil tetap begitu aku mulai menggoyang
pinggul naik turun .... Batang penisku mulai menggesek liang vaginanya
dengan kasar ... ccrrrtt ...crrttt.... pinggulku menghunjam- hunjam dengan
cepat mengeluar masukkan batang penisku yang ngaceng. Dina memeluk
punggungku dengan kuat, ujung jemari tangannya menekan punggungku dengan
keras. Kukunya terasa menembus kulitku. Tapi aku tak peduli, aku sedang
menyetubuhi dan menikmati tubuhnya. Batang penisku seakan dibetot dan
disedot oleh liang vaginanya yg benar2 super sempit itu. Dina merintih dan
memekik kesakitan dalam cumbuanku. Beberapa kali malah ia sempat menggigit
bibirku, namun itupun aku tak peduli. Aku hanya merasakan betapa liang
vaginanya yg hangat dan lembut itu menjepit sangat ketat batang penisku,
seakan mengenyot nikmat, ketika kutarik keluar terasa daging vaginanya
seolah mencengkeram kuat alat vitalku, sehingga betapa aku memaksa untuk
keluar daging vaginanya terasa ikut keluar .... Aggggggghhhh .... nikmatnya
luar biasa sekali, aku sampai mendesis panjang saking nikmatnya. Aku
mengira tak lebih dari 2 centi saja batang penisku yg bergerak keluar masuk
menggesek liang vaginanya ... itupun susahnya setengah mati, walaupun
sangat nikmat. Dina melepaskan ciumannya dan mencubit pinggangku sakit
sekali." Aaawwww ..... aduuuuh mass .... sakit masss ...aduuuuhhh.....
ngilu mas ..... iiihh ...", ia berteriak kesakitan. Aku jadi kasihan
melihatnya, abis enaak sih." Maaf sayang .... mas mainnya kasar yaah ...
mas nggak tahan lagi sayang ....aahhhhgghghhh ... ...", bisikku sambil
menahan rasa nikmat pada alat vitalku. Air maniku kurasakan sudah mendesak
ingin muncrat keluar ...." Ooouuuuhhhggh .... air maniku mau keluar sayang
...", bisikku gemetar. Sambil setengah meringis sakit Dina masih berusaha
tersenyum, kedua jemari tangannya mengusap-usap pelan pantatku yg basah
berkeringat. Ia tahu kalo diriku sedang meregang menahan kenikmatan." Tahan
mas ... lakukan pelan-pelan saja mas ... biar air mani mas bisa keluar
lebih nikmat ... tapi jangan terlalu cepat mas .... sakit ...", bisiknya
sambil tersenyum, kata-kata yg keluar dari mulutnya begitu dewasa untuk
seusia dia mestinya. Mungkin karena terlalu sering nonton film porno.
Sebodo ahh..Aku kembali mengecup bibirnya mengajak bercumbu, Dina pun
menyambut bibirku dengan kecupan tak kalah mesra. Sementara aku mulai
menggerakkan pinggul turun naik seperti tadi namun kali ini jauh lebih
lambat dan teratur. Kutarik pelan penisku keluar dari jepitan liang
vaginanya yg sempit, kuresapi kenikmatan dari setiap mili gesekan yg
terjadi antara batang penisku dengan daging vaginanya yg hangat dan ketat
... kira-kira 6 sampai 8 centi lalu kutekan masuk lagi secara perlahan
menggesek ke dalam liang vaginanya sampai kandas. Begitu nikmatnya saat
mili demi mili kulit batang penisku sepanjang 14 centi itu menggesek lembut
daging celah vaginanya yang licin hangat, lembut, dan sangat ketat, mili
demi mili pula jepitan daging liang vagina perawannya itu membetot nikmat
menahan laju gesekan kulit batang penisku yang melungsur keluar ... Feel
great ... amazing ... astonishing ... umbelieveable ... so good ?
aahhhhhgghh ... jiwaku melayang terbang bersama kenikmatan yang tiada tara
...., sayup-sayup diantara kenikmatanku kudengar Dina merintih pelan entah
kesakitan atau nikmat ... aku tidak tahu karena aku sedang berada dalam
kenikmatan sorga dunianya, mili demi mili tanpa terasa batang penisku
melungsur keluar hampir terlepas dari jepitan daging liang vaginanya,
dengan mata terpejam kurasakan kepala penisku sudah hampir separo yang
keluar, kukecup lembut mulut kekasihku Dina yang terasa hangat lalu ...
mili demi mili pula mulai kubenamkan kembali batang penisku kedalam liang
kewanitaan miliknya yang kembali menyambut mesra dengan kehangatan dan
jepitan ketatnya yang luar biasa nikmat. Begitu licin dan lembut saat
kepala penisku yang besar perlahan menelusup masuk dan kembali kurasakan
betapa celah hangatnya itu kembali mengelus lembut kulit batang penisku
yang keras, jepitan liang vaginanya kembali menahan laju gerakan masuk alat
kemaluanku .... aaaaggghhh ... kembali aku mengerang menahan rasa nikmat
yang tiada tara saat secara hampir sempurna seluruh batang penisku telah
kembali terbenam didalam liang vaginanya. Dina memekik kecil lalu merintih
pelan diantara rasa sakit dan nikmat. Aku mengecup lembut bibirnya lagi
sambil kutekan pantatku lebih kebawah hingga seluruh batang penisku tidak
ada lagi yang tersisa diluar celah vaginanya, kutekan dan kutekan sampai
kurasakan diantara jepitan ketat bibir dan liang vaginanya kepala penisku
menyentuh bagian depan mulut rahimnya ... aaaghhhghh ...ingin rasanya aku
segera menyemburkan air maniku didalam situ sebanyak- banyaknya sebagai
bukti kejantananku. Aku merasa begitu perkasa diatas tubuh Dina, tubuh yang
mungil yang kini sedang berada dalam kekuasaan nafsu kelelakianku, ia
berulangkali memekik dan merintih kecil saat secara bergantian dengan ritme
yang lembut dan perlahan pinggulku bergerak terus naik turun mengeluar
masukkan seluruh batang penisku kedalam liang vaginanya. Entah sudah berapa
puluh kali batang penisku menembus keluar masuk disitu dan entah sudah
berapa kali pula liang vaginanya yang licin hangat dan luarbiasa sempit itu
mengenyot, memilin dan meremas-remas hebat batang kelelakianku ... tanpa
kenal kompromi ... ,cukup lama sekali aku menggoyang menyetubuhinya dan
akupun merasakan sejak semenit lalu air maniku telah mulai mengalir menuju
ke pangkal penisku dan mendesak-desak hendak tumpah keluar namun seketika
itu pula kucoba memecah konsentrasiku ke hal- hal indah yang lain, agar
enjakulasiku tidak terlalu cepat terjadi. Bagaimanapun juga aku lebih suka
merasakan persetubuhan ini selama mungkin dan betapa aku tidak bahagia
rasanya menyaksikan kekasihku Dina kini mengerang-erang mulai merasakan
nikmatnya persetubuhan indah ini." Ooouuuhwhww .... massss ..... Dina c ...
cin ...t ... taa .. sama mas Arriii ..... oouuuhhwww ..." ia kembali
mengerang kenikmatan saat seluruh batang penisku kembali kubenamkan mesra
kedalam liang vaginanya mili demi mili secara perlahan." Aahhhggghh ... sa
... yangku ... aaahhghgh ......... nikmat sekali sayan. ....ngg ....",
erangku pula. Kenikmatan yg kurasakan membuat jiwaku semakin tinggi terbang
ke awang-awang, mataku merem melek menahan rasa nikmat yang tiada tara.
Bibirku tergetar diantara cumbuan kekasihku Dina. Kedua jemari tangannya
mengusap-usap dan memijiti pinggul dan kedua belah pantatku yg terus
bergerak turun naik secara lembut menyetubuhinya. Badannya ikut bergoyang
pelan naik turun bahkan terkadang sedikit memutar seirama dengan tarikan
penis dan goyangan pinggulku yg bergerak turun naik. Beberapa kali ia
melepaskan ciumannya dan mendesah lembut melepas rasa nikmat, karena ia
sudah mulai terbiasa dengan gerakan senggama ini. Terasa begitu lama sekali
kami saling mengadu alat kemaluan masing2, sampai akhirnya kira2 10 menit
kemudian, tiba-tiba tubuh Dina mengejan dan bergetar lembut, mulutnya
mendesis dalam cumbuan bibirku, kedua kakinya tiba2 dihentakkan kebawah dan
meregang. Aku merasakan tiba2 pula liang vagina miliknya berkontraksi,
mengerut mengecil membuat batang penisku seakan diremas kuat seperti
dipilin-pilin. Tubuhku berkelojotan ikut merasakan kenikmatan yg begitu
sangat luaar biasa. Kubenamkan batang penisku secara perlahan kedalam liang
vagina yg sedang berkontraksi itu sampai kandas, kuresapi setiap gesekan
mili demi mili dengan daging vaginanya, bersamaan dengan itu pula sebuah
cairan hangat dan licin mulai membasahi seluruh batang penisku banyak
sekali. Dina memekik dan melenguh panjang. Aaaaaagghghhghgghghg gg
.....aaaagghghghhgh ....oooooouuuuuuhhhh hhhhhhhhh ....." , erangnya nikmat.
Kubiarkan kekasihku menikmati orgasmenya yg indah, matanya terpejam rapat,
ia tak tahu kalo akupun sebenarnya sedang meregang menahan rasa nikmat yg
sedang ditimbulkannya pada alat kelelakianku, air maniku sontak mengalir
deras menuju batang penisku dan mendesak- desak di ujung penisku hendak
muncrat keluar. Kucoba menahan sekuat tenaga agar jangan sampai muncrat,
namun hanya 3 detik akhirnya aku menyerah kalah. Disaat Dina sedang terbang
menikmati orgasmenya yg panjang akupun akhirnya ikut melepaskan rasa nikmat
tertahan dan mencapai puncak ... craaaatttt ......craattttt .....craaattt ?
air maniku menyembur- nyembur tumpah keluar didalam liang vaginanya ....
Ooougghhhh .... akupun memekik keras, lepas sudah pendakian yg melelahkan
itu." Aaaaaaaghghggghhgghh g ...... maniiikuu ... k..ke ..keluar sayang
..... hghghhkkk ...", aku menggeram keras sambil menyemburkan air mani
kedalam liang rahimnya .... Tubuh kami berdua sama-sama bergetar dan
meregang-regang merasakan puncak kenikmatan sex. Kedua alat kelamin kami
sama-sama pula memuntahkan cairan kenikmatan hasil buah cinta kami sesaat"
Oooooouuuuh ...massss ..... ooooouuugggghhhhhhh ", Dina melenguh melepas
orgasmenya." Hhhgggghhhhh .... ya sayang ..... hhhghgghhhhg ...oouhhhh
nikmatnya...", erangku sambil menikmati enjakulasiku. Crruurruuuttt ....
crruuuttt ....craaaatttt ..... cruuuutttt .... air maniku seakan tak
henti-hentinya menyembur didalam liang vaginanya. Kugoyang-goyang pinggulku
dengan gerakan memutar kekiri dan kekanan saking tak kuatnya aku menahan
kenikmatan sex yang tiada tara itu. Aku sudah tak mampu menggenjot pantatku
naik turun lagi, sebab batang penisku sudah tak bisa digerakkan lagi saking
kuatnya kontraksi liang vaginanya. Namun 5 detik kemudian kurasakan liang
vaginanya sedikit mengendur jepitannya tak sekuat tadi, bersamaan dengan
itu kedua kakinya terkulai lemas tak bertenaga. Orgasmenya telah berakhir
sepertinya, namun batang penisku masih terus memuntahkan air mani ke dalam
liang vaginanya sampai beberapa kali kira-kira 5 semburan nikmat sampai
akhirnya akupun ikut terkulai lemas diatas tubuhnya. Aku berusaha untuk
menggesekkan batang penisku keluar masuk liang vaginanya yang terasa sudah
penuh dengan air maniku yang kental, namun aku serasa sudah tak bertenaga
untuk menggerakkan pinggulku naik turun kembali. Benar-benar sangat
melelahkan namun sangat sangat nikmat. Kami berdua hanya mendesah panjang
meresapi sisa-sisa kenikmatan yg masih tersisa. Jiwaku yg sempat melambung
tinggi ke awang- awang kini mulai turun kembali. Aku tak menyangka kalo kami
berdua bisa mencapai puncak kenikmatan sex itu secara hampir bersamaan.
Mungkin seandainya jika liang vaginanya tidak menjepit seperti itu mungkin
aku masih bisa bertahan untuk menyenggamainya lebih lama lagi. Tapi
sudahlah ..toh.....sama-sama nikmat. Tubuh kami masih menyatu, namun kami
berdua hanya terdiam tanpa sepatah katapun. Aku memeluk erat tubuh
kekasihku itu dengan penuh kemesraan, lalu kukulum bibirnya dengan lembut
beberapa saat, lalu aku bergulir kesamping, batang penisku melungsur
menggesek keluar dari dalam liang vagina sempitnya yang sudah sangat licin.
Ia merintih pelan. Aku terjerembab disamping tubuh bugilnya yang putih
mulus penuh keringat ... lemass. Kulirik arloji tanganku ... jam tiga lewat
seperempat sore ... berarti aku memperawani Dina kurang lebih sekitar 20
menitan .....(aku tidak tahu ini tergolong cepat atau termasuk lama).
Begitulah rekan2 netter pengalaman sex pertamaku, sejak itu sampai sekarang
saya dan Dina secara rutin seminggu 2 - 3 kali selalu berhubungan badan.
Dan seringkali kami lakukan itu dirumahnya saat sedang sepi. Akan aku
ceritakan lain kali. Sebenarnya saat ini saya sedang kebingungan karena
perasaan saya thd Dina yg ternyata memang tak lebih dari sekedar sayang
bukan cinta. Saya menyesal menjadikan dia hanya sebagai tempat pelampiasan
sex. Dan lebih celakanya lagi saat ini saya malah berpikiran untuk mencari
pecum untuk sekedar merasakan bedanya antara rasanya vagina perawan dengan
yang tidak


Home Site Map my.TagTag

Terms of Use
TagTag.com